Selain Atto 2, BYD M6 EV Bakal Pakai Blade Battery Generasi Kedua
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
CATL meluncurkan inovasi baterai mobil hybrid Freevoy, memberikan tambahan jarak tempuh sampai 400 km
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen baterai asal Tiongkok, CATL baru-baru ini meluncurkan baterai mobil hybrid yang diklaim memiliki keunggulan tersendiri yang didesain khusus PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan EREV (Extended Range Electric Vehicle).
Baterai yang diberi nama Freevoy itu menawarkan tambahan daya jelajah lebih dari 400 km pada mobil hybrid.
Berdasarkan keterangan CATL, dikutip Minggu (27/10) baterai Freevoy telah dibekali berbagai teknologi canggih salah satunya adalah kemampuan untuk tetap menyalurkan daya meski dalam temperatur rendah sampai -30 derajat celcius.
Kemudian mereka mengkombinasikan material Sodium-Ion dan Lithium-Ion. Ini diklaim membuat suhu baterai bisa lebih rendah lima persen dari normalnya sehingga tidak mudah overheat.
Tidak hanya itu teknologi manajemen pada baterai Freevoy juga dapat melakukan mitigasi masalah seperti pengurangan performa dan tenaga di kondisi suhu tinggi atau rendah yang ekstrem.
Kehadiran baterai mobil hybrid ini diharapkan bisa mempermudah pengguna PHEV dan EREV, terkhusus di China. Mengingat di negara tersebut peminat mobil hybrid terbilang tinggi, catatkan angka penjualan 3,32 juta unit dalam sembilan bulan pertama 2024.
Saat ini dikonfirmasi salah satu model mobil listrik terbaru yang menggunakan baterai Freevoy adalah Neta L EREV tipe tertinggi. Pada mobil itu daya jelajah murni dari baterai adalah 310 km (CLTC).
Neta sendiri telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan CATL pada Mei 2024. Sehingga dipastikan sejumlah modelnya akan pakai baterai tersebut.
Per 2025, pihak CATL mengatakan bahwa ada 30 model mobil hybrid yang bakal menggunakan baterai Freevoy. Ini mencakup PHEV produksi Chery dan GAC.
Hanya saja PHEV belum terbilang populer di Indonesia. Modelnya juga terbatas dan dijual dengan banderol cukup tinggi, seperti Toyota RAV4 PHEV di Rp 1,19 miliar.
Namun di masa mendatang pabrikan China telah mengungkapkan ketertarikan untuk menghadirkan PHEV di Tanah Air. Apalagi jika pemerintah memutuskan memberi subsidi atau keringanan pajak.
Seperti PT CSI (Chery Sales Indonesia). Rencananya, mereka mau memboyong Tiggo 8 Pro PHEV buat menggantikan varian mesin bensinnya di Indonesia pada 2025.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama