Jetour T2 i-DM Segera Masuk Indonesia, Menambah Opsi Mobil PHEV
06 Juni 2026, 19:00 WIB
CATL meluncurkan inovasi baterai mobil hybrid Freevoy, memberikan tambahan jarak tempuh sampai 400 km
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen baterai asal Tiongkok, CATL baru-baru ini meluncurkan baterai mobil hybrid yang diklaim memiliki keunggulan tersendiri yang didesain khusus PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan EREV (Extended Range Electric Vehicle).
Baterai yang diberi nama Freevoy itu menawarkan tambahan daya jelajah lebih dari 400 km pada mobil hybrid.
Berdasarkan keterangan CATL, dikutip Minggu (27/10) baterai Freevoy telah dibekali berbagai teknologi canggih salah satunya adalah kemampuan untuk tetap menyalurkan daya meski dalam temperatur rendah sampai -30 derajat celcius.
Kemudian mereka mengkombinasikan material Sodium-Ion dan Lithium-Ion. Ini diklaim membuat suhu baterai bisa lebih rendah lima persen dari normalnya sehingga tidak mudah overheat.
Tidak hanya itu teknologi manajemen pada baterai Freevoy juga dapat melakukan mitigasi masalah seperti pengurangan performa dan tenaga di kondisi suhu tinggi atau rendah yang ekstrem.
Kehadiran baterai mobil hybrid ini diharapkan bisa mempermudah pengguna PHEV dan EREV, terkhusus di China. Mengingat di negara tersebut peminat mobil hybrid terbilang tinggi, catatkan angka penjualan 3,32 juta unit dalam sembilan bulan pertama 2024.
Saat ini dikonfirmasi salah satu model mobil listrik terbaru yang menggunakan baterai Freevoy adalah Neta L EREV tipe tertinggi. Pada mobil itu daya jelajah murni dari baterai adalah 310 km (CLTC).
Neta sendiri telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan CATL pada Mei 2024. Sehingga dipastikan sejumlah modelnya akan pakai baterai tersebut.
Per 2025, pihak CATL mengatakan bahwa ada 30 model mobil hybrid yang bakal menggunakan baterai Freevoy. Ini mencakup PHEV produksi Chery dan GAC.
Hanya saja PHEV belum terbilang populer di Indonesia. Modelnya juga terbatas dan dijual dengan banderol cukup tinggi, seperti Toyota RAV4 PHEV di Rp 1,19 miliar.
Namun di masa mendatang pabrikan China telah mengungkapkan ketertarikan untuk menghadirkan PHEV di Tanah Air. Apalagi jika pemerintah memutuskan memberi subsidi atau keringanan pajak.
Seperti PT CSI (Chery Sales Indonesia). Rencananya, mereka mau memboyong Tiggo 8 Pro PHEV buat menggantikan varian mesin bensinnya di Indonesia pada 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 19:00 WIB
03 Juni 2026, 14:03 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
24 Mei 2026, 17:10 WIB
19 Mei 2026, 13:29 WIB
Terkini
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia
24 Juni 2026, 19:00 WIB
Produsen motor listrik Alva berkomitmen membangun ekosistem motor listrik di Indonesia, Investasi Rp1 Triliun
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Bagi para konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus akan diberikan ekslusif benefit senilai Rp 60 juta
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Yadea Velax H menjadi kendaraan yang bisa diandalkan sebagai motor listrik yang memiliki banyak kelebihan