Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas
01 April 2026, 11:00 WIB
Menteri ESDM buka suara, tanggapi keputusan pengalihan kepemilikkan bisnis PT Shell Indonesia di Tanah AIr
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Shell Indonesia sebagai anak perusahaan Shell menyetujui pergantian kepemilikan bisnis SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Tanah Air.
Pengalihan kepemilikan bisnis tersebut, menurut Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) tak akan mengganggu investasi lain seperti minyak dan gas bumi di dalam negeri.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa Shell bukan menutup seluruh lini bisnisnya, tetapi menjual.
“Jadi apanya yang pengaruh (ke investasi hilir)? Dia kan tetap jalan terus,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/05).
Menurut Bahlil, perpindahan kepemilikan SPBU Shell merupakan aksi korporasi biasa. Ini tidak akan mengusik ketersediaan ataupun distribusi BBM (Bahan Bakar Minyak) dari Shell ke para pelanggannya di Indonesia.
Ia turut menegaskan bahwa Shell adalah entitas swasta. Pemerintah tidak berhak membatasi perusahaan dalam melakukan aksi korporasi.
“Kami harus menghargai setiap perusahaan swasta yang melakukan aksi korporasi,” tegas Bahlil.
Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan Shell hari ini disebutkan bahwa pihak pembeli SPBU Shell bakal menjadi perusahaan patungan atau joint venture antara Citadel Pacific Limited bersama Sefas Group.
Tetapi hal ini disebut tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang tengah berkembang di dalam negeri. Kemudian operasional di jaringan SPBU Shell akan berlangsung seperti biasa sampai proses pengalihan kepemilikan rampung, kira-kira tahun depan.
“Merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, produk BBM dipasok melalui Shell dan pelanggan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi,” bunyi keterangan resmi Shell, dikutip pada Jumat.
Sekadar informasi, isu miring terkait Shell Indonesia sudah mulai beredar sejak tahun lalu. Bahkan di 2024, mereka menutup sembilan cabang SPBU Shell di kawasan Medan, Sumatera Utara.
Keputusan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan strategi Shell global. Secara keseluruhan, nilai investasi kemitraannya ada di kisaran Rp 1,5 miliar sampai Rp 7 miliar per lokasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
26 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini