Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Menteri ESDM buka suara, tanggapi keputusan pengalihan kepemilikkan bisnis PT Shell Indonesia di Tanah AIr
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Shell Indonesia sebagai anak perusahaan Shell menyetujui pergantian kepemilikan bisnis SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Tanah Air.
Pengalihan kepemilikan bisnis tersebut, menurut Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) tak akan mengganggu investasi lain seperti minyak dan gas bumi di dalam negeri.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa Shell bukan menutup seluruh lini bisnisnya, tetapi menjual.
“Jadi apanya yang pengaruh (ke investasi hilir)? Dia kan tetap jalan terus,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/05).
Menurut Bahlil, perpindahan kepemilikan SPBU Shell merupakan aksi korporasi biasa. Ini tidak akan mengusik ketersediaan ataupun distribusi BBM (Bahan Bakar Minyak) dari Shell ke para pelanggannya di Indonesia.
Ia turut menegaskan bahwa Shell adalah entitas swasta. Pemerintah tidak berhak membatasi perusahaan dalam melakukan aksi korporasi.
“Kami harus menghargai setiap perusahaan swasta yang melakukan aksi korporasi,” tegas Bahlil.
Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan Shell hari ini disebutkan bahwa pihak pembeli SPBU Shell bakal menjadi perusahaan patungan atau joint venture antara Citadel Pacific Limited bersama Sefas Group.
Tetapi hal ini disebut tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang tengah berkembang di dalam negeri. Kemudian operasional di jaringan SPBU Shell akan berlangsung seperti biasa sampai proses pengalihan kepemilikan rampung, kira-kira tahun depan.
“Merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek, produk BBM dipasok melalui Shell dan pelanggan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi,” bunyi keterangan resmi Shell, dikutip pada Jumat.
Sekadar informasi, isu miring terkait Shell Indonesia sudah mulai beredar sejak tahun lalu. Bahkan di 2024, mereka menutup sembilan cabang SPBU Shell di kawasan Medan, Sumatera Utara.
Keputusan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan strategi Shell global. Secara keseluruhan, nilai investasi kemitraannya ada di kisaran Rp 1,5 miliar sampai Rp 7 miliar per lokasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia