Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Diisukan berlanjut di era Presiden RI Prabowo Subianto, ini harapan Aismoli soal subsidi motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum memberikan kepastian soal kelanjutan subsidi motor listrik hingga saat ini. Namun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa insentif jadi salah satu prioritas bahasan dengan pihak-pihak terkait.
Melihat hal tersebut, Aismoli (Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia) berharap subsidi motor listrik masih bisa dilanjutkan di era pemerintahan Prabowo Subianto.
“Skema dan sebagainya yang sedang dirumuskan lebih jauh. Kalau kita sih berharap itu diteruskan ya,” kata Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO, Selasa (5/11).
Memang masih perlu stimulan agar bisa menarik masyarakat membeli kendaraan listrik. Ia ingin insentif terus diberikan sehingga penyerapan pasar dapat meningkat.
Skema subsidi motor listrik berlaku saat ini adalah berupa diskon atau potongan harga sebesar Rp 7 juta, berlaku untuk model rakitan dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Di masa mendatang, Aismoli menilai potongan harga Rp 7 juta masih menjadi skema yang tepat. Namun prosedurnya diharapkan lebih sederhana.
“Dari proses kita pesan motor listrik, kemudian proses pembayaran dari pemerintah kepada APM (Agen Pemegang Merek) atau diler itu cepat, supaya Cash Flow-nya juga cepat,” lanjut Budi.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan ada insentif prioritas, bakal diusulkan ke pemerintah di masa mendatang. Ini termasuk PPN DTP (Pajak Penjualan Ditanggung Pemerintah) untuk kendaraan listrik.
“Bapak Presiden ingin agar Quick Wins dalam First Quarter tahun depan bisa dijaga. Itu mungkin beberapa hal yang perlu diperhatikan,” ucap Menko Airlangga dalam siaran resmi, dikutip Selasa (4/11).
Ia menegaskan bahwa PPN DTP merupakan komponen yang sangat diperlukan kelas menengah, karena kendaraan banyak dipakai buat mobilitas masyarakat.
Sebagai informasi, per 6 November 2024 terlihat pada laman SISAPIRa sudah tidak ada lagi alokasi anggaran tersedia di tahun ini dan belum ada wacana penambahan sejauh ini.
Secara keseluruhan unit kendaraan motor subsidi yang sudah diterima masyarakat mencapai 60.724 unit, naik pesat dibandingkan 2023 sebanyak 11.532 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit