Alva Sebut Insentif Motor Listrik Tidak Melulu Harus ke Konsumen
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Diisukan berlanjut di era Presiden RI Prabowo Subianto, ini harapan Aismoli soal subsidi motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum memberikan kepastian soal kelanjutan subsidi motor listrik hingga saat ini. Namun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa insentif jadi salah satu prioritas bahasan dengan pihak-pihak terkait.
Melihat hal tersebut, Aismoli (Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia) berharap subsidi motor listrik masih bisa dilanjutkan di era pemerintahan Prabowo Subianto.
“Skema dan sebagainya yang sedang dirumuskan lebih jauh. Kalau kita sih berharap itu diteruskan ya,” kata Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO, Selasa (5/11).
Memang masih perlu stimulan agar bisa menarik masyarakat membeli kendaraan listrik. Ia ingin insentif terus diberikan sehingga penyerapan pasar dapat meningkat.
Skema subsidi motor listrik berlaku saat ini adalah berupa diskon atau potongan harga sebesar Rp 7 juta, berlaku untuk model rakitan dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40 persen.
Di masa mendatang, Aismoli menilai potongan harga Rp 7 juta masih menjadi skema yang tepat. Namun prosedurnya diharapkan lebih sederhana.
“Dari proses kita pesan motor listrik, kemudian proses pembayaran dari pemerintah kepada APM (Agen Pemegang Merek) atau diler itu cepat, supaya Cash Flow-nya juga cepat,” lanjut Budi.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan ada insentif prioritas, bakal diusulkan ke pemerintah di masa mendatang. Ini termasuk PPN DTP (Pajak Penjualan Ditanggung Pemerintah) untuk kendaraan listrik.
“Bapak Presiden ingin agar Quick Wins dalam First Quarter tahun depan bisa dijaga. Itu mungkin beberapa hal yang perlu diperhatikan,” ucap Menko Airlangga dalam siaran resmi, dikutip Selasa (4/11).
Ia menegaskan bahwa PPN DTP merupakan komponen yang sangat diperlukan kelas menengah, karena kendaraan banyak dipakai buat mobilitas masyarakat.
Sebagai informasi, per 6 November 2024 terlihat pada laman SISAPIRa sudah tidak ada lagi alokasi anggaran tersedia di tahun ini dan belum ada wacana penambahan sejauh ini.
Secara keseluruhan unit kendaraan motor subsidi yang sudah diterima masyarakat mencapai 60.724 unit, naik pesat dibandingkan 2023 sebanyak 11.532 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
09 Juli 2026, 19:20 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit