Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Banyaknya world premiere atau debut dunia di GIIAS 2023 dorong ekspor mobil tahun ini lebih banyak lagi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Industri otomotif jadi salah satu bidang yang dikatakan paling cepat pulih pasca hantaman pandemi di 2020. Hal ini terbukti dari meningkatnya penjualan bahkan dibandingkan periode sama sebelum pandemi.
Tidak hanya itu angka ekspor juga mengalami kenaikan tahun ini. Sebelumnya pernah disampaikan oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Pada empat bulan pertama 2023 setidaknya ada 166.000 unit kendaraan roda empat diekspor berstatus CBU (completely built up), meningkat 26 persen di periode sama tahun lalu di angka 131.000 unit.
Nilai ekspor CBU sendiri dari Januari sampai April mencapai US$2.06 miliar, naik 27.9 persen dibanding 2022 sebesar US$1.61 miliar.
“Maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan sektor otomotif dalam hal kinerja ekspor dengan bentuk CBU sudah berjalan di arah benar,” ucapnya dalam Seremoni Produksi dan Ekspor Yaris Cross beberapa waktu lalu.
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo juga menyatakan optimismenya untuk ekspor kendaraan roda empat di tahun ini. Menurutnya deretan merek yang memutuskan melakukan world premiere atau debut dunia di GIIAS 2023 dorong ekspor kendaraan lebih banyak lagi.
“World premiere banyak di GIIAS membuat kita semakin kuat untuk ekspor. Jangan dilupakan juga usaha pemerintah mendekati APM (agen pemegang merek) di Jepang, Korea dan Eropa untuk tambah kuota ekspor,” ujarnya dalam konferensi pers GIIAS 2023 beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan dengan banyaknya produk baru meluncur di Tanah Air maka kemungkinan untuk diekspor jadi lebih besar. Ia mencontohkan Mitsubishi Xpander yang debut dunia di gelaran GIIAS 2017.
Melihat kebutuhan akan kendaraan bermotor masih akan terus ada ia yakin ekspor maupun pasar mobil domestik bakal berkembang ke arah membaik.
“Kalau bisa kita masuk ke peringkat 10 besar (negara penghasil mobil) kita akan naikan ekspor. Seperti diketahui Juni 2023 Menperin kita ke Jepang mencoba imbau pabrik agar memberikan kesempatan lebih pabrik Indonesia mengekspor,” ungkapnya.
Sekadar informasi saat ini Toyota Indonesia menjadi tulang punggung ekspor mobil dari Indonesia, dengan jumlah pengiriman sedikitnya 2 juta unit ke lebih dari 100 negara.
Ini didukung oleh besarnya kapasitas produksi pabrik PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) yaitu 320 ribu unit per tahun. Beberapa pasar utama di antaranya adalah Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Latin, Oceania dan Australia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara