GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga
08 April 2026, 15:23 WIB
Banyaknya world premiere atau debut dunia di GIIAS 2023 dorong ekspor mobil tahun ini lebih banyak lagi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Industri otomotif jadi salah satu bidang yang dikatakan paling cepat pulih pasca hantaman pandemi di 2020. Hal ini terbukti dari meningkatnya penjualan bahkan dibandingkan periode sama sebelum pandemi.
Tidak hanya itu angka ekspor juga mengalami kenaikan tahun ini. Sebelumnya pernah disampaikan oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Pada empat bulan pertama 2023 setidaknya ada 166.000 unit kendaraan roda empat diekspor berstatus CBU (completely built up), meningkat 26 persen di periode sama tahun lalu di angka 131.000 unit.
Nilai ekspor CBU sendiri dari Januari sampai April mencapai US$2.06 miliar, naik 27.9 persen dibanding 2022 sebesar US$1.61 miliar.
“Maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan sektor otomotif dalam hal kinerja ekspor dengan bentuk CBU sudah berjalan di arah benar,” ucapnya dalam Seremoni Produksi dan Ekspor Yaris Cross beberapa waktu lalu.
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo juga menyatakan optimismenya untuk ekspor kendaraan roda empat di tahun ini. Menurutnya deretan merek yang memutuskan melakukan world premiere atau debut dunia di GIIAS 2023 dorong ekspor kendaraan lebih banyak lagi.
“World premiere banyak di GIIAS membuat kita semakin kuat untuk ekspor. Jangan dilupakan juga usaha pemerintah mendekati APM (agen pemegang merek) di Jepang, Korea dan Eropa untuk tambah kuota ekspor,” ujarnya dalam konferensi pers GIIAS 2023 beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan dengan banyaknya produk baru meluncur di Tanah Air maka kemungkinan untuk diekspor jadi lebih besar. Ia mencontohkan Mitsubishi Xpander yang debut dunia di gelaran GIIAS 2017.
Melihat kebutuhan akan kendaraan bermotor masih akan terus ada ia yakin ekspor maupun pasar mobil domestik bakal berkembang ke arah membaik.
“Kalau bisa kita masuk ke peringkat 10 besar (negara penghasil mobil) kita akan naikan ekspor. Seperti diketahui Juni 2023 Menperin kita ke Jepang mencoba imbau pabrik agar memberikan kesempatan lebih pabrik Indonesia mengekspor,” ungkapnya.
Sekadar informasi saat ini Toyota Indonesia menjadi tulang punggung ekspor mobil dari Indonesia, dengan jumlah pengiriman sedikitnya 2 juta unit ke lebih dari 100 negara.
Ini didukung oleh besarnya kapasitas produksi pabrik PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) yaitu 320 ribu unit per tahun. Beberapa pasar utama di antaranya adalah Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Latin, Oceania dan Australia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 April 2026, 15:23 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Terkini
04 Juni 2026, 11:00 WIB
Perusahaan asuransi sebut klaim kerusakan mobil listrik atau EV lebih tinggi dari kendaraan konvensional
04 Juni 2026, 09:00 WIB
Jetour T1 i-DM hadir untuk memenuhi kebutuhan mobilitas para konsumen yang tengah mencari mobil PHEV
04 Juni 2026, 07:37 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Forwot baru saja merayakan hari jadi yang ke-23 dengan menggelar kompetisi padel diikuti berbagai pihak
03 Juni 2026, 14:03 WIB
Demi memanjakan para konsumen di Indonesia, ada harga khusus untuk pembelian 500 Jetour T1 i-DM pertama
03 Juni 2026, 11:05 WIB
Seres berkolaborasi dengan Volcano Engine untuk menyiapkan mobil baru bermerek Chongqing Saidou Technology