Penjualan Merek Mobil Mewah September 2026: BMW dan Mercy Positif
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
Target penjualan mobil 2025 850 ribu, Gaikindo sebut ada peluang turun ke 750 ribu atau naik ke 900 ribu unit
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil nasional sepanjang 2024 mengalami penurunan dibandingkan capaian 2023, tidak berhasil mencapai satu juta unit. Ada sejumlah faktor penyebab seperti pemilu dan naiknya suku bunga acuan.
Secara keseluruhan, penjualan ritel (diler ke konsumen) nasional di 2024 adalah 889.680 unit. Angka ini turun dari perolehan di periode yang sama di 2023 yaitu sebanyak 998.059 unit.
Pihak Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mengungkapkan bahwa agenda politik yang cukup besar membuat sejumlah konsumen melakukan penundaan pembelian kendaraan.
Ditambah lagi sempat ada wacana pemberian insentif mobil hybrid jelang akhir 2024. Sehingga banyak calon pembeli menahan pembelian demi menunggu kepastian tersebut.
Memasuki 2025, industri otomotif juga masih akan menghadapi tantangan. Mulai dari penerapan PPN 12 persen, opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta opsen BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Sehingga Gaikindo menetapkan target penjualan mobil 2025 sebanyak 850 ribu unit. Ini disertai potensi koreksi sampai 750 unit tetapi berpeluang naik ke 900 ribu unit.
Guna mengimbangi hal itu, pemerintah sebelumnya resmi memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen.
“Ini (insentif) akan berdampak pada pertambahan pendapatan negara baik pusat dan daerah, terdiri atas PPN, BBNKB, PKB, PPh badan, PPh perorangan,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dikutip dari keterangan resmi, Kamis (16/1).
Dia menegaskan adanya pemberian insentif dari pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan industri kendaraan bermotor dan mendorong penjualan. Jadi menggairahkan berbagai industri komponen, perbankan sampai lembaga pembiayaan.
Sebelumnya pengamat mengatakan bahwa insentif dalam bentuk diskon PPnBM bisa mengembangkan pasar sampai 16 persen.
“Ini simulasi kita kalau mau memberikan insentif, bahkan sampai PPnBM-nya nol persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) belum lama ini.
Kemudian relaksasi opsen juga perlu dipertimbangkan. Sebab pungutan tambahan itu dapat membuat total pajak mobil naik 48,9 persen sementara harga mobil baru naik 6,2 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
Terkini
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan