GIIAS 2026 Tampilkan 10 Merek Baru, Panggung Debut Internasional
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Target penjualan mobil 2025 850 ribu, Gaikindo sebut ada peluang turun ke 750 ribu atau naik ke 900 ribu unit
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil nasional sepanjang 2024 mengalami penurunan dibandingkan capaian 2023, tidak berhasil mencapai satu juta unit. Ada sejumlah faktor penyebab seperti pemilu dan naiknya suku bunga acuan.
Secara keseluruhan, penjualan ritel (diler ke konsumen) nasional di 2024 adalah 889.680 unit. Angka ini turun dari perolehan di periode yang sama di 2023 yaitu sebanyak 998.059 unit.
Pihak Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mengungkapkan bahwa agenda politik yang cukup besar membuat sejumlah konsumen melakukan penundaan pembelian kendaraan.
Ditambah lagi sempat ada wacana pemberian insentif mobil hybrid jelang akhir 2024. Sehingga banyak calon pembeli menahan pembelian demi menunggu kepastian tersebut.
Memasuki 2025, industri otomotif juga masih akan menghadapi tantangan. Mulai dari penerapan PPN 12 persen, opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta opsen BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Sehingga Gaikindo menetapkan target penjualan mobil 2025 sebanyak 850 ribu unit. Ini disertai potensi koreksi sampai 750 unit tetapi berpeluang naik ke 900 ribu unit.
Guna mengimbangi hal itu, pemerintah sebelumnya resmi memberikan insentif mobil hybrid sebesar tiga persen.
“Ini (insentif) akan berdampak pada pertambahan pendapatan negara baik pusat dan daerah, terdiri atas PPN, BBNKB, PKB, PPh badan, PPh perorangan,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dikutip dari keterangan resmi, Kamis (16/1).
Dia menegaskan adanya pemberian insentif dari pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan industri kendaraan bermotor dan mendorong penjualan. Jadi menggairahkan berbagai industri komponen, perbankan sampai lembaga pembiayaan.
Sebelumnya pengamat mengatakan bahwa insentif dalam bentuk diskon PPnBM bisa mengembangkan pasar sampai 16 persen.
“Ini simulasi kita kalau mau memberikan insentif, bahkan sampai PPnBM-nya nol persen,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) belum lama ini.
Kemudian relaksasi opsen juga perlu dipertimbangkan. Sebab pungutan tambahan itu dapat membuat total pajak mobil naik 48,9 persen sementara harga mobil baru naik 6,2 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 18:43 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS 2026 dibuka untuk publik mulai 30 Juli sampai 9 Agustus 2026