Purbaya Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik Sampai Akhir 2026
08 April 2026, 09:00 WIB
Menteri ESDM menyebut Presiden Prabowo sudah menyetujui mandatori campuran etanol sebanyak 10 persen pada BBM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah berencana membuat aturan baru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di Indonesia. Hal ini diputuskan terkait dengan campuran etanol.
Menurut kabar, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui mandatori campuran etanol yang diusulkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol (E10),” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Antara, Selasa (07/10).
Bahlil menyebut, kebijakan ini sengaja dibuat dalam rangka mengurangi emisi karbon. Lalu ketergantungan terhadap impor BBM.
Oleh sebab itu Bahlil mengatakan kalau Indonesia akan mewajibkan campuran bensin dengan etanol untuk membuat BBM.
“Agar tidak kita impor BBM banyak dan untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” kata Bahlil.
Di sisi lain Pertamina menyambut baik kebijakan baru dari Menteri ESDM. Mereka mengaku siap menjalankan program tersebut.
Perusahaan pelat merah itu berusaha mengambil langkah selaras dengan pemerintah. Terutama guna menjamin ketahanan energi nasional.
“Saat ini kami Pertamina sudah ada produk E5, yaitu Pertamax Green 95. Jadi artinya itu lima persen adalah etanol,” kata Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina.
Sebagai informasi Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menyatakan kendaraan di Indonesia kompatibel dengan kandungan etanol.
Bahkan jika BBM tersebut memiliki kandungan etanol sampai 20 persen. Jadi kebijakan di atas akan sangat mudah diimplementasikan.
Penggunaan etanol pada BBM sebenarnya bukanlah hal baru. Sudah diterapkan secara internasional untuk membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Kandungan etanol pada BBM berasal dari material tumbuhan misalnya tebu ataupun jagung. Ini diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang bahan bakar fosil murni.
Penggunaan etanol juga disebut menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
E10 telah menjadi standar di negara-negara Eropa termasuk Prancis, Jerman dan Inggris. Sedangkan di Asia yakni India program E20 tengah didorong agar terealisasi optimal per 2030.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
11 April 2026, 17:28 WIB
Festival otomotif dan lifestyle Jaecoo Land digelar 11-12 April 2026 di One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan
11 April 2026, 13:33 WIB
Fuso menerapkan sejumlah strategi yang dapat memudahkan konsumen menghemat waktu dan biaya perawatan
11 April 2026, 13:00 WIB
Pilihan Daihatsu Sigra bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam kemudahan termasuk DP Rp 8 juta
11 April 2026, 11:00 WIB
Crescendo dan Harmonic Harmony meramaikan dan menyabet sejumlah prestasi gemilang di ajang internasional
11 April 2026, 10:46 WIB
Changan Deepal S05 siap untuk menjadi kendaraan elektrifikasi jenis REEV pertama di Indonesia dalam waktu dekat
11 April 2026, 09:00 WIB
Motul menggandeng Bimota yang lebih dari sekadar kerja sama namun merekomendasikan kepada pengendara
11 April 2026, 07:11 WIB
Wuling menghadirkan Mitra EV sampai Formo Max guna menjawab kebutuhan para pengusaha di GIICOMVEC 2026
11 April 2026, 07:00 WIB
Toyota Avanza bekas lansiran 2022 menjadi pilihan menarik untuk masyarakat karena ada banyak kemudahan yang bisa didapat