Pertamina Enduro VR46 Usung Livery Garuda di MotoGP Mandalika
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Menteri ESDM menyebut Presiden Prabowo sudah menyetujui mandatori campuran etanol sebanyak 10 persen pada BBM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah berencana membuat aturan baru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di Indonesia. Hal ini diputuskan terkait dengan campuran etanol.
Menurut kabar, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui mandatori campuran etanol yang diusulkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol (E10),” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Antara, Selasa (07/10).
Bahlil menyebut, kebijakan ini sengaja dibuat dalam rangka mengurangi emisi karbon. Lalu ketergantungan terhadap impor BBM.
Oleh sebab itu Bahlil mengatakan kalau Indonesia akan mewajibkan campuran bensin dengan etanol untuk membuat BBM.
“Agar tidak kita impor BBM banyak dan untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” kata Bahlil.
Di sisi lain Pertamina menyambut baik kebijakan baru dari Menteri ESDM. Mereka mengaku siap menjalankan program tersebut.
Perusahaan pelat merah itu berusaha mengambil langkah selaras dengan pemerintah. Terutama guna menjamin ketahanan energi nasional.
“Saat ini kami Pertamina sudah ada produk E5, yaitu Pertamax Green 95. Jadi artinya itu lima persen adalah etanol,” kata Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina.
Sebagai informasi Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menyatakan kendaraan di Indonesia kompatibel dengan kandungan etanol.
Bahkan jika BBM tersebut memiliki kandungan etanol sampai 20 persen. Jadi kebijakan di atas akan sangat mudah diimplementasikan.
Penggunaan etanol pada BBM sebenarnya bukanlah hal baru. Sudah diterapkan secara internasional untuk membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Kandungan etanol pada BBM berasal dari material tumbuhan misalnya tebu ataupun jagung. Ini diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang bahan bakar fosil murni.
Penggunaan etanol juga disebut menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kemudian mendukung peningkatan perekonomian masyarakat karena memanfaatkan bahan baku pertanian.
Di negara lain seperti Brasil, pencampuran etanol telah diatur dalam Renewable Energy Directive atau RED II dengan persentase blending 10 persen atau E10.
E10 telah menjadi standar di negara-negara Eropa termasuk Prancis, Jerman dan Inggris. Sedangkan di Asia yakni India program E20 tengah didorong agar terealisasi optimal per 2030.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
Terkini
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk menyelesaikan balapan dan meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan kepolisian, agar bisa lebih memudahkan masyarakat
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Hasil evaluasi, Ganjil Genap Jakarta berhasil mengatur lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibu Kota
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku dapat dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
Penjualan Hyundai positif di periode Agustus 2026, produk-produk di segmen premium ikut berkontribusi
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip