DPR RI Kecam Impor Pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menilai impor pikap akan berdampak buruk bagi industri otomotif di dalam negeri

DPR RI Kecam Impor Pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih
Satrio Adhy

KatadataOTO – Proyek pengadaan ratusan ribu pikap dari India terus menjadi perbincangan. Bahkan menuai sorotan banyak pihak di Tanah Air.

Tidak terkecuali datang dari anggota DPR RI. Menurut mereka, langkah yang dilakukan oleh Agrinas Pangan Nusantara bakal membawa dampak luas.

“Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional,” ungkap Evita Nursanty, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI di Antara, Sabtu (21/02).

Evita mengaku satu suara dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) beberapa waktu lalu.

Penjualan mobil pikap
Photo: KatadataOTO

Menurut Evita, para pabrikan di dalam negeri memiliki kapasitas produksi pikap hingga satu juta unit per tahun.

Menurut anggota DPR RI ini, angka di atas menunjukkan bahwa Toyota, Mitsubishi, Isuzu hingga Daihatsu mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga.

Lebih jauh disebutkan, pengadaan pemerintah seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat industri dalam negeri.

Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dan rasionalisasi spesifikasi teknis. Terutama apabila pengadaan diarahkan pada tipe penggerak empat roda atau 4x4.

“Kalau memang ada wilayah dengan kondisi geografis ekstrem yang membutuhkan 4x4, itu harus dipetakan secara spesifik. Tidak bisa digeneralisasi, harus ada kajian kebutuhan berbasis data dan kondisi riil di lapangan,” lanjut Evita.

Selain itu, dia menambahkan bahwa kendaraan 4x4 memiliki harga pembelian serta biaya operasional lebih tinggi dibandingkan 4x2.

Sehingga keputusan spesifikasi, harus mempertimbangkan efisiensi anggaran maupun keberlanjutan operasional koperasi.

Ia mengingatkan bahwa kewajiban penggunaan produk dalam negeri tertuang pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 serta Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.


Terkini

mobil
BYD M6 DM

Harga BYD M6 DM Mulai Rp 298 Juta, Bisa Tempuh 1.800 KM

BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya

mobil
MPMX

Upaya MPMX Berdayakan SDM Disabilitas di Indonesia

MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia

motor
Motul

Strategi Motul dan Ipone Edukasi Pentingnya Merawat Kendaraan

Motul Indonesia Energy terus berupaya untuk memberikan pemahanan bahwa merawat motor harus dilakukan rutin

motor
TVS

TVS Tebar Diskon Hingga Rp 2 Juta dan Voucher Belanja di PRJ 2026

TVS perkenalkan sejumlah model motor baru di Pekan Raya Jakarta 2026 dan tebar promo diskon jutaan rupiah

motor
Motul

Kawasaki dan Motul Kolaborasi di PRJ 2026, Luncurkan Pelumas Baru

Motul menggandeng Kawasaki untuk meluncurkan sejumlah produk anyar guna memanjakan para pengendara di PRJ 2026

mobil
Toyota Innova Zenix

Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan

Harga Pertamax resmi mengalami kenaikan per 10 Juni 2026, segini biaya isi full tank untuk mobil-mobil MPV

mobil
BYD

BYD Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Jualan Masih Lancar

BYD membantah secara keras tudingan Pentagon kalau mereka merupakan perusahaan yang terafiliasi militer Cina

motor
QJMotor

QJMotor Hadirkan Program Khusus Penggoda Pengunjung PRJ 2026

Pada pameran Pekan Raya Jakarta 2026, QJMotor merilis perluasan program yang telah sukses sebelumnya