Dishub Jakarta Tutup Beberapa Jalan untuk Atasi Kemacetan

Dishub Jakarta tutup beberapa jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota yang dinilai sudah semakin parah

Dishub Jakarta Tutup Beberapa Jalan untuk Atasi Kemacetan

TRENOTO – Dinas Perhubungan atau Dishub Jakarta tutup beberapa jalan dan menerapkan sistem satu arah di beberapa lokasi. Langkah tersebut bertujuan mengurangi kemacetan di Ibu Kota yang diklaim masih memburuk.

Hal ini disampaikan Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dengan demikian diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar dan kemacetan bisa berkurang dibanding sebelumnya.

"Kami lakukan penutupan rute di beberapa lokasi dan terapkan satu arah di beberapa titik. Selain itu akan ada perencanaan geometrik untuk persimpangan serta rambu lalu lintas," ujar Syafrin.

Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Pemanfaatkan tersebut digunakan untuk mengurangi kepadatan khususnya di persimpangan jalan.

“Kami juga akan menggunakan sistem transportasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Penerapan dilakukan di kawasan persimpangan,” ungkapnya.

Photo : Istimewa

Dilansir dari Antara, teknologi tersebut merupakan hasil kerjasama antara Dishub dengan Google Inc. Berkat ini maka pemantauan kondisi dan pengaturan waktu di lampu lalu lintas menjadi lebih mudah karena sudah dihitung menggunakan data real time.

Penerapan kecerdasan buatan di perimpangan ini sudah dilakukan pada beberapa ruas jalan seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, hingga Jalan Pemuda. Hasilnua pun dinilai cukup efektif.

Baca juga : Peringkat Kemacetan Jakarta Naik, Pemprov Siapkan Strategi Baru

Tak hanya itu, Dishub DKI juga masih berupaya untuk mengatur jam kerja karyawan. Tujuannya adalah menghindari masyarakat melakukan mobilitas di waktu yang bersamaan sehingga kemacetan bisa ditekan.

Sebelumnya diberitakan bahwa kemacetan Jakarta mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan rilis TomTom Traffic Index kemacetan DKI Jakarta berada di peringkat 29 dari sebelumnya hanya menempati posisi 46.

Photo : Istimewa

Tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta pun telah mencapai 53 persen sehingga perlu dilakukan sebuah tindakan nyata untuk bisa mengatasinya. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah mengatur jam kerja karyawan.

Beberapa skenario lama seperti aturan ganjil genap Jakarta dan contraflow juga dipastikan tetap digelar. Dengan demikian diharapkan jumlah kendaraan yang beroperasi bisa ditekan sehingga arus lalu lintas bisa mengalir lebih cepat.


Terkini

mobil
Xpeng P7+

Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara

Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara

news
Tilang ETLE

Jumlah Kendaraan yang Terjaring Tilang ETLE di Jakarta Naik Signifikan

Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta

mobil
Hyundai Stargazer Cartenz

Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera

MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera

news
Harga BBM

Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun

Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi

news
Insentif otomotif

Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya

Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang

news
Harga BBM

Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun

Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Buka di Tahun Baru 2026, Hanya Satu Lokasi

Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian

mobil
Prediksi Mobil Baru

Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 2

Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV