Hyundai New Creta Tawarkan Perjalanan yang Lebih Nyaman
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Dishub Jakarta tutup beberapa jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota yang dinilai sudah semakin parah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Dinas Perhubungan atau Dishub Jakarta tutup beberapa jalan dan menerapkan sistem satu arah di beberapa lokasi. Langkah tersebut bertujuan mengurangi kemacetan di Ibu Kota yang diklaim masih memburuk.
Hal ini disampaikan Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dengan demikian diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar dan kemacetan bisa berkurang dibanding sebelumnya.
"Kami lakukan penutupan rute di beberapa lokasi dan terapkan satu arah di beberapa titik. Selain itu akan ada perencanaan geometrik untuk persimpangan serta rambu lalu lintas," ujar Syafrin.
Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Pemanfaatkan tersebut digunakan untuk mengurangi kepadatan khususnya di persimpangan jalan.
“Kami juga akan menggunakan sistem transportasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Penerapan dilakukan di kawasan persimpangan,” ungkapnya.
Dilansir dari Antara, teknologi tersebut merupakan hasil kerjasama antara Dishub dengan Google Inc. Berkat ini maka pemantauan kondisi dan pengaturan waktu di lampu lalu lintas menjadi lebih mudah karena sudah dihitung menggunakan data real time.
Penerapan kecerdasan buatan di perimpangan ini sudah dilakukan pada beberapa ruas jalan seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, hingga Jalan Pemuda. Hasilnua pun dinilai cukup efektif.
Tak hanya itu, Dishub DKI juga masih berupaya untuk mengatur jam kerja karyawan. Tujuannya adalah menghindari masyarakat melakukan mobilitas di waktu yang bersamaan sehingga kemacetan bisa ditekan.
Sebelumnya diberitakan bahwa kemacetan Jakarta mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan rilis TomTom Traffic Index kemacetan DKI Jakarta berada di peringkat 29 dari sebelumnya hanya menempati posisi 46.
Tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta pun telah mencapai 53 persen sehingga perlu dilakukan sebuah tindakan nyata untuk bisa mengatasinya. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah mengatur jam kerja karyawan.
Beberapa skenario lama seperti aturan ganjil genap Jakarta dan contraflow juga dipastikan tetap digelar. Dengan demikian diharapkan jumlah kendaraan yang beroperasi bisa ditekan sehingga arus lalu lintas bisa mengalir lebih cepat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Juli 2026, 19:03 WIB
31 Mei 2026, 15:49 WIB
24 April 2026, 06:00 WIB
21 April 2026, 06:00 WIB
02 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air