Ganjil Genap Jakarta 24 April 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
24 April 2026, 06:00 WIB
Dishub Jakarta tutup beberapa jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota yang dinilai sudah semakin parah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Dinas Perhubungan atau Dishub Jakarta tutup beberapa jalan dan menerapkan sistem satu arah di beberapa lokasi. Langkah tersebut bertujuan mengurangi kemacetan di Ibu Kota yang diklaim masih memburuk.
Hal ini disampaikan Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dengan demikian diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar dan kemacetan bisa berkurang dibanding sebelumnya.
"Kami lakukan penutupan rute di beberapa lokasi dan terapkan satu arah di beberapa titik. Selain itu akan ada perencanaan geometrik untuk persimpangan serta rambu lalu lintas," ujar Syafrin.
Selain itu, Dishub DKI Jakarta juga akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Pemanfaatkan tersebut digunakan untuk mengurangi kepadatan khususnya di persimpangan jalan.
“Kami juga akan menggunakan sistem transportasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Penerapan dilakukan di kawasan persimpangan,” ungkapnya.
Dilansir dari Antara, teknologi tersebut merupakan hasil kerjasama antara Dishub dengan Google Inc. Berkat ini maka pemantauan kondisi dan pengaturan waktu di lampu lalu lintas menjadi lebih mudah karena sudah dihitung menggunakan data real time.
Penerapan kecerdasan buatan di perimpangan ini sudah dilakukan pada beberapa ruas jalan seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, hingga Jalan Pemuda. Hasilnua pun dinilai cukup efektif.
Tak hanya itu, Dishub DKI juga masih berupaya untuk mengatur jam kerja karyawan. Tujuannya adalah menghindari masyarakat melakukan mobilitas di waktu yang bersamaan sehingga kemacetan bisa ditekan.
Sebelumnya diberitakan bahwa kemacetan Jakarta mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan rilis TomTom Traffic Index kemacetan DKI Jakarta berada di peringkat 29 dari sebelumnya hanya menempati posisi 46.
Tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta pun telah mencapai 53 persen sehingga perlu dilakukan sebuah tindakan nyata untuk bisa mengatasinya. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah mengatur jam kerja karyawan.
Beberapa skenario lama seperti aturan ganjil genap Jakarta dan contraflow juga dipastikan tetap digelar. Dengan demikian diharapkan jumlah kendaraan yang beroperasi bisa ditekan sehingga arus lalu lintas bisa mengalir lebih cepat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 April 2026, 06:00 WIB
21 April 2026, 06:00 WIB
02 Februari 2026, 08:00 WIB
08 Januari 2026, 14:00 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta