Penjualan Mobil Mei 2026 Turun, Konsumen Tunda Pembelian
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang berbicara soal insentif Pemerintah untuk industri otomotif Tanah Air.
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif untuk industri otomotif terus menggaung. Pemerintah dikabarkan berencana memberikan bantuan di 2026.
Hal itu dilakukan demi menggairah segmen otomotif, yang menghadapi banyak tantangan.
Para pembantu Presiden Prabowo Subianto pun, memberikan kabar terbaru mengenai usulan insentif tersebut.
"Insentif (untuk industri otomotif) tahun depan tidak ada," ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di ICE BSD, Tangerang, Rabu (26/11).
Menurut Airlangga ada beberapa hal, mengapa insentif untuk segmen otomotif tidak dicairkan pada tahun depan.
Seperti contoh pemerintah menilai, para pabrikan motor maupun mobil di Tanah Air sudah cukup kuat.
Sehingga tidak perlu stimulus untuk menggairahkan pasar. Jadi mereka memberi sinyal tidak ingin memberikan bantuan.
Ditambah ada sederet pameran yang digelar. Mulai dari IIMS, GIIAS sampai GJAW di Tanah Air.
Akan tetapi, ketika ditanya mengenai usulan insentif otomotif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ia mengatakan hal berbeda.
"Iya dikaji tapi belum diputuskan, masih ada peluang (diberikan)," tegas Airlangga.
Jika dilihat, insentif memang cukup dibutuhkan. Terutama untuk menggairahkan penjualan mobil baru.
Mengingat tahun ini pasar kendaraan roda empat anyar, di Tanah Air terkoreksi cukup dalam.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan mobil secara retail (penyaluran dari diler ke konsumen) di periode Januari-Oktober 2025 tercatat 660.659 unit.
Sedangkan wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler sebanyak 645.844 unit.
Angka di atas masih jauh dari target yang ditentukan Gaikindo. Sebab mereka bertekad ada 850 ribu kendaraan roda empat terniaga.
Jadi keberadaan insentif tahun depan sangat penting. Dinilai dapat menggairahkan pasar mobil baru.
Di sisi lain, Menperin mengungkapkan bahwa industri otomotif membutuhkan stimulus dari pemerintah.
"Sedang kita susun, insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan. Karena merupakan sektor yang terlalu penting,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin di ICE BSD, Tangerang.
Lebih lanjut dia menegaskan strategi pemberian insentif harus memperhatikan semua faktor dari hulu ke hilir.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Sekadar mengingatkan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku, bakal menggandeng sejumlah pihak untuk membahas bantuan tersebut.
Mulai dari Gaikindo sampai pelaku industri lain. Sehingga mendapatkan banyak masukan guna mengucurkan insentif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 13:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
19 Juni 2026, 09:00 WIB
Ducati DesertX V2 hadir guna menjawab kebutuhan para konsumen di Indonesia dan pencinta motor adventure
19 Juni 2026, 07:00 WIB
DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas