Awas Macet, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Selatan Hingga 2026

Dinas perhubungan gelar rekayasa lalu lintas di Jakarta Selatan akibat pembangunan LRT Fase 1B hingga Agustus 2026

Awas Macet, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Selatan Hingga 2026
Adi Hidayat

KatadataOTO – Dinas Perhubungan DKI resmi menerapkan rekayasa lalu lintas di jalan Sultan Agung hingga Minangkabau, Jakarta Selatan. Kebijakan itu dilangsungkan mulai Senin (27/01) hingga 31 Agustus 2026.

Lamanya waktu rekayasa lalu lintas tersebut disebabkan adanya pembangunan proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B. Guna memastikan kelancaran dan keselamatan maka rekayasa lalu lintas pun harus dilakukan.

“Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dilansir Antara (29/01).

Perlu diketahui bahwa saat ini pemerintah tengah membangun transportasi umum termasuk LRT Jakarta fase 1B Velodrome-Manggarai. Pekerjaan yang sudah dilakukan sejak 31 Desember 2024 mencapai 42,3 persen.’

Rekayasa lalu lintas
Photo : Antara

Meski cukup lama tetapi proyek LRT Jakarta Fase 1B diklaim sudah sesuai jadwal yang telah disepakati oleh penanggung jawab proyek yakni PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) kerja sama operasi (KSO) dengan PT Waskita Karya Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Len Railway System/WNL).

Diharapkan dengan adanya LRT maka ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi bisa menurun. Sehingga kemacetan lalu lintas di masa depan dapat menurun.

Lokasi Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Sultan Agung - Minangkabau

  • Kendaraan di jalan Sultan Agung - Jalan Minangkabau dari arah barat/Dukuh Atas menuju selatan/Tebet yang semula belok kanan ke Jalan Minangkabau Timur dialihkan lurus-belok kanan-Jalan Dr. Saharjo-dan seterusnya/ke berbelok ke kiri untuk menuju Jalan Tambak/Matraman.
  • Lalu lintas dari arah timur/Matraman menuju barat/Dukuh Atas yang semula lurus ke Jalan Sultan Agung dialihkan melalui jalan Dr Saharjo-putar balik di depan Toba Dream-Jalan Minangkabau Barat-Jalan Sultan Agung dan seterusnya ke Jalan Minangkabau Timur untuk menuju ke Tambak.
Rekayasa lalu lintas
Photo : Antara
  • Kendaraan dari selatan/Tebet menuju timur/Matraman yang semula menggunakan Jalan Minangkabau Barat dialihkan ke jalan Minangkabau Timur belok kanan menuju Matraman.
  • Selanjutnya jalan Minangkabau Timur yang semula satu arah ke Selatan menjadi satu arah ke utara.

Terkini

mobil
DFSK

DFSK Batal Boyong Seres Aito M7 ke Indonesia Karena Terlalu Canggih

DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus

news
Ganjil Genap Jakarta

Cek Lagi 26 Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 19 Juni 2026

Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE

news
SIM keliling Bandung

Sebelum Akhir Pekan SIM Keliling Bandung Beroperasi dari Pagi

Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Jumat 19 Juni

Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda

mobil
Harga Leapmotor B10

Bocoran Harga Leapmotor B10, Siap Meluncur di GIIAS 2026

Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya

otosport
Marc Marquez

Marc Marquez dan Bezzecchi Bakal Jajal Motor Baru 850 cc di Brno

Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko

mobil
Geely EX2

Geely EX2, Mobil Listrik Kompak Untuk Kenyamanan Sehari-hari

Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas

news
Biodiesel B50

Penerapan Biodiesel B50 1 Juli Dipercaya Bawa Banyak Efek Positif

Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini