Lokasi Rekayasa Lalu Lintas Saat Jakarta Bedug Kolosal
20 Maret 2026, 09:00 WIB
Demo buruh bersar-besaran hari ini membuat Polda Metro Jaya harus menggelar rekayasa lalu lintas di Ibu Kota
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Polda Metro Jaya akan merekayasa lalu lintas di sekitar Istana, Mahkamah Konstitusi dan DPR RI hari ini, Kamis (28/08). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan akibat demo buruh.
Banyaknya jumlah demonstran dalam aksi membuat kepolisian harus mempersiapkan diri dengan matang agar semua bisa berlangsung tertib.
"Untuk konsep pelayanan penyampaian pendapat di muka umum, masih sama. Jadi, silakan masyarakat menyampaikan pendapat sesuai undang-undang," kata Kombes Pol Komarudin, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Meski mempersiapkan diri melakukan rekayasa, dirinya mengaku bahwa penerapannya masih bersifat situasional. Semua harus menyesuaikan diri dengan jumlah massa yang hadir.
Bila massa bisa berbagi ruas jalan maka arus lalu lintas tetap dapat beroperasi. Namun jika aksi terlalu besar, maka akan dilakukan pengalihan arus.
"Kalau pun jumlah massa banyak hingga menggunakan kapasitas ruas jalan maka kami akan melakukan pengalihan. Jadi sifatnya masih situasional," katanya.
Dia mengatakan, sejauh ini belum ada ruas jalan yang ditutup. Namun dirinya tetap mengimbau agar massa tidak masuk tol karena pada kejadian sebelumnya sempat membuat kemacetan panjang dan membahayakan pengendara.
"Kami tidak ingin massa masuk jalan tol lalu mengganggu aktivitas jalan. Ini tentu sangat disayangkan karena sudah ranah penegakan hukum,” katanya.
Saat itu kepolisian terpaksa mengevakuasi kendaraan yang terjebak di tol. Arus kendaraan dikeluarkan lewat exit depan Polda, Tegal Parang dan Slipi.
“Kami harus mengeluarkan kendaraan di dalam tol agar tidak terjebak di tengah konflik. Kemudian yang dari arah barat kami keluarkan di Slipi," terangnya.
Perlu diketahui bahwa hari ini ribuan buruh direncanakan melakukan aksi unjuk rasa di beberapa lokasi termasuk gedung DPR RI. Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menjadi pemimpin kegiatan.
Mereka akan menyuarakan beragam isu khususnya terkait kesejahteraan pekerja. Salah satunya adalah dengan menuntut adanya kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5 persen hingga 10,5 persen.
Para demonstran juga menuntut adanya penghapusan sistem kerja outsourcing serta upah murah yang dinilai merugikan pekerja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Maret 2026, 09:00 WIB
12 Januari 2026, 11:00 WIB
31 Desember 2025, 08:00 WIB
28 Desember 2025, 07:00 WIB
20 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh