Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Kemenperin menilai pemberian insentif untuk industri otomotif di 2026 sangat penting untuk menggairahkan pasar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kondisi pasar mobil baru di Indonesia sepanjang 2025 cukup berdarah-darah. Berbagai hambatan membuat kinerjanya tidak maksimal.
Hal ini mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mengusulkan pemberian insentif buat periode 2026.
Dorongan berupa bantuan dinilai sangat penting. Sebab pelemahan pasar yang terjadi secara simultan dapat berdampak ke berbagai sektor.
Semisal penurunan utilitas pabrik, investasi anjlok sampai berpotensi mengancam keberlanjutan lapangan kerja di industri otomotif maupun sektor komponen.
“Tidak adanya intervensi kebijakan akan membuat tekanan ini semakin dalam,” ungkap Febri Hendri Antoni, Juru Bicara Kemenperin di laman resmi Kemenperin, Selasa (02/12).
Oleh sebab itu, menurut dia Kemenperin berupaya menempuh berbagai cara untuk menggairahkan pasar mobil baru.
Seperti dengan memberikan dukungan berupa insentif pada 2026. Sehingga masyarakat maupun para pelaku industri dapat terbantu.
“Efeknya (pelemahan pasar mobil baru) dapat memengaruhi industri secara keseluruhan,” tegas Febri.
Di sisi lain pendapat serupa turut diucapkan pihak lain. Semisal dari komunitas otomotif yang menilai insentif dibutuhkan.
Bahkan stimulus harus melihat kebutuhan tiap segmen secara spesifik, bukan diberlakukan secara menyeluruh.
Dukungan fiskal dari pemerintah wajib menyasar kendaraan untuk kelas menengah ke bawah. Tidak hanya berfokus pada satu jenis mobil saja.
“Ini sebetulnya juga berlaku untuk mobil listrik. Maksudnya insentif itu diperlukan untuk mobil kalangan menengah ke bawah biar tepat sasaran, kalau yang di segmen atas itu tidak wajib malah," kata Sonny Eka Putra, Founder Xpander Mitsubishi Owners Club.
Sonny mencontohkan, mayoritas mobil hybrid memiliki harga lebih tinggi rasanya wajar jika tidak diberi insentif.
Sementara itu Ryan Cayo, Ketua Dewan Pengawas Calya Sigra Club menilai insentif otomotif tidak semata-hata harus diskon bagi produsen.
Akan tetapi bisa dalam bentuk lain, sebagai stimulus untuk menjaga pergerakan ekosistem otomotif dari hulu ke hilir.
“Ketika pemerintah menyampaikan sinyal berbeda, hal itu membuat pelaku usaha hingga konsumen lebih berhati-hati dan ini bisa makin memperlambat pemulihan pasar," ujar Cahyo.
Kebijakan insentif yang timpang dan tidak pasti justru berimbas ke psikologi pasar. Konsumen memilih menunda keputusan membeli mobil.
Termasuk di pasar mobil bekas, karena menunggu apakah akan ada insentif baru atau perubahan regulasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez