Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
PT Jasa Marga memprediksi ada 1,8 juta kendaraan bakal tinggalkan Jakarta pada momen mudik Lebaran 2024
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Musim mudik 2024 tinggal menghitung hari. PT Jasa Marga pun memprediksi ada jutaan kendaraan bakal meninggalkan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).
Hal tersebut dikatakan Subakti Syukur, Direktur Utama PT Jasa Marga saat melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan DPR RI di Senayan, Jakarta pada Rabu (3/4).
“Kami memprediksi mencapai 1,8 juta kendaraan bakal meninggalkan Jakarta serta sekitarnya melalui empat gerbang utama, yakni Cikatama, Kaliurip Utama, Ciawi dan Cikupa,” ucap Subakti di akun Youtube DPR RI.
Subakti lantas menjelaskan kalau jumlah di atas mengalami peningkatan. Bahkan menyentuh 5,94 persen dibandingkan Lebaran 2023, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan di sejumlah titik.
Jasa Marga juga memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2024 bakal terjadi pada 6 April mendatang. Sehingga dia meminta masyarakat buat melakukan berbagai persiapan.
“Sekitar H-4 dengan volume lalu lintas mencapai 259.087 kendaraan atau naik 0,03 persen dari Lebaran 2023,” tegas Subakti.
Sementara itu di tempat berbeda, Lisey Octaviani, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga menjelaskan kalau pihaknya meniadakan aturan masa kedaluwarsa kartu e-toll selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2024.
Dia mengungkapkan uang elektronik atau e-toll menjadi kedaluwarsa jika digunakan dua kali dari waktu tempuh normal di ruas jalan tol.
Jika ada pemudik dengan durasi perjalanan di atas maksimum, maka saat e-toll di-tap di gardu keluar, ALB (Automatic Lane Barrier) tidak terbuka dan status e-toll menjadi kedaluwarsa.
“Pada Hari Raya Idul Fitri 1445 H, untuk mendukung kelancaran arus mudik serta balik, Jasa Marga meniadakan pengaturan masa kadaluwarsa e-toll,” kata Lisye.
Lalu dia menerangkan kalau kartu e-toll kedaluwarsa maka transaksi bakal dibantu petugas Jasa Marga ke reader pada GTO (Gardu Tol Otomatis).
Proses tersebut tidak akan membuat saldo e-toll terpotong melebihi tarif jalan tol yang memang harus dibayarkan dan juga tak dikenakan denda atau sanksi.
Uang elektronik atau kartu e-toll yang sama masih bisa digunakan untuk transaksi di jalan tol. Jadi pemudik tidak perlu khawatir dengan kebijakan satu ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
27 Maret 2026, 15:00 WIB
27 Maret 2026, 11:00 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan