IDRS Tawarkan Program Pengujian Motor Baru Pakai Standar PBB
26 Juli 2026, 22:05 WIB
Melihat situasi yang ada, Yamaha menilai kinerja pasar motor baru belum bisa diprediksi sampai akhir tahun
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar motor baru di Indonesia masih berjuang untuk bangkit. Namun hal tersebut terbilang cukup sulit.
Pasalnya sejumlah rintangan tengah menghadang penjualan kendaraan roda dua sepanjang 2025.
Mulai dari kondisi ekonomi yang lemah. Membuat daya beli masyarakat terganggu.
Lalu situasi politik di dalam negeri yang sedang tidak menentu, menimbulkan demo dengan eskalasi tinggi pada akhir Agustus 2025.
Aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota. Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta sampai Makassar.
Hal tersebut lagi-lagi diprediksi membuat masyarakat enggan membelanjakan uang mereka. Otomatis penjualan motor baru di 2025 terganggu.
Melihat berbagai fakta di atas, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menilai kinerja pasar motor baru masih abu-abu sampai akhir tahun nanti.
“Kondisi seperti ini tidak bisa diprediksi. Terutama (faktor) sosial, ekonomi dan politik sangat berpengaruh,” ungkap Rifki Maulana, PR, YRA & Community Manager YIMM di Bandung, Jawa Barat pekan lalu.
Rifki menjelaskan faktor sosial, ekonomi sampai politik tidak bisa dikontrol oleh para manufaktur.
Sehingga kondisi pasar kendaraan roda dua di Tanah Air masih akan sangat menantang.
Dengan begitu para produsen wajib kembali bekerja keras. Mereka harus menggenjot penjualan di sisa waktu yang ada.
“Balik lagi kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik buat konsumen,” Rifki melanjutkan.
Yamaha pun berharap situasi di dalam negeri bisa segera kondusif, bahkan pulih seperti sediakala.
Termasuk kondisi ekonomi dapat membaik. Sehingga masyarakat mau membelanjakan uang mereka buat memboyong motor baru.
“Mudah-mudahan saja semua industri roda dua tetap baik-baik saja. Lalu target (penjualan motor baru) bisa tercapai,” tegas rifki.
Sekadar mengingatkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah memasang target penjualan motor baru sepanjang 2025 di angka 6,4 juta unit.
Namun untuk menuju ke angka tersebut para produsen kendaraan roda dua wajib bekerja ekstra keras.
Pasalanya sejak Januari sampai Juli 2025, hanya 3.692.048 unit kendaraan roda dua tersalurkan dari pabrik ke diler (wholesales).
Jumlah di atas turun sekitar 2.07 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab pada periode yang sama di 2024 menyentuh 3.769.901 unit.
Akan tetapi masih ada kesempatan untuk Yamaha, Honda sampai Kawasaki menggenjot penjualan. Sebab di akhir September nanti AISI akan menggelar IMOS 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Juli 2026, 22:05 WIB
22 Juli 2026, 07:00 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 Juli 2026, 17:28 WIB
Chery J6T hadir di GIIAS 2026 untuk melengkapi lini produk SUV yang miliki oleh brand asal Wuhu, Cina
29 Juli 2026, 13:25 WIB
Toyota Land Cruiser 300 Hybrid muncul perdana di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2026)
29 Juli 2026, 09:00 WIB
Desain dan teknologi All New Kia Seltos bisa menjadi pilihan baru di tengah gemuknya segmen SUV Kompak
29 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini, menjadi solusi ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara
29 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk meminimalisir kemacetan parah di jam sibuk
29 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta ada di lima lokasi berbeda hari ini, simak daftar persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Mobil bekas perusahaan masih diminati calon pembeli baik perorangan hingga jaringan diler karena kondisinya
28 Juli 2026, 14:47 WIB
Geely Coolray memadukan eksterior pre-facelift dan interior desain terbaru, begini impresi pertamanya