Cara Diler Honda Mudahkan Akses Servis Motor buat Konsumen
29 September 2026, 09:00 WIB
Terdapat beberapa kekurangan serta kelebihan jika pemerintah tetap mau menerapkan rem ABS pada sepeda motor
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Malaysia telah mewajibkan sepeda memiliki rem ABS (Anti-lock Braking System). Kebijakan tersebut bakal diterapkan mulai awal 2025.
Nantinya seluruh kendaraan roda dua dengan mesin berkapasitas 150 cc harus memiliki fitur tersebut. Sebab dinilai bisa menurunkan angka kecelakaan di jalan.
Menurut Institut Penelitian Keselamatan Jalan Raya Malaysia (Miros) rem ABS dapat membantu mencegah terjadinya selip sehingga pengendara tidak kehilangan kendali atas kendaraan mereka.
Di sisi lain Indonesia pun berniat melakukan langkah serupa. Pemerintah tengah menggodok penerapan rem ABS di motor.
Meski begitu wacana tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai kalau penerapan fitur keselamatan satu ini masih kurang tepat.
“Sebenarnya jika masyarakat paham bagaimana menggunakan rem yang tepat pada kendaraan, tentu fitur ABS tidak terlalu penting untuk dipakai,” ujar Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT WMS (Wahana Makmur Sejati) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Agus menjelaskan kalau penggunaan rem ABS tidak boleh asal. Apalagi jika sampai terjadi kerusakan pada part satu ini.
Pemilik motor harus mendatangi bengkel yang tepat. Wajib mengerti dengan seluk beluk fitur ABS di kendaraan roda dua.
“Sebab fitur ABS terhubung dengan kelistrikan di bagian panel Dashboard serta memiliki modulator sendiri. Berbeda sama rem tromol atau cakram biasa,” Agus menambahkan.
Nah jika sampai rusak, biaya perbaikannya cukup menguras dompet. Sebab harga Modulator ABS sendiri sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta.
Jumlah di atas belum termasuk biaya pemasangan. Jadi Anda harus mengeluarkan uang yang cukup banyak buat perbaikan.
“Selain itu fitur ABS terkadang jika mengalami panas berlebih maka dapat mengurangi daya kerja rem tersebut,” tegas Agus.
KatadataOTO pun coba merangkum kelebihan serta kekurangan rem ABS dari berbagai sumber, berikut ringkasannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 09:00 WIB
24 September 2026, 13:00 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
Terkini
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat