TKDN Motor Listrik SMEV 62 Persen, Incar Subsidi Pemerintah

Sudah diproduksi lokal, TKDN motor listrik SMEV EM-1 mencapai 62 persen dan masih incar subsidi pemerintah

TKDN Motor Listrik SMEV 62 Persen, Incar Subsidi Pemerintah

KatadataOTO – Studio Motor Electric Vehicle atau SMEV merupakan salah satu produsen motor listrik Tanah Air yang berawal dari bengkel kustom. Saat ini mereka menawarkan dua model yakni SMEV EM-1 dan EM-T.

Dibanderol mulai Rp 64,7 jutaan OTR (On The Road) DKI Jakarta, Tingkat Komponen Dalam Negeri alias TKDN motor listrik SMEV EM-1 sekarang sudah mencapai 62 persen. Untuk itu mereka tengah mengincar pemberian subsidi pemerintah.

Sudah ada beberapa merek motor listrik menerima manfaat tersebut. Seperti Gesits, Yadea sampai Uwinfly. Insentif membuat harga kendaraan bisa lebih ditekan bahkan jadi mulai Rp 7 jutaan saja.

Donny Ariyanto, Founder SMEV mengatakan pihaknya saat ini sudah mengajukan permohonan untuk menerima insentif pemerintah, meski menemukan kendala.

SMEV EM-1
Photo : KatadataOTO

“Kami sudah mengajukan tapi kasarnya motor ini kan masuk premium memang butuh subsidi? Tapi kita masih tetap dalam proses,” ungkap Donny di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Menurut Donny EM-1 sudah memiliki TKDN 62 persen. Ia menargetkan di semester kedua SMEV EM-1 bisa mendapatkan insentif motor listrik dari pemerintah.

SMEV juga ingin memperluas cakupan konsumen sehingga dapat lebih dikenal masyarakat, salah satunya dengan pembangunan showroom di wilayah Jakarta.

“Kita berharap di semester dua nanti sudah punya showroom sendiri yang benar-benar communal space di Jakarta. Sekarang kita baru ada di Bali, kalau di Jakarta itu masih jadi satu sama tempat kita merakit motor,” ungkap Donny.

Mulai Dilirik Konsumen di IIMS 2024

Turut hadir di gelaran Indonesia International Motor Show 2024, SMEV mendapatkan sejumlah konsumen baru yang tertarik untuk membeli motor listrik.

Donny menjelaskan selama pameran ada 21 unit SMEV terjual dengan rincian 12 unit EM-1 dan sembilan untuk EM-T.

EM-1 akan mulai dikirimkan ke konsumen di April, sedangkan EM-T konsumen harus menunggu lebih lama yakni Juli.

SMEV dan Davos
Photo : KatadataOTO

“Di luar itu kita banyak memberikan value buat pembeli, misal setiap orang yang beli motor listrik SMEV kita kasih voucher Rp 2 juta dari Eiger, layanan satu tahun free emergency road assistance,” ujar Donny.

Berbagai keuntungan bisa dinikmati pembeli seperti SMEV Tracking System Premium selama satu tahun. Lalu Emergency Road Assistance, bisa diperpanjang dengan biaya tidak lebih dari Rp 550.000 per tahun setelah masa berlangganan gratis habis.


Terkini

news
Tol Japek II Selatan Mulai Dibuka Hari Ini, Tidak Dipungut Biaya

Tol Japek II Selatan Mulai Dibuka Hari Ini, Tidak Dipungut Biaya

Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini

news
Tarif tol

Jasa Marga Bebaskan Tarif Tol Saat Arus Balik, Simak Aturannya

Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik

mobil
Nissan

Nissan Jual Pabrik Pada Renault Demi Selamatkan Perusahaan

Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan

mobil
Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air

Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air

Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen

otosport
MotoGP Amerika 2025

Drama MotoGP Amerika 2025: Bos Trackhouse Mau Ada Aturan Tegas

MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan

mobil
Harus Ada SIM Khusus Mobil Listrik, Demi Kurangi Angka Kecelakaan

Harus Ada SIM Khusus Mobil Listrik, Demi Kurangi Angka Kecelakaan

Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik

news
Harga BBM Shell, BP AKR sampai Vivo Turun pada Awal April 2025

Harga BBM Shell, BP AKR sampai Vivo Turun pada Awal April 2025

Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi

news
Arus balik Lebaran 2025

Hindari Puncak Arus Balik, Jangan Sembarangan Pilih Tanggal

Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada