Pasar Motor Baru Melandai, Yamaha Optimistis Capai Target
12 September 2026, 11:00 WIB
Menurut data dari Kementerian ESDM penyerapan subsidi motor listrik konversi masih sangat jauh dari target
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Program subsidi motor listrik konversi dari Presiden Joko Widodo (Widodo) masih belum moncer seperti diharapkan banyak pihak.
Menurut data dari Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) realisasi konversi kendaraan roda dua berbahan bakar minyak menjadi setrum tak sampai 1.000 unit di 2023.
Bahkan jumlah di atas masih sangat jauh dari target yang telah ditetapkan. Sebab Presiden Jokowi memberi kuota sampai 50 ribu unit tahun lalu.
"Jadi memang kecil jauh dari kita harapkan. Kemarin di bawah 1.000 unit yang daftar sih banyak," ungkap Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM seperti diberitakan Katadata sebelumnya.
Meski begitu Arifin mengaku kalau Presiden Jokowi menargetkan konversi motor listrik lebih tinggi pada 2024 yakni 150 ribu unit.
Kementerian ESDM optimistis dapat mencapai angka di atas. Sebab Arifin mengaku pihaknya sudah sosialisasi yang masif kepada masyarakat.
Kemudian mereka juga telah memperbaiki birokrasi administrasi konversi motor listrik sehingga lebih cepat dalam pembayaran maupun pelayanan.
Lalu jumlah bengkel konversi motor listrik ditambah ke sejumlah daerah. Sehingga masyarakat dapat lebih mudah memanfaatkan bantuan dari Jokowi.
"Ini kan kita bangun infrastruktur pendukung yang luar biasa, From Nothing to Something. Itu memang proses berjalan terus," tegas Menteri ESDM.
Lebih jauh Arifin menuturkan kalau Kementerian ESDM telah membuat roadmap pelaksanaan motor listrik konversi. Pada 2030 program ini bisa mencapai 13 juta unit untuk roda dua dan roda empat mencapai 2 juta unit.
Sementara itu Hari Budianto, Sekretaris Umum AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia) memiliki pendapat mengenai penyebab motor listrik konversi sepi peminat.
“Kita harus pakai kaca mata masyarakat kalau konversi motor tentu harus ada unit, biaya dan insentif nah pesaingnya apa? Ya motor listrik baru, karena dapat subsidi kemudian harga lumayan murah,” kata Hari dalam diskusi bertema 'Memproyeksi Pasar Otomotif 2024' bersama Forwot.
Lebih jauh dia mengungkapkan kalau modifikasi satu ini banyak dilakukan para penghobi. Sehingga tak heran jika kurang diminati masyarakat luas.
Kemudian proses konversi motor listrik juga tidak mudah. Tentu menjadi ganjalan masyarakat untuk melakukan sekarang.
“Tapi tentu semoga dari temen-temen bengkel konversi bisa lebih kreatif lagi, dalam arti konversi tidak hanya ganti powertrain saja,” Hari menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 September 2026, 11:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
10 Juli 2026, 11:00 WIB
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Terkini
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029