Cara Ipone Menggoda Pengunjung IIMS 2026, Luncurkan Oli Baru
10 Februari 2026, 14:00 WIB
Menurut data milik Aisi, penjualan motor Indonesia pada Januari sampai April 2024 mengalami penurunan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya penjualan mobil Indonesia saja yang menemui batu sandungan. Namun pasar kendaraan roda dua Tanah Air turut menghadapi badai.
Dalam laporan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), penjualan motor domestik mengalami penurunan di empat bulan awal 2024.
Secara Wholesales atau dari pabrik ke diler, hanya ada 2.154.226 motor pada Januari sampai April 2024. Jumlah tersebut turun 1,1 persen jika dibanding dengan periode yang sama di 2023.
Sebab tahun lalu, penjualan motor Indonesia berhasil mencatatkan 2.178.396 unit. Hasil yang cukup baik di awal 2023.
Sementara penjualan motor Indonesia buat ekspor juga melorot. Di 2024 AISI mencatat hanya 149.930 unit saja.
Jumlah di atas turun sekitar delapan persen bila dibandingkan dengan 2023. Tahun lalu berhasil membukukan 163.059 kendaraan roda dua.
Lalu dilihat dari jenisnya, motor matic masih mendominasi pangsa pasar sampai 90,47 persen di domestik. Kedua ditempati Underbone 4,8 persen dan Sport 4,73 persen.
Sedangkan buat ekspor, matic turut merajai penjualan motor Indonesia. Tercatat mendominasi dengan angka 46,34 persen.
Urutan kedua masih diisi oleh Underbone atau motor bebek 26,89 persen. Terakhir Sport dengan catatan 26,78 persen.
Di sisi lain, penjualan motor Indonesia pada April hanya 419.136 unit. Jumlah tersebut anjlok 28,1 persen jika dibandingkan sama Maret 2024, sebab bulan lalu ada 583.747 motor.
Sejumlah faktor digadang-gadang menjadi penyebab penjualan motor Indonesia melorot. Seperti gelaran Pemilu 2024 sampai anjloknya nilai tukar rupiah membuat konsumen menunda pembelian.
"Pasti konsumen berpikir kebutuhan pokok dulu, kalau dilihat kenaikan kebutuhan pokok cukup tinggi," ucap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, AISI menargetkan penjualan motor nasional bisa menyentuh angka 6.5 juta unit sepanjang Januari hingga Desember 2024.
Angka tersebut ditetapkan bukan tanpa alasan, sebab pada 2023 AISI menuai hasil manis. Penjualan motor nasional berhasil menyentuh 6.2 juta unit.
Sekadar mengingatkan, pada 2023 penjualan motor per bulan rata-rata di angka 400 ribu sampai 600 ribu unit. Kemudian terbanyak ada di Maret dengan jumlah 633.155 unit.
Tentu penjualan motor 2023 menjadi paling tinggi dalam tiga tahun terakhir. Apalagi sejak Tanah Air dilanda pandemi Covid-19 pada 2020.
Jumlah di atas sukses melampaui target ditetapkan oleh AISI. Sebab sebelumnya mereka hanya mematok 6.1 juta unit.
Sementara realisasinya bisa lebih dari 6.2 juta unit atau 6.236.992 kendaraan roda dua. Tentu ini merupakan catatan manis bagi industri otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 14:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
10 Februari 2026, 07:00 WIB
04 Februari 2026, 14:00 WIB
02 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan