Purbaya Sebut Insentif Motor Listrik Akan Berjalan Bulan Depan
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Siap memberikan fasilitas bagi pemilik motor listrik bekas, pedagang memberikan syarat khusus terkait hal ini
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi kendaraan ramah lingkungan karena tak memiliki emisi gas buang, motor listrik mulai dilirik masyarakat saat ini. Pemerintah juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung agar kendaraan bisa digunakan dengan lebih nyaman.
Meski demikian, pemilik motor listrik bekas saat ini hanya bisa menjual kendaraannya melalui e-commerce karena pedagang enggan memberikan fasilitas tersebut.
"Saat ini masih belum untuk motor listrik. Tapi saya sebenarnya mau saja menjual motor listrik asalkan ada pihak leasing yang mau memberikan fasilitas," kata Simon pemilik showroom motor bekas Lu Minta Motor kepada TrenOto, Senin (9/5/2022).
Simon mengaku belum ada perusahaan leasing yang mau memberikan fasilitas terkait pembelian kredit kepada konsumen yang tertarik memimang motor dengan tenaga baterai tersebut. Karenanya pihaknya masih enggan menjual motor listrik bekas.
"Belum ada sampai saat ini. Susah soalnya kalau enggak ada leasing karena memang banyak pembeli yang lebih memilih untuk melakukan pembelian secara kredit," ujarnya.
Saat berbincang lebih jauh Simon juga menegaskan bila konsumen di tempatnya sebagian besar melakukan pembelian motor dengan sistem kredit.
"Untuk konsumen di kami itu 85 persen kredit. Jadi kalau enggak ada leasing yang bantu susah juga. Karena itu kalau ada leasing saya mau aja jual motor listrik," tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, terdapat cukup banyak perusahaan yang mencoba peruntungannya menjual motor listrik untuk pasar otomotif Tanah Air.
Terdapat sedikitnya 5 merek motor listrik yang siap menjadi pilihan bagi konsumen Tanah Air, yakni Gesit, Viar, Volta, Selis dan Niu.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada 2060 dengan menyusun peta jalan (roadmap) untuk menghadapi tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.
Hal ini sejalan dengan kebijakan diakselerasi, seperti peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil dan penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi.
Setelah konversi 100 unit motor bensin ke listrik pada 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kebijakan serupa pada 2022. Hanya saja jumlahnya kini meningkat menjadi 1.000 unit kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Terkini
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang