Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Siap memberikan fasilitas bagi pemilik motor listrik bekas, pedagang memberikan syarat khusus terkait hal ini
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi kendaraan ramah lingkungan karena tak memiliki emisi gas buang, motor listrik mulai dilirik masyarakat saat ini. Pemerintah juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung agar kendaraan bisa digunakan dengan lebih nyaman.
Meski demikian, pemilik motor listrik bekas saat ini hanya bisa menjual kendaraannya melalui e-commerce karena pedagang enggan memberikan fasilitas tersebut.
"Saat ini masih belum untuk motor listrik. Tapi saya sebenarnya mau saja menjual motor listrik asalkan ada pihak leasing yang mau memberikan fasilitas," kata Simon pemilik showroom motor bekas Lu Minta Motor kepada TrenOto, Senin (9/5/2022).
Simon mengaku belum ada perusahaan leasing yang mau memberikan fasilitas terkait pembelian kredit kepada konsumen yang tertarik memimang motor dengan tenaga baterai tersebut. Karenanya pihaknya masih enggan menjual motor listrik bekas.
"Belum ada sampai saat ini. Susah soalnya kalau enggak ada leasing karena memang banyak pembeli yang lebih memilih untuk melakukan pembelian secara kredit," ujarnya.
Saat berbincang lebih jauh Simon juga menegaskan bila konsumen di tempatnya sebagian besar melakukan pembelian motor dengan sistem kredit.
"Untuk konsumen di kami itu 85 persen kredit. Jadi kalau enggak ada leasing yang bantu susah juga. Karena itu kalau ada leasing saya mau aja jual motor listrik," tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, terdapat cukup banyak perusahaan yang mencoba peruntungannya menjual motor listrik untuk pasar otomotif Tanah Air.
Terdapat sedikitnya 5 merek motor listrik yang siap menjadi pilihan bagi konsumen Tanah Air, yakni Gesit, Viar, Volta, Selis dan Niu.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada 2060 dengan menyusun peta jalan (roadmap) untuk menghadapi tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.
Hal ini sejalan dengan kebijakan diakselerasi, seperti peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil dan penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi.
Setelah konversi 100 unit motor bensin ke listrik pada 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kebijakan serupa pada 2022. Hanya saja jumlahnya kini meningkat menjadi 1.000 unit kendaraan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta