Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Siap memberikan fasilitas bagi pemilik motor listrik bekas, pedagang memberikan syarat khusus terkait hal ini
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi kendaraan ramah lingkungan karena tak memiliki emisi gas buang, motor listrik mulai dilirik masyarakat saat ini. Pemerintah juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung agar kendaraan bisa digunakan dengan lebih nyaman.
Meski demikian, pemilik motor listrik bekas saat ini hanya bisa menjual kendaraannya melalui e-commerce karena pedagang enggan memberikan fasilitas tersebut.
"Saat ini masih belum untuk motor listrik. Tapi saya sebenarnya mau saja menjual motor listrik asalkan ada pihak leasing yang mau memberikan fasilitas," kata Simon pemilik showroom motor bekas Lu Minta Motor kepada TrenOto, Senin (9/5/2022).
Simon mengaku belum ada perusahaan leasing yang mau memberikan fasilitas terkait pembelian kredit kepada konsumen yang tertarik memimang motor dengan tenaga baterai tersebut. Karenanya pihaknya masih enggan menjual motor listrik bekas.
"Belum ada sampai saat ini. Susah soalnya kalau enggak ada leasing karena memang banyak pembeli yang lebih memilih untuk melakukan pembelian secara kredit," ujarnya.
Saat berbincang lebih jauh Simon juga menegaskan bila konsumen di tempatnya sebagian besar melakukan pembelian motor dengan sistem kredit.
"Untuk konsumen di kami itu 85 persen kredit. Jadi kalau enggak ada leasing yang bantu susah juga. Karena itu kalau ada leasing saya mau aja jual motor listrik," tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, terdapat cukup banyak perusahaan yang mencoba peruntungannya menjual motor listrik untuk pasar otomotif Tanah Air.
Terdapat sedikitnya 5 merek motor listrik yang siap menjadi pilihan bagi konsumen Tanah Air, yakni Gesit, Viar, Volta, Selis dan Niu.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada 2060 dengan menyusun peta jalan (roadmap) untuk menghadapi tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.
Hal ini sejalan dengan kebijakan diakselerasi, seperti peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil dan penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi.
Setelah konversi 100 unit motor bensin ke listrik pada 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kebijakan serupa pada 2022. Hanya saja jumlahnya kini meningkat menjadi 1.000 unit kendaraan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda