Cara Diler Honda Mudahkan Akses Servis Motor buat Konsumen
29 September 2026, 09:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Buat para pengguna sepeda motor matik, ada satu komponen yang patut jadi perhatian dan dijaga kondisinya yakni v-belt.
Perlu diketahui, v-belt pada motor fungsinya menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui sistem Continuously Variable Transmission (CVT).
Memang posisi komponen v-belt berada di dalam rumah CVT. Sehingga kondisinya secara realtime tidak bisa terlihat kasat mata.
Namun kerusakan yang terjadi dan tidak ditangani lebih awal berpotensi membuat sepeda motor kehilangan kemampuan untuk mengalirkan tenaga ke roda belakang dan menghambat perjalanan.
Pemilik sepeda motor bisa mengidentifikasikan kerusakan melalui cara lain seperti rasa berkendara.
“Pengendara perlu memperhatikan perubahan suara dan respons sepeda motor saat digunakan,” kata Wahyu Budhi, Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati (WMS) dalam siaran resmi, dikutip Selasa (27/10).
Lebih lanjut dijelaskan ada sejumlah gejala yang muncul apabila ada kerusakan pada CVT sepeda motor.
Pertama muncul decitan dari area CVT khususnya ketika motor mulai bergerak. Hal ini perlu diwaspadai sebab dapat berkaitan dengan kondisi drive belt maupun komponen transmisi lainnya.
Di samping itu, adanya getaran berlebih saat akselerasi awal juga patut jadi perhatian. Ini dapat menjadi tanda adanya gangguan yang perlu diperiksa lebih rinci.
Saat pengendara mulai merasakan tarikan gas yang berbeda dari biasanya, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dengan mekanik agar sumber masalah dapat segera ditemukan.
Pemeriksaan kondisi fisik drive belt harus dilakukan dengan membuka penutup transmisi. Sehingga pastikan untuk mengikuti jadwal perawatan pada buku pedoman.
Ada interval tertentu setiap kelipatan 8.000 kilometer buat pemeriksaan sesuai jadwal. Dalam kesempatan tersebut, mekanik dapat melakukan evaluasi kondisi komponen dan pembersihan ruang CVT.
Jangan lupa bahwa penggantian drive belt perlu mengikuti rekomendasi setiap tipe sepeda motor, bukan sekadar mengikuti jarak tempuh.
Jika pada akhirnya drive belt perlu diganti, pastikan konsumen menggunakan suku cadang asli dari Honda Genuine Parts (HGP) mengikuti spesifikasi sepeda motor.
“Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan serius,” ungkap Wahyu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 September 2026, 09:00 WIB
24 September 2026, 13:00 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
03 Agustus 2026, 17:35 WIB
Terkini
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Muncul wacana insentif mobil hybrid, realisasinya berpeluang menambah angka penjualan lini kendaraan HEV
28 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kepolisian coba mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik saat ada Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026
27 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sejumlah pembalap disebut menolak untuk melakoni MotoGP Qatar 2026 pekan depan karena masalah keamanan
27 Oktober 2026, 18:59 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang dan mendulang poin sempurna di MotoGP Malaysia 2026
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit