Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Ada banyak penyebab motor listrik sulit berkembang, salah satunya adalah kekhawatiran akan jarak tempuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sepeda motor masih menjadi andalan masyarakat dalam bermobilitas, terlihat dari tingginya angka penjualan yang mencapai 6 juta per tahun. Jumlah itu menjadikan Indonesia sebagai pasar kendaraan roda dua terbesar nomor tiga di dunia dan hanya kalah dari China serta India.
Besarnya pasar pun menjadikan banyak perusahaan otomotif roda dua yang masuk ke Tanah Air termasuk juga motor listrik. Terlebih pemerintah telah memberi beragam insentif agar Electric Vehicle bisa berkompetisi.
Kemudahan itu pun telah berhasil meningkatkan pasar motor listrik di Tanah Air. Hanya saja perkembangannya tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.
Walau penjualannya periode 2023 mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat dari tahun sebelumnya tetapi penetrasinya belum optimal. Untuk tahun 2023 saja, jumlah motor listrik hanya sekitar 1 persen dari penjualan unit kendaraan roda dua.
Sedangkan penjualan mobil listrik sudah di atas 2 persen dari total penjualan. Padahal sebelumnya diperkirakan bahwa motor listrik bakal lebih mendapat respon positif.
Ada banyak faktor yang menyebabkan lemahnya permintaan motor listrik di Indonesia. Salah satunya adalah kekhawatiran berkurangnya mobilitas karena jarak tempuhnya terbatas.
“Belum ada produk yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sebab kebanyakan mereka khawatir tidak bisa dipakai jauh, akselerasi kurang optimal atau bingung mengisi daya dimana. Jadi hal-hal dasar seperti inilah penyebab sulitnya EV diterima,” ujar Raditya Wibowo, CEO salah satu produsen motor listrik di Indonesia.
Produsen motor listrik pun harus terbuka bahwa masalah rendahnya penjualan bukan semata-mata tentang harga. Pelaku industri harus menyiapkan produk dan layanan agar bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan terutama dalam hal jarak tempuh, daya tahan serta jaringan charging station maupun aftersales
Hal ini penting karena masyarakat ingin kendaraan yang dimilikinya bisa memiliki kinerja dan ketangguhan seperti sepeda motor bensin. Pabrikan juga harus memberi tambahan edukasi tambahan ke konsumen agar pemahaman konsumen tentang motor listrik dapat meningkat dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 13:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia