Cara Diler Honda Mudahkan Akses Servis Motor buat Konsumen
29 September 2026, 09:00 WIB
Ada banyak penyebab motor listrik sulit berkembang, salah satunya adalah kekhawatiran akan jarak tempuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Sepeda motor masih menjadi andalan masyarakat dalam bermobilitas, terlihat dari tingginya angka penjualan yang mencapai 6 juta per tahun. Jumlah itu menjadikan Indonesia sebagai pasar kendaraan roda dua terbesar nomor tiga di dunia dan hanya kalah dari China serta India.
Besarnya pasar pun menjadikan banyak perusahaan otomotif roda dua yang masuk ke Tanah Air termasuk juga motor listrik. Terlebih pemerintah telah memberi beragam insentif agar Electric Vehicle bisa berkompetisi.
Kemudahan itu pun telah berhasil meningkatkan pasar motor listrik di Tanah Air. Hanya saja perkembangannya tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.
Walau penjualannya periode 2023 mengalami peningkatan lebih dari 3 kali lipat dari tahun sebelumnya tetapi penetrasinya belum optimal. Untuk tahun 2023 saja, jumlah motor listrik hanya sekitar 1 persen dari penjualan unit kendaraan roda dua.
Sedangkan penjualan mobil listrik sudah di atas 2 persen dari total penjualan. Padahal sebelumnya diperkirakan bahwa motor listrik bakal lebih mendapat respon positif.
Ada banyak faktor yang menyebabkan lemahnya permintaan motor listrik di Indonesia. Salah satunya adalah kekhawatiran berkurangnya mobilitas karena jarak tempuhnya terbatas.
“Belum ada produk yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sebab kebanyakan mereka khawatir tidak bisa dipakai jauh, akselerasi kurang optimal atau bingung mengisi daya dimana. Jadi hal-hal dasar seperti inilah penyebab sulitnya EV diterima,” ujar Raditya Wibowo, CEO salah satu produsen motor listrik di Indonesia.
Produsen motor listrik pun harus terbuka bahwa masalah rendahnya penjualan bukan semata-mata tentang harga. Pelaku industri harus menyiapkan produk dan layanan agar bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan terutama dalam hal jarak tempuh, daya tahan serta jaringan charging station maupun aftersales
Hal ini penting karena masyarakat ingin kendaraan yang dimilikinya bisa memiliki kinerja dan ketangguhan seperti sepeda motor bensin. Pabrikan juga harus memberi tambahan edukasi tambahan ke konsumen agar pemahaman konsumen tentang motor listrik dapat meningkat dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 09:00 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 13:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan salah satu fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
Setelah dievaluasi, kebijakan Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas di Ibu Kota
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta di akhir pekan beroperasi di lima lokasi terbatas, layani perpanjangan masa berlaku kartu
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi