Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Menurut AISMOLI Indonesia berpotensi menjadi pasar motor listrik terbesar ke tiga di dunia bersaing sama China
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri terus mendorong adopsi motor listrik. Hal itu agar bisa mengurangi polusi udara yang semakin parah.
Meski berjalan sangat lambat, namun AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) optimistis pasar kendaraan roda dua elektrik dapat terus tumbuh.
Bahkan mereka yakin kalau Tanah Air kelak akan menjadi salah satu pasar motor listrik terbesar ketiga di dunia. Seperti dilontarkan Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI belum lama ini.
Pendapat Alwi bukan tanpa dasar, dia mengaku telah menghimpun data dari McKinsey. Sehingga pasar motor listrik Indonesia bakal bersaing ketat dengan China dan India.
“Pada 2030 nanti keadaannya kurang lebih sama (seperti pasar motor bensin). Nomor satu masih akan dipegang China, kemudian India baru ketiga Indonesia,” ungkap Alwi dalam diskusi bertema Xplore Motor Listrik di Jakarta.
Berangkat dari fakta di atas, Sekretaris AISMOLI tersebut mengungkapkan kalau itu merupakan kesempatan yang bisa dimanfaatkan berbagai pihak.
“Di Indonesia saat ini cukup banyak perusahaan-perusahaan telah mengembangkan motor listrik. Maka ini peluang bagi kita menjadi basis industri serta bisa melakukan ekspor,” tambah dia.
Lebih jauh dia menuturkan kalau sampai Januari 2024, jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” Alwi menuturkan.
Kemudian dia menjelaskan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Meski begitu masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Sebab serapan subsidi motor listrik dari Presiden Jokowi berjalan cukup lambat. Bahkan di 2023 hanya tersalurkan 11.532 unit.
Sedangkan pada tahun ini belum tersalurkan sama sekali. Sehingga peminat motor listrik subdsidi masih sangat minim.
“Ini sebetulnya angka yang sangat kecil dari target telah ditetapkan,” pungkas dia.
Kendati demikian dia menilai kalau masyarakat bisa sangat bebas memilih model motor listrik subsidi. Sebab sudah ada 56 model dapat diboyong sesuai dengan kebutuhan
“Menurut saya ini kesempatan luar biasa bagi masyarakat untuk mulai mencoba beralih ke kendaraan elektrik,” Abdullah Alwi menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi