Purbaya Sebut Insentif Motor Listrik Akan Berjalan Bulan Depan
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Menurut AISMOLI Indonesia berpotensi menjadi pasar motor listrik terbesar ke tiga di dunia bersaing sama China
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri terus mendorong adopsi motor listrik. Hal itu agar bisa mengurangi polusi udara yang semakin parah.
Meski berjalan sangat lambat, namun AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) optimistis pasar kendaraan roda dua elektrik dapat terus tumbuh.
Bahkan mereka yakin kalau Tanah Air kelak akan menjadi salah satu pasar motor listrik terbesar ketiga di dunia. Seperti dilontarkan Abdullah Alwi selaku Sekretaris AISMOLI belum lama ini.
Pendapat Alwi bukan tanpa dasar, dia mengaku telah menghimpun data dari McKinsey. Sehingga pasar motor listrik Indonesia bakal bersaing ketat dengan China dan India.
“Pada 2030 nanti keadaannya kurang lebih sama (seperti pasar motor bensin). Nomor satu masih akan dipegang China, kemudian India baru ketiga Indonesia,” ungkap Alwi dalam diskusi bertema Xplore Motor Listrik di Jakarta.
Berangkat dari fakta di atas, Sekretaris AISMOLI tersebut mengungkapkan kalau itu merupakan kesempatan yang bisa dimanfaatkan berbagai pihak.
“Di Indonesia saat ini cukup banyak perusahaan-perusahaan telah mengembangkan motor listrik. Maka ini peluang bagi kita menjadi basis industri serta bisa melakukan ekspor,” tambah dia.
Lebih jauh dia menuturkan kalau sampai Januari 2024, jumlah kendaraan roda dua setrum sudah menyentuh puluhan ribu unit.
“Sampai hari ini populasi motor listrik di Indonesia sudah sekitar 75 ribu atau sekitar 74.998 unit menurut data SRUT (Sistem Sertifikasi Registrasi Uji Tipe) milik Kemenhub,” Alwi menuturkan.
Kemudian dia menjelaskan kalau jumlah kendaraan roda dua setrum di Tanah Air terus meningkat secara signifikan.
Meski begitu masyarakat dinilai masih perlu waktu cukup lama buat beralih dari kendaraan konvensional menuju motor listrik.
Sebab serapan subsidi motor listrik dari Presiden Jokowi berjalan cukup lambat. Bahkan di 2023 hanya tersalurkan 11.532 unit.
Sedangkan pada tahun ini belum tersalurkan sama sekali. Sehingga peminat motor listrik subdsidi masih sangat minim.
“Ini sebetulnya angka yang sangat kecil dari target telah ditetapkan,” pungkas dia.
Kendati demikian dia menilai kalau masyarakat bisa sangat bebas memilih model motor listrik subsidi. Sebab sudah ada 56 model dapat diboyong sesuai dengan kebutuhan
“Menurut saya ini kesempatan luar biasa bagi masyarakat untuk mulai mencoba beralih ke kendaraan elektrik,” Abdullah Alwi menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Terkini
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025