Indomobil Emotor Tyranno Mirip Motor Listrik Cina, Simak Faktanya

Motor listrik Indomobil Emotor Tyranno memiliki kemiripan dengan produk asal Cina yang dijual lebih murah

Indomobil Emotor Tyranno Mirip Motor Listrik Cina, Simak Faktanya
Denny Basudewa

KatadataOTO – Indomobil Emotor Tyranno meluncur di Indonesia dan menggoda para petualang di dalam negeri. Skutik listrik bergaya adventure ini diklaim memiliki fitur terkini.

Bahkan diklaim jika teknologi yang dibenamkan belum ada di kompetitor. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Secara desain Tyranno cukup atraktif dengan menempatkan dua lampu LED berbentuk bulat di depan. Lalu bodi motor listrik ini dilindungi crash bar atau Exo Armor.

Membuat para penggunanya merasa aman dan nyaman ketika menunggangi di medan menantang sekalipun.

Tyranno
Photo : KatadataOTO

“Kami percaya Tyranno dengan fitur semakin lengkap, akan menjadikannya sebagai motor listrik pilihan nomor satu untuk masyarakat Indonesia,” ujar Pius Wirawan, CEO Indomobil Emotor Internasional di Jakarta (16/06).

Fitur terkini yang dijejalkan pada Tyranno meliputi Smart Inclinometer, Cruise Control dan Smart Touchscreen Speedometer Panel.

Menjadi menarik karena produk kedua Indomobil Emotor yakni Tyranno memiliki kemiripan dengan produk lain asal Cina. Mulai dari bentuk hingga spesifikasi kedua kendaraan bisa dibilang hampir serupa.

Perbedaan hanya pada logo motor hingga crash bar hingga panniers dari depan hingga belakang. Karena di model Indomobil Emotor terdapat logo Tyranno.

Lalu bagaimana tanggapan pihak Indomobil Emotor akan adanya kemiripan produk.

“Sebenarnya sama seperti produk pertama kita (Adora). Memang kita mendesain sendiri, namun untuk moulding kita investasi di luar (negeri),” jawab Pius.

Dengan melakukan moulding di negeri orang, maka dikatakan kemungkinan terdapat produk serupa bukan tidak mungkin.

Pius menjelaskan jika Tyranno merupakan sepeda motor listrik 100 persen hasil assembling di Tanah Air.

Bahkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) Skutik EV tersebut sudah mencapai 50 persen.

Tyranno
Photo : Tangkapan layar

Ia juga memastikan Tyranno adalah motor listrik buatan Indonesia. Bahkan pengembangan unit sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

“Di dunia itu ada 900 juta unit motor dan Cuma terbagi 20 ribuan model. Jadi wajar aja kalau ada yang menyerupai, karena kompetitor juga banyak (memiliki bentuk mirip),” ungkap Pius.

Indomobil Emotor Tyranno dipasarkan dengan banderol Rp 25,9 juta on the road Jakarta. Motor listrik tersebut sudah bisa dipinang di sejumlah diler resmi.


Terkini

news
Mitsubishi Colt L300

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak 27 Februari 2026, Awas Diputar Balik

Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama

news
Yogyakarta

8 Juta Orang Diperkirakan Melintas di DIY Saat Mudik Lebaran 2026

Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas