Honda Sebut EV Murah Belum Bisa Gantikan Peran LCGC
22 September 2026, 13:00 WIB
Kemendag mengambil langkah tegas usai adanya keluhan dari konsumen mengenai rangka eSAF Honda yang keropos
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Masalah rangka eSAF milik Honda yang dinilai karatan atau gampang rusak berbuntut panjang. Pasalnya PT AHM (Astra Honda Motor) sampai dipanggil oleh Kementerian Perdagangan atau Kemendag.
Hal itu dilakukan melalui Jenderal PKTN (Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga). Lalu pertemuan kedua belah pihak digelar di Kantor Kemendag, Jakarta pada Jumat (25/8).
Di dalam kesempatan tersebut PT AHM diminta klarifikasi mengenai keluhan mengenai rangka eSAF yang dialami oleh konsumen di Indonesia belakangan ini.
Sebab Ditjen PKTN memiliki kewenangan melakukan pembinaan dan edukasi guna memastikan terpenuhinya kewajiban pelaku usaha. Sekaligus perlindungan serta pemulihan hak konsumen yang dirugikan.
“Dalam hal ini, terkait konsumen yang mengeluhkan rangka eSAF motor rusak,” ungkap Moga Simatupang, Pelaksana tugas Dirjen PKTN di Katadata, Senin (28/8).
Tak hanya PT AHM dipanggil Kemendang saja, namun Moga menuturkan kalau pihaknya meminta jenama asal Jepang memprioritaskan hak konsumen di Tanah Air.
Lalu bagi para pengguna Honda Beat dan kawan-kawannya mengalami kerusakan pada rangka eSAF dapat menghubungi sejumlah layanan yang sudah disiapkan.
Sebagai informasi dalam pertemuan tersebut, David Budiono selaku Direktur Produksi AHM menyampaikan bahkan sejumlah produknya yang menggunakan rangka eSAF Honda sudah lulus proses pengujian, bahkan sampai diekspor ke beberapa negara.
David mengungkapkan kalau AHM memang pernah menerima beberapa pengaduan dari konsumen mengenai kendala serupa. Namun telah diselesaikan di bengkel-bengkel resmi mereka.
Produsen otomotif tersebut juga melakukan investigasi bahwa rangka sepeda motor patah milik konsumen mereka akibat sering terkena air laut.
Namun kendaraan roda dua yang dimaksud merupakan produk lama dan tak menggunakan rangka jenis eSAF. Lalu sudah diperbaiki sendiri oleh konsumen.
“Masalah yang tampak seperti karat menempel di rangka eSAF Honda adalah silikat berfungsi melapisi hasil pengelasan sehingga membantu dalam mencegah terjadinya oksidasi atau karat, serta membuat hasilnya lebih optimal,” kata David.
Lantas dia menjelaskan kalau hal tersebut sesuatu yang normal terjadi dalam proses produksi bahkan tidak berbahaya. Ia menghimbau para konsumennya agar tak perlu khawatir menggunakan rangka eSAF Honda.
Pasalnya tidak berpengaruh pada kenyamanan maupun keamanan para pengguna Honda Beat, Scoopy, Genio sampai Vario 160.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
17 September 2026, 22:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
Terkini
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026