Fenomena Rojali dan Rohana Hantui IMOS 2025

IMOS 2025 akan menyuguhkan berbagai program pembelian menarik guna meminimalisir fenomena rojali dan rohana

Fenomena Rojali dan Rohana Hantui IMOS 2025
  • Oleh Satrio Adhy

  • Kamis, 11 September 2025 | 20:07 WIB

KatadataOTO – Rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana) tengah merebak di Indonesia. Fenomena ini belakangan sering terjadi di sejumlah pameran.

Bahkan berpeluang ditemukan di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 yang akan berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada 24-28 September mendatang.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengaku telah menyiapkan langkah guna mengantisipasi rojali dan rohana pada pameran sepeda motor tersebut.

“Nanti kita lihat lah, karena kami sudah mensiasati hal itu dengan teman-teman agen pemegang merek,” ungkap Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Pelaksana IMOS 2025 di Jakarta, Rabu (10/09).

IMOS 2024
Photo : Seven Event

Sigit menjelaskan kalau mereka akan menghadirkan berbagai program menarik. Seperti diskon atau potongan harga.

Dengan begitu masyarakat tertarik membeli motor baru di IMOS 2025. Otomatis tren rojali serta rohana diharapkan dapat diminimalisir.

“Untuk tahun ini berharap jumlah pengunjung akan lebih besar dari tahun lalu, karena banyak promo yang kami tampilkan di acara IMOS,” tegas Sigit.

Kemudian Sigit menilai kalau pameran roda dua dan empat berbeda. Mengingat harga motor jauh lebih terjangkau.

Jadi dengan tambahan potongan harga di IMOS 2025, diharapkan fenomena tersebut dapat ditekan.

Incar Transaksi Rp 68 Miliar

AISI tidak mau muluk-muluk dalam memasang target transaksi di IMOS 2025 nanti. Mereka hanya ingin menyamai pencapaian tahun sebelumnya.

"Untuk transaksi kami memasang target kurang lebih sama dengan tahun lalu (Rp 68 miliar),” Sigit menuturkan.

Menurut dia ada berbagai pertimbangan mengapa mereka tidak mau menaikkan jumlah transaksi di IMOS 2025.

Seperti melihat kondisi ekonomi di Tanah Air yang masih tertekan. Sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Ia juga berharap IMOS 2025 mampu membawa dampak positif. Terkhusus untuk pasar kendaraan roda dua di dalam negeri.

Diskon Motor Listrik Honda EM:1 di IMOS 2024
Photo : KatadataOTO

"Harapannya dengan berbagai program ini bisa menggairahkan penjualan dan menarik minat konsumen,” tegas Sigit.

Sekadar mengingatkan, IMOS 2025 diikuti oleh 60 peserta. Terdiri dari pabrikan sepeda motor dan industri pendukung.

Tercatat ada 14 merek kendaraan roda dua yang berpartisipasi di IMOS 2025. Baik anggota AISI maupun non-anggota.


Terkini

mobil
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 20 Januari 2026, Jangan Sembarangan Melintas

Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota

news
SIM keliling Bandung

Hari Ini SIM Keliling Bandung Ada di 2 Lokasi, Simak Jadwalnya

Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Biaya Perpanjang di SIM Keliling Jakarta Hari Ini 20 Januari

SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi

otosport
Ducati

Nostalgia 100 Tahun, Livery Ducati di MotoGP 2026 Tampil Elegan

Ducati Desmosedici GP26 tampil menawan dengan nuansa merah dan putih matte, siap debut di MotoGP 2026

mobil
Toyota Raize

Toyota Raize Dapat Penyegaraan, Ada Tiga Pilihan Paket Aksesoris

Demi menjawab kebutuhan konsumen, TAM baru saja memberikan penyegaran pada Toyota Raize pada beberapa bagian

mobil
Wuling

Harga Mobil Listrik Wuling Januari 2026, Naik Tanpa Insentif

Tanpa insentif pajak dari pemerintah, harga mobil listrik Wuling mengalami kenaikan mulai dari Rp 30 jutaan

mobil
Suzuki Jimny 3 pintu

Diskon Suzuki Jimny 3 Pintu NIK 2025, Cocok Dipakai Lebaran 2026

Untuk Anda yang sedang mencari mobil baru, Ada diskon Suzuki Jimny 3 pintu selama periode Januari 2026

mobil
Baterai Mobil Listrik

Cina Mulai Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Mobil Listrik

Ada beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Cina dalam proses daur ulang baterai mobil listrik