Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
BP AKR jadi salah satu SPBU swasta yang sempat mengalami kelangkaan BBM, ESDM arahkan pembelian ke Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya Shell yang mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun kondisi serupa turut dihadapi oleh BP AKR.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta itu juga tidak memiliki stok untuk produk BP 92 maupun Ultimate.
Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan. Sehingga para pengendara mobil dan motor kesulitan mendapatkan BBM BP AKR.
Sementara guna menangani kasus yang sedang terjadi, BP AKR diinstruksikan buat membeli BBM ke Pertamina oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
BP AKR pun buka suara mengenai saran yang diberikan. Mereka menyampaikan ada kompleksitas kondisi BP ketika harus membeli BBM dari Pertamina.
“Pada intinya yang kami cari adalah solusi yang win-win untuk semua. Paling penting adalah win-win untuk masyarakat,” ungkap Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara, Kamis (11/09).
Vanda menyampaikan kalau masing-masing badan usaha seperti BP AKR, Shell sampai Pertamina memiliki zat tambahan (aditif) berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
Oleh sebab itu Vanda mengungkapkan kalau mereka masih mencari solusi alternatif dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM.
“Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” Vanda melanjutkan.
Lebih jauh Vanda menjelaskan kalau mereka enggan mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sehingga tidak merugikan konsumen di Tanah Air.
“Tentu kami juga harus mengevaluasi lebih lanjut dan mengantisipasi apabila ada potensi risiko dan lain sebagainya,” tegas Vanda.
Sekadar mengingatkan beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM mempersilahkan BP AKR serta Shell untuk membeli BBM di Pertamina.
Bahlil mengungkapkan kalau Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor tambahan buat masing-masing SPBU swasta sebanyak 10 persen, dibandingkan jatah di 2024.
“Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silahkan kolaborasi b to b dengan Pertamina,” kata Bahlil seperti diberitakan Katadata sebelumnya.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Hal tersebut dilakukan karena menyangkut dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Hajat hidup orang banyak itu alangkah lebih bagusnya dikuasai oleh negara, tetapi bukan berarti total semuanya dikuasai oleh negara. Saya pikir sudah adil kok, sudah dikasih 110 persen,” Bahlik menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027