Penerapan Biodiesel B50 1 Juli Dipercaya Bawa Banyak Efek Positif
18 Juni 2026, 07:00 WIB
BP AKR jadi salah satu SPBU swasta yang sempat mengalami kelangkaan BBM, ESDM arahkan pembelian ke Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya Shell yang mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun kondisi serupa turut dihadapi oleh BP AKR.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta itu juga tidak memiliki stok untuk produk BP 92 maupun Ultimate.
Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan. Sehingga para pengendara mobil dan motor kesulitan mendapatkan BBM BP AKR.
Sementara guna menangani kasus yang sedang terjadi, BP AKR diinstruksikan buat membeli BBM ke Pertamina oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
BP AKR pun buka suara mengenai saran yang diberikan. Mereka menyampaikan ada kompleksitas kondisi BP ketika harus membeli BBM dari Pertamina.
“Pada intinya yang kami cari adalah solusi yang win-win untuk semua. Paling penting adalah win-win untuk masyarakat,” ungkap Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara, Kamis (11/09).
Vanda menyampaikan kalau masing-masing badan usaha seperti BP AKR, Shell sampai Pertamina memiliki zat tambahan (aditif) berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
Oleh sebab itu Vanda mengungkapkan kalau mereka masih mencari solusi alternatif dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM.
“Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” Vanda melanjutkan.
Lebih jauh Vanda menjelaskan kalau mereka enggan mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sehingga tidak merugikan konsumen di Tanah Air.
“Tentu kami juga harus mengevaluasi lebih lanjut dan mengantisipasi apabila ada potensi risiko dan lain sebagainya,” tegas Vanda.
Sekadar mengingatkan beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM mempersilahkan BP AKR serta Shell untuk membeli BBM di Pertamina.
Bahlil mengungkapkan kalau Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor tambahan buat masing-masing SPBU swasta sebanyak 10 persen, dibandingkan jatah di 2024.
“Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silahkan kolaborasi b to b dengan Pertamina,” kata Bahlil seperti diberitakan Katadata sebelumnya.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Hal tersebut dilakukan karena menyangkut dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Hajat hidup orang banyak itu alangkah lebih bagusnya dikuasai oleh negara, tetapi bukan berarti total semuanya dikuasai oleh negara. Saya pikir sudah adil kok, sudah dikasih 110 persen,” Bahlik menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
06 Juni 2026, 18:08 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
Terkini
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersedia di lima tempat berbeda sekitar Ibukota, simak informasi lengkapnya di sini
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap menjadi andalan dalam memecah kebuntuan lalu lintas terutama di jam sibuk
18 Juni 2026, 06:00 WIB
Buat Anda yang ingin mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, wajib memperhatikan jadwal maupun lokasinya
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD