Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
BP AKR jadi salah satu SPBU swasta yang sempat mengalami kelangkaan BBM, ESDM arahkan pembelian ke Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya Shell yang mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun kondisi serupa turut dihadapi oleh BP AKR.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta itu juga tidak memiliki stok untuk produk BP 92 maupun Ultimate.
Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan. Sehingga para pengendara mobil dan motor kesulitan mendapatkan BBM BP AKR.
Sementara guna menangani kasus yang sedang terjadi, BP AKR diinstruksikan buat membeli BBM ke Pertamina oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
BP AKR pun buka suara mengenai saran yang diberikan. Mereka menyampaikan ada kompleksitas kondisi BP ketika harus membeli BBM dari Pertamina.
“Pada intinya yang kami cari adalah solusi yang win-win untuk semua. Paling penting adalah win-win untuk masyarakat,” ungkap Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara, Kamis (11/09).
Vanda menyampaikan kalau masing-masing badan usaha seperti BP AKR, Shell sampai Pertamina memiliki zat tambahan (aditif) berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
Oleh sebab itu Vanda mengungkapkan kalau mereka masih mencari solusi alternatif dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM.
“Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” Vanda melanjutkan.
Lebih jauh Vanda menjelaskan kalau mereka enggan mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sehingga tidak merugikan konsumen di Tanah Air.
“Tentu kami juga harus mengevaluasi lebih lanjut dan mengantisipasi apabila ada potensi risiko dan lain sebagainya,” tegas Vanda.
Sekadar mengingatkan beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM mempersilahkan BP AKR serta Shell untuk membeli BBM di Pertamina.
Bahlil mengungkapkan kalau Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor tambahan buat masing-masing SPBU swasta sebanyak 10 persen, dibandingkan jatah di 2024.
“Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silahkan kolaborasi b to b dengan Pertamina,” kata Bahlil seperti diberitakan Katadata sebelumnya.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Hal tersebut dilakukan karena menyangkut dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Hajat hidup orang banyak itu alangkah lebih bagusnya dikuasai oleh negara, tetapi bukan berarti total semuanya dikuasai oleh negara. Saya pikir sudah adil kok, sudah dikasih 110 persen,” Bahlik menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya
16 September 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara hari ini bisa lebih mudah dengan mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik