Astra UD Trucks Berkongsi Strategis Dengan Pertamina Patra Niaga
28 Januari 2026, 18:00 WIB
BP AKR jadi salah satu SPBU swasta yang sempat mengalami kelangkaan BBM, ESDM arahkan pembelian ke Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tidak hanya Shell yang mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun kondisi serupa turut dihadapi oleh BP AKR.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta itu juga tidak memiliki stok untuk produk BP 92 maupun Ultimate.
Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan. Sehingga para pengendara mobil dan motor kesulitan mendapatkan BBM BP AKR.
Sementara guna menangani kasus yang sedang terjadi, BP AKR diinstruksikan buat membeli BBM ke Pertamina oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
BP AKR pun buka suara mengenai saran yang diberikan. Mereka menyampaikan ada kompleksitas kondisi BP ketika harus membeli BBM dari Pertamina.
“Pada intinya yang kami cari adalah solusi yang win-win untuk semua. Paling penting adalah win-win untuk masyarakat,” ungkap Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara, Kamis (11/09).
Vanda menyampaikan kalau masing-masing badan usaha seperti BP AKR, Shell sampai Pertamina memiliki zat tambahan (aditif) berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
Oleh sebab itu Vanda mengungkapkan kalau mereka masih mencari solusi alternatif dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM.
“Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” Vanda melanjutkan.
Lebih jauh Vanda menjelaskan kalau mereka enggan mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sehingga tidak merugikan konsumen di Tanah Air.
“Tentu kami juga harus mengevaluasi lebih lanjut dan mengantisipasi apabila ada potensi risiko dan lain sebagainya,” tegas Vanda.
Sekadar mengingatkan beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM mempersilahkan BP AKR serta Shell untuk membeli BBM di Pertamina.
Bahlil mengungkapkan kalau Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor tambahan buat masing-masing SPBU swasta sebanyak 10 persen, dibandingkan jatah di 2024.
“Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silahkan kolaborasi b to b dengan Pertamina,” kata Bahlil seperti diberitakan Katadata sebelumnya.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Hal tersebut dilakukan karena menyangkut dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Hajat hidup orang banyak itu alangkah lebih bagusnya dikuasai oleh negara, tetapi bukan berarti total semuanya dikuasai oleh negara. Saya pikir sudah adil kok, sudah dikasih 110 persen,” Bahlik menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Januari 2026, 18:00 WIB
20 Januari 2026, 08:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
13 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Terkini
30 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda dikabarkan baru saja mendapatkan tanda tangan Fabio Quartararo untuk dua musim atau sampai 2028
30 Januari 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung guna melayani pengendara di Kota Kembang
30 Januari 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat sebab tidak ada dispensasi, manfaatkan fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
30 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terakhir di di Januari 2026 akan berlangsung hari ini dengan beragam pengawasan dari petugas
29 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan
29 Januari 2026, 20:00 WIB
Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial
29 Januari 2026, 19:08 WIB
Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi
29 Januari 2026, 16:00 WIB
Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026