Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Motor Listrik kini menjadi incaran komplotan maling yang mulai beraksi sejak dua tahun lalu dengan modus baru
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor listrik kini menjadi tren baru banyak negara termasuk Indonesia. Populasinya terus bertambah seiring perkembangan zaman.
Meskipun sudah semakin banyak digunakan, namun potensi pergantian era dari mesin bakar ke elektrifikasi nampaknya masih cukup lama. Apalagi di Indonesia yang masih memiliki beberapa rintangan dalam proses peralihan.
Punahnya motor konvensional diyakini banyak orang memang akan memakan waktu cukup lama. Namun modus pencurian kendaraan roda dua saat ini terus berkembang.
Komplotan maling kini mengincar motor listrik sebagai barang incarannya. Mereka tidak terlalu tertarik lagi dengan kendaraan bermesin bensin.
Walau motor listrik hanya memiliki beberapa komponen sederhana, tetap saja menarik perhatian para penggasak kendaraan. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah baterai dari kendaraan ramah lingkungan.
Jika pada umumnya kendaran konvensional yang dicuri lalu komponennya dijual terpisah. Dari mesin sendiri bisa dipreteli sehingga menjadikannya lebih bernilai.
Sementara para pencuri dikatakan hanya mengambil baterainya saja. Barang tersebut cukup bernilai sehingga cukup menggoda maling.
Maling baterai motor listrik sudah mulai terjadi di Milan, Italia. Seperti dilansir oleh Rideapart, 12 orang sudah ditangkap dengan tuduhan pencurian baterai dari kendaraan listrik
Komplotan tersebut beraksi dengan target kendaraan sharing atau pakai bersama. Kendaraan yang umumnya berada di pinggir jalan ini rentan mengalami pencurian karena tidak ada penjagaan.
Berdasarkan penuturan para pencuri, mereka dengan mudah menjual baterai curian di pasar gelap. Karena para pemilik motor ramah lingkungan pada umumnya mencari baterai pengganti sebagai cadangan di rumah masing-masing.
Fakta aneh dari kejadian tersebut adalah pabrikan motor listrik biasanya menyematkan kode yang rumit. Untuk bisa menggunakannya kembali pada unit berbeda, dibutuhkan skill untuk membuka kode dari masing-masing pabrikan.
Sehingga para pencuri sudah cukup terorganisir untuk mengolah semua data yang hendak diretas. Mereka juga diduga memiliki alat modern guna memecahkan kode tersebut.
Melalui 12 orang yang berhasil ditangkap medio 2020 hingga 2021, diperkirakan terdapat 700 paket baterai telah dicuri. Disebutkan bahwa setiap baterai yang mereka curi dapat dijual kembali dengan harga mencapai 1.000 Euro atau sekitar Rp15 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 17:50 WIB
Sebanyak 1.000 unit iCar V23 yang terpesan terkirim ke tangan konsumen di Indonesia, jadi pencapaian baru
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya