Cara Alva Manjakan Para Konsumen, Buat Banyak Charging Station
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Motor Listrik kini menjadi incaran komplotan maling yang mulai beraksi sejak dua tahun lalu dengan modus baru
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor listrik kini menjadi tren baru banyak negara termasuk Indonesia. Populasinya terus bertambah seiring perkembangan zaman.
Meskipun sudah semakin banyak digunakan, namun potensi pergantian era dari mesin bakar ke elektrifikasi nampaknya masih cukup lama. Apalagi di Indonesia yang masih memiliki beberapa rintangan dalam proses peralihan.
Punahnya motor konvensional diyakini banyak orang memang akan memakan waktu cukup lama. Namun modus pencurian kendaraan roda dua saat ini terus berkembang.
Komplotan maling kini mengincar motor listrik sebagai barang incarannya. Mereka tidak terlalu tertarik lagi dengan kendaraan bermesin bensin.
Walau motor listrik hanya memiliki beberapa komponen sederhana, tetap saja menarik perhatian para penggasak kendaraan. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah baterai dari kendaraan ramah lingkungan.
Jika pada umumnya kendaran konvensional yang dicuri lalu komponennya dijual terpisah. Dari mesin sendiri bisa dipreteli sehingga menjadikannya lebih bernilai.
Sementara para pencuri dikatakan hanya mengambil baterainya saja. Barang tersebut cukup bernilai sehingga cukup menggoda maling.
Maling baterai motor listrik sudah mulai terjadi di Milan, Italia. Seperti dilansir oleh Rideapart, 12 orang sudah ditangkap dengan tuduhan pencurian baterai dari kendaraan listrik
Komplotan tersebut beraksi dengan target kendaraan sharing atau pakai bersama. Kendaraan yang umumnya berada di pinggir jalan ini rentan mengalami pencurian karena tidak ada penjagaan.
Berdasarkan penuturan para pencuri, mereka dengan mudah menjual baterai curian di pasar gelap. Karena para pemilik motor ramah lingkungan pada umumnya mencari baterai pengganti sebagai cadangan di rumah masing-masing.
Fakta aneh dari kejadian tersebut adalah pabrikan motor listrik biasanya menyematkan kode yang rumit. Untuk bisa menggunakannya kembali pada unit berbeda, dibutuhkan skill untuk membuka kode dari masing-masing pabrikan.
Sehingga para pencuri sudah cukup terorganisir untuk mengolah semua data yang hendak diretas. Mereka juga diduga memiliki alat modern guna memecahkan kode tersebut.
Melalui 12 orang yang berhasil ditangkap medio 2020 hingga 2021, diperkirakan terdapat 700 paket baterai telah dicuri. Disebutkan bahwa setiap baterai yang mereka curi dapat dijual kembali dengan harga mencapai 1.000 Euro atau sekitar Rp15 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
07 April 2026, 16:41 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal