Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor Listrik kini menjadi incaran komplotan maling yang mulai beraksi sejak dua tahun lalu dengan modus baru
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor listrik kini menjadi tren baru banyak negara termasuk Indonesia. Populasinya terus bertambah seiring perkembangan zaman.
Meskipun sudah semakin banyak digunakan, namun potensi pergantian era dari mesin bakar ke elektrifikasi nampaknya masih cukup lama. Apalagi di Indonesia yang masih memiliki beberapa rintangan dalam proses peralihan.
Punahnya motor konvensional diyakini banyak orang memang akan memakan waktu cukup lama. Namun modus pencurian kendaraan roda dua saat ini terus berkembang.
Komplotan maling kini mengincar motor listrik sebagai barang incarannya. Mereka tidak terlalu tertarik lagi dengan kendaraan bermesin bensin.
Walau motor listrik hanya memiliki beberapa komponen sederhana, tetap saja menarik perhatian para penggasak kendaraan. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah baterai dari kendaraan ramah lingkungan.
Jika pada umumnya kendaran konvensional yang dicuri lalu komponennya dijual terpisah. Dari mesin sendiri bisa dipreteli sehingga menjadikannya lebih bernilai.
Sementara para pencuri dikatakan hanya mengambil baterainya saja. Barang tersebut cukup bernilai sehingga cukup menggoda maling.
Maling baterai motor listrik sudah mulai terjadi di Milan, Italia. Seperti dilansir oleh Rideapart, 12 orang sudah ditangkap dengan tuduhan pencurian baterai dari kendaraan listrik
Komplotan tersebut beraksi dengan target kendaraan sharing atau pakai bersama. Kendaraan yang umumnya berada di pinggir jalan ini rentan mengalami pencurian karena tidak ada penjagaan.
Berdasarkan penuturan para pencuri, mereka dengan mudah menjual baterai curian di pasar gelap. Karena para pemilik motor ramah lingkungan pada umumnya mencari baterai pengganti sebagai cadangan di rumah masing-masing.
Fakta aneh dari kejadian tersebut adalah pabrikan motor listrik biasanya menyematkan kode yang rumit. Untuk bisa menggunakannya kembali pada unit berbeda, dibutuhkan skill untuk membuka kode dari masing-masing pabrikan.
Sehingga para pencuri sudah cukup terorganisir untuk mengolah semua data yang hendak diretas. Mereka juga diduga memiliki alat modern guna memecahkan kode tersebut.
Melalui 12 orang yang berhasil ditangkap medio 2020 hingga 2021, diperkirakan terdapat 700 paket baterai telah dicuri. Disebutkan bahwa setiap baterai yang mereka curi dapat dijual kembali dengan harga mencapai 1.000 Euro atau sekitar Rp15 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika