Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Motor Listrik kini menjadi incaran komplotan maling yang mulai beraksi sejak dua tahun lalu dengan modus baru
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor listrik kini menjadi tren baru banyak negara termasuk Indonesia. Populasinya terus bertambah seiring perkembangan zaman.
Meskipun sudah semakin banyak digunakan, namun potensi pergantian era dari mesin bakar ke elektrifikasi nampaknya masih cukup lama. Apalagi di Indonesia yang masih memiliki beberapa rintangan dalam proses peralihan.
Punahnya motor konvensional diyakini banyak orang memang akan memakan waktu cukup lama. Namun modus pencurian kendaraan roda dua saat ini terus berkembang.
Komplotan maling kini mengincar motor listrik sebagai barang incarannya. Mereka tidak terlalu tertarik lagi dengan kendaraan bermesin bensin.
Walau motor listrik hanya memiliki beberapa komponen sederhana, tetap saja menarik perhatian para penggasak kendaraan. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah baterai dari kendaraan ramah lingkungan.
Jika pada umumnya kendaran konvensional yang dicuri lalu komponennya dijual terpisah. Dari mesin sendiri bisa dipreteli sehingga menjadikannya lebih bernilai.
Sementara para pencuri dikatakan hanya mengambil baterainya saja. Barang tersebut cukup bernilai sehingga cukup menggoda maling.
Maling baterai motor listrik sudah mulai terjadi di Milan, Italia. Seperti dilansir oleh Rideapart, 12 orang sudah ditangkap dengan tuduhan pencurian baterai dari kendaraan listrik
Komplotan tersebut beraksi dengan target kendaraan sharing atau pakai bersama. Kendaraan yang umumnya berada di pinggir jalan ini rentan mengalami pencurian karena tidak ada penjagaan.
Berdasarkan penuturan para pencuri, mereka dengan mudah menjual baterai curian di pasar gelap. Karena para pemilik motor ramah lingkungan pada umumnya mencari baterai pengganti sebagai cadangan di rumah masing-masing.
Fakta aneh dari kejadian tersebut adalah pabrikan motor listrik biasanya menyematkan kode yang rumit. Untuk bisa menggunakannya kembali pada unit berbeda, dibutuhkan skill untuk membuka kode dari masing-masing pabrikan.
Sehingga para pencuri sudah cukup terorganisir untuk mengolah semua data yang hendak diretas. Mereka juga diduga memiliki alat modern guna memecahkan kode tersebut.
Melalui 12 orang yang berhasil ditangkap medio 2020 hingga 2021, diperkirakan terdapat 700 paket baterai telah dicuri. Disebutkan bahwa setiap baterai yang mereka curi dapat dijual kembali dengan harga mencapai 1.000 Euro atau sekitar Rp15 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta