Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Motor Listrik kini menjadi incaran komplotan maling yang mulai beraksi sejak dua tahun lalu dengan modus baru
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor listrik kini menjadi tren baru banyak negara termasuk Indonesia. Populasinya terus bertambah seiring perkembangan zaman.
Meskipun sudah semakin banyak digunakan, namun potensi pergantian era dari mesin bakar ke elektrifikasi nampaknya masih cukup lama. Apalagi di Indonesia yang masih memiliki beberapa rintangan dalam proses peralihan.
Punahnya motor konvensional diyakini banyak orang memang akan memakan waktu cukup lama. Namun modus pencurian kendaraan roda dua saat ini terus berkembang.
Komplotan maling kini mengincar motor listrik sebagai barang incarannya. Mereka tidak terlalu tertarik lagi dengan kendaraan bermesin bensin.
Walau motor listrik hanya memiliki beberapa komponen sederhana, tetap saja menarik perhatian para penggasak kendaraan. Salah satunya yang mencuri perhatian adalah baterai dari kendaraan ramah lingkungan.
Jika pada umumnya kendaran konvensional yang dicuri lalu komponennya dijual terpisah. Dari mesin sendiri bisa dipreteli sehingga menjadikannya lebih bernilai.
Sementara para pencuri dikatakan hanya mengambil baterainya saja. Barang tersebut cukup bernilai sehingga cukup menggoda maling.
Maling baterai motor listrik sudah mulai terjadi di Milan, Italia. Seperti dilansir oleh Rideapart, 12 orang sudah ditangkap dengan tuduhan pencurian baterai dari kendaraan listrik
Komplotan tersebut beraksi dengan target kendaraan sharing atau pakai bersama. Kendaraan yang umumnya berada di pinggir jalan ini rentan mengalami pencurian karena tidak ada penjagaan.
Berdasarkan penuturan para pencuri, mereka dengan mudah menjual baterai curian di pasar gelap. Karena para pemilik motor ramah lingkungan pada umumnya mencari baterai pengganti sebagai cadangan di rumah masing-masing.
Fakta aneh dari kejadian tersebut adalah pabrikan motor listrik biasanya menyematkan kode yang rumit. Untuk bisa menggunakannya kembali pada unit berbeda, dibutuhkan skill untuk membuka kode dari masing-masing pabrikan.
Sehingga para pencuri sudah cukup terorganisir untuk mengolah semua data yang hendak diretas. Mereka juga diduga memiliki alat modern guna memecahkan kode tersebut.
Melalui 12 orang yang berhasil ditangkap medio 2020 hingga 2021, diperkirakan terdapat 700 paket baterai telah dicuri. Disebutkan bahwa setiap baterai yang mereka curi dapat dijual kembali dengan harga mencapai 1.000 Euro atau sekitar Rp15 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara