Cara Alva Manjakan Para Konsumen, Buat Banyak Charging Station
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Dianggap bisa membuat harga motor listrik jadi lebih murah, namun Alva ogah pakai skema sewa baterai
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Ada sejumlah cara bisa dilakukan produsen untuk menekan harga motor listrik. Salah satunya adalah memberlakukan sistem sewa baterai.
Dengan begitu komponen penampung daya tersebut menjadi tanggung jawab produsen sepenuhnya. Pelanggan cukup membayar biaya berlangganan baterai.
Adapun banderol parts kendaraan listrik di atas masih terbilang mahal. Pada BEV (Battery Electric Vehicle) roda empat bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.
Meski bisa jadi salah satu solusi, namun hingga sekarang Alva ogah pakai skema sewa baterai karena beberapa alasan.
Hal itu disampaikan oleh Purbaja Pantja, Chief Executive Officer Alva. Ia menegaskan sekarang pihaknya belum ada rencana menerapkan sistem sewa baterai meski sudah diterapkan beberapa pabrik lain.
“Tidak ada pertimbangan. Kalaupun kita ke arah sana (sewa) kita hanya memikirkan pelanggan, apakah itu jadi sesuatu yang mereka butuhkan atau inginkan,” ucap Purbaja di Bintaro, Kamis (16/5).
Menurut Purbaja masih ada cara lain bisa dilakukan produsen agar harga motor listrik jadi lebih murah, tidak sebatas skema penyewaan baterai.
Namun ia tidak memungkiri bahwa mengeliminasi baterai dari motor listrik dapat menekan banderol secara keseluruhan.
“Apakah kita akan melakukan segera, menurut saya tidak. Tapi kita tidak pernah tahu,” kata Purbaja.
Untuk diketahui motor listrik Alva One dan Cervo sudah diproduksi lokal dan memenuhi persyaratan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), sehingga menerima subsidi dari pemerintah.
Persentase TKDN Alva One ada di 44 persen, harga OTR Jabodetabek Rp 29,4 jutaan. Sedangkan TKDN Alva Cervo adalah 43 persen dan dijual ke konsumen di Rp 35,7 jutaan.
Sebagai perbandingan salah satu merek motor listrik yang dijual dengan sistem top up yang bisa dilakukan melalui aplikasi Swap adalah Smoot.
Bicara biaya, buat kuota 200 km berlaku 30 hari dengan biaya Rp 40.000. Sedangkan kuota 400 km selama 60 hari bisa berlangganan seharga Rp 70.000.
Model Smoot Zuzu dan Smoot Tempur sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Dikurangi harga baterai, keduanya dijual seharga Rp 11 jutaan sampai Rp 12 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
07 April 2026, 16:41 WIB
Terkini
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati Indonesia menggelar ajang riding We Ride As One 2026 di Bali, libatkan lebih dari 100 peserta
10 Mei 2026, 06:01 WIB
MG menilai kuota insentif mobil listrik yang tengah disiapkan pemerintah, masih kurang dan bisa ditambah lagi
09 Mei 2026, 20:35 WIB
Marco Bezzecchi cukup percaya diri untuk menjalani MotoGP Prancis 2026 berbekal kemenangan pada musim 2023
09 Mei 2026, 20:31 WIB
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi podium di Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Francesco Bagnaia sumbangkan poin
09 Mei 2026, 11:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan mobilitas konsumen, Alva Studio Indy Bintaro resmi didirikan di Tangerang Selatan
08 Mei 2026, 19:00 WIB
Ford memberikan sejumlah keuntungan bagi para pelanggan di Tanah Air, salah satunya adalah voucher bensin
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Insentif mobil listrik berupa pembebasan pajak, diyakini dapat kembali menggairahkan penjualan EV tahun ini
08 Mei 2026, 09:00 WIB
Yadea Indonesia melakukan uji produk dengan melibatkan banyak pihak untuk membuktikan kualitas motor listrik