Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Kuota motor listrik subsidi yang mulai menipis pada Juli 2024 membuat Aismoli berharap jumlahnya ditambah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memasuki Juli 2024, kuota motor listrik subsidi sudah menipis. Dilansir dari laman SISAPIRa, telah menyentuh angka 24.042 unit yang tersalurkan.
Lalu terdapat 15.375 orang mendaftarkan diri pada Kamis (11/7) pagi. Sementara itu 861 konsumen masih menjalani proses verifikasi.
Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) pun optimistis kuota motor listrik yang ditetapkan bakal segera habis dalam waktu dekat.
“Kita lihat di Juli sudah hampir menyentuh 50 ribu unit. Rasanya target di 2024 dapat segera tercapai,” ujar Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli kepada KatadataOTO.
Budi pun memohon ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau menambah kuota motor listrik subsidi tahun ini. Sehingga lebih banyak kendaraan ramah lingkungan yang beroperasi di jalan.
“Kami berharap jumlah motor listrik bantuan pemerintah bisa lebih dari 50 ribu unit sepanjang 2024,” Budi menambahkan.
Budi memang tidak menampik kalau minat masyarakat terhadap kendaraan roda dua setrum meningkat. Apalagi setelah pemerintah mempermudah syarat bagi penerimanya.
Sekarang masyarakat bisa memanfaatkan bantuan dari Presiden Jokowi cukup dengan menggunakan satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) saja untuk mendapatkan satu unit motor listrik.
Lalu merek motor listrik subsidi yang bisa dibeli terbilang melimpah. Tercatat pada Juli 2024 terdapat 57 model di laman SISAPIRa.
“Artinya makin banyak masyarakat yang paham nilai motor listrik. Selain itu mereka tahu terdapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp 7 juta,” kata Budi.
Aismoli pun percaya diri makin banyak masyarakat mau beralih dari kendaraan konvensional. Lalu kuota telah ditetapkan pemerintah di 2024 bisa terserap maksimal.
“Kalau saya lihat, cari di media sosial dan perhatikan di jalanan sudah makin banyak yang pakai. Jadi masyarakat paham ke depan kendaraan listrik akan mendominasi,” tutur Budi.
Memang sebelumnya pemerintah telah menyiapkan dana sebesar US$ 455 juta atau Rp 7,3 triliun untuk digunakan sebagai subsidi motor listrik.
“Subsidi tersebut mencakup penjualan 800 ribu sepeda motor listrik baru serta konversi 200 ribu kendaraan roda dua bermesin pembakaran,” ucap Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Berkat adanya subsidi maka diharapkan selisih harga kendaraan roda dua elektrik dengan motor konvensional bisa menurun serta lebih terjangkau.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu