Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya sebelum meluncurkan model yang dianggap sesuai untuk masyarakat
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Tidak melulu bicara soal kualitas produk yang tentunya terjaga, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya
PT Astra Honda Motor (AHM) sendiri memiliki hitung-hitungan tertentu dalam menyikapi perkembangan kendaraan listrik. Dan saat ini telah memastikan akan meluncurkan 2 model motor listrik pada 2023 yang sejalan dengan roadmap mereka hingga 2030.
Namun demikian, hingga saat ini AHM mengaku masih melakukan study. Menurut Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing AHM pihaknya tidak melulu berbicara soal produk, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya.
"Kita concern pada kualitas safety. Kita benar-benar berhitung. Jadi bukan hanya produknya saja, tapi bagaimana menciptakan ekosistemnya," ujar Octa di saat acara buka puasa AHM bersama media, Selasa (10/4/2023).
Okta menambahkan jika AHM hanya memikirkan produk akan berakhir hanya sampai target penjualan. Tapi ia juga fokus bagaimana menanggulangi masalah-masalah motor listrik yang terjadi setelah digunakan oleh konsumen.
"Kalau hanya produk, hanya jual kemudian selesai. Lalu bagaimana jika konsumen mengeluh mogok di jalan bagaimana? Bingung charge di mana? Keseluruhan ekosistem ini yang juga kita pikirkan bersama-sama, jadi tidak hanya produk," tambah Okta Octa pengganti Thomas Widjaya yang baru saja naik menggantikan Johannes Loman sebagai Executive Vice President Director AHM.
Dalam kesempatan ini juga disebutkan bahwa AHM memberikan respon positif soal langkah pemerintah terhadap kendaraan listrik. Seperti yang sekarang dilakukan adalah menjalankan insentif motor listrik sebesar Rp 7juta dengan beberapa syarat.
AHM sendiri masih belum memberikan bocoran mengenai 2 model motor listrik yang rencananya akan diluncurkan semester 2 2023. Menurut Thomas Widjaya, pihaknya ingin terus memastikan bahwa 2 produknya tersebut cocok digunakan untuk konsumen Indonesia.
Yang cukup menarik Thomas menyakini bahwa pihaknya akan memberikan pilihan dalam penggunaan baterai swap atau tanam. Kedua pilihan baterai tersebut disebut bisa dicharge di rumah.
"Sejak diperkenalkan roadmap di IMOS, kita masih terus pelajari penyesuaian, spesifikasi juga fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen kita di tanah air. Ini baik dari konturnya, infrastrukturnya dan soal safety," jelas Thomas.
Ia juga menambahkan bahwa AHM ingin memanfaatkan subsidi pemerintah untuk sepedamotor listrik dengan berbagai kententuanya. Salah satu yang dipelajari adalah setiap produk elektriknya nanti bisa mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen dan bisa dipenuhi secara bertahap.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
06 Agustus 2026, 13:00 WIB
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse