Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya sebelum meluncurkan model yang dianggap sesuai untuk masyarakat
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Tidak melulu bicara soal kualitas produk yang tentunya terjaga, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya
PT Astra Honda Motor (AHM) sendiri memiliki hitung-hitungan tertentu dalam menyikapi perkembangan kendaraan listrik. Dan saat ini telah memastikan akan meluncurkan 2 model motor listrik pada 2023 yang sejalan dengan roadmap mereka hingga 2030.
Namun demikian, hingga saat ini AHM mengaku masih melakukan study. Menurut Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing AHM pihaknya tidak melulu berbicara soal produk, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya.
"Kita concern pada kualitas safety. Kita benar-benar berhitung. Jadi bukan hanya produknya saja, tapi bagaimana menciptakan ekosistemnya," ujar Octa di saat acara buka puasa AHM bersama media, Selasa (10/4/2023).
Okta menambahkan jika AHM hanya memikirkan produk akan berakhir hanya sampai target penjualan. Tapi ia juga fokus bagaimana menanggulangi masalah-masalah motor listrik yang terjadi setelah digunakan oleh konsumen.
"Kalau hanya produk, hanya jual kemudian selesai. Lalu bagaimana jika konsumen mengeluh mogok di jalan bagaimana? Bingung charge di mana? Keseluruhan ekosistem ini yang juga kita pikirkan bersama-sama, jadi tidak hanya produk," tambah Okta Octa pengganti Thomas Widjaya yang baru saja naik menggantikan Johannes Loman sebagai Executive Vice President Director AHM.
Dalam kesempatan ini juga disebutkan bahwa AHM memberikan respon positif soal langkah pemerintah terhadap kendaraan listrik. Seperti yang sekarang dilakukan adalah menjalankan insentif motor listrik sebesar Rp 7juta dengan beberapa syarat.
AHM sendiri masih belum memberikan bocoran mengenai 2 model motor listrik yang rencananya akan diluncurkan semester 2 2023. Menurut Thomas Widjaya, pihaknya ingin terus memastikan bahwa 2 produknya tersebut cocok digunakan untuk konsumen Indonesia.
Yang cukup menarik Thomas menyakini bahwa pihaknya akan memberikan pilihan dalam penggunaan baterai swap atau tanam. Kedua pilihan baterai tersebut disebut bisa dicharge di rumah.
"Sejak diperkenalkan roadmap di IMOS, kita masih terus pelajari penyesuaian, spesifikasi juga fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen kita di tanah air. Ini baik dari konturnya, infrastrukturnya dan soal safety," jelas Thomas.
Ia juga menambahkan bahwa AHM ingin memanfaatkan subsidi pemerintah untuk sepedamotor listrik dengan berbagai kententuanya. Salah satu yang dipelajari adalah setiap produk elektriknya nanti bisa mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen dan bisa dipenuhi secara bertahap.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan