Tampilan Motor Listrik VinFast yang Siap Masuk Indonesia
17 Januari 2026, 13:00 WIB
AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya sebelum meluncurkan model yang dianggap sesuai untuk masyarakat
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Tidak melulu bicara soal kualitas produk yang tentunya terjaga, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya
PT Astra Honda Motor (AHM) sendiri memiliki hitung-hitungan tertentu dalam menyikapi perkembangan kendaraan listrik. Dan saat ini telah memastikan akan meluncurkan 2 model motor listrik pada 2023 yang sejalan dengan roadmap mereka hingga 2030.
Namun demikian, hingga saat ini AHM mengaku masih melakukan study. Menurut Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing AHM pihaknya tidak melulu berbicara soal produk, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya.
"Kita concern pada kualitas safety. Kita benar-benar berhitung. Jadi bukan hanya produknya saja, tapi bagaimana menciptakan ekosistemnya," ujar Octa di saat acara buka puasa AHM bersama media, Selasa (10/4/2023).
Okta menambahkan jika AHM hanya memikirkan produk akan berakhir hanya sampai target penjualan. Tapi ia juga fokus bagaimana menanggulangi masalah-masalah motor listrik yang terjadi setelah digunakan oleh konsumen.
"Kalau hanya produk, hanya jual kemudian selesai. Lalu bagaimana jika konsumen mengeluh mogok di jalan bagaimana? Bingung charge di mana? Keseluruhan ekosistem ini yang juga kita pikirkan bersama-sama, jadi tidak hanya produk," tambah Okta Octa pengganti Thomas Widjaya yang baru saja naik menggantikan Johannes Loman sebagai Executive Vice President Director AHM.
Dalam kesempatan ini juga disebutkan bahwa AHM memberikan respon positif soal langkah pemerintah terhadap kendaraan listrik. Seperti yang sekarang dilakukan adalah menjalankan insentif motor listrik sebesar Rp 7juta dengan beberapa syarat.
AHM sendiri masih belum memberikan bocoran mengenai 2 model motor listrik yang rencananya akan diluncurkan semester 2 2023. Menurut Thomas Widjaya, pihaknya ingin terus memastikan bahwa 2 produknya tersebut cocok digunakan untuk konsumen Indonesia.
Yang cukup menarik Thomas menyakini bahwa pihaknya akan memberikan pilihan dalam penggunaan baterai swap atau tanam. Kedua pilihan baterai tersebut disebut bisa dicharge di rumah.
"Sejak diperkenalkan roadmap di IMOS, kita masih terus pelajari penyesuaian, spesifikasi juga fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen kita di tanah air. Ini baik dari konturnya, infrastrukturnya dan soal safety," jelas Thomas.
Ia juga menambahkan bahwa AHM ingin memanfaatkan subsidi pemerintah untuk sepedamotor listrik dengan berbagai kententuanya. Salah satu yang dipelajari adalah setiap produk elektriknya nanti bisa mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen dan bisa dipenuhi secara bertahap.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Januari 2026, 13:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
08 Januari 2026, 12:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
19 Januari 2026, 15:00 WIB
Changan ingin menjadi brand global yang terus menghadirkan produk andal, inovatif dan tepercaya di Indonesia
19 Januari 2026, 14:00 WIB
Kebakaran mobil listrik perlu ditangani hati-hati, wajib jadi perhatian damkar dan pengelola properti
19 Januari 2026, 13:00 WIB
Dengan Investasi mencapai Rp 4 Triliun, Sailun Group siap meramaikan pasar ban kendaraan bermotor di Indonesia
19 Januari 2026, 12:33 WIB
Otomatisasi produksi mobil di super factory BYD di Zhengzhou, China hampir 100 persen dikerjakan oleh robot-robot produksi
19 Januari 2026, 12:00 WIB
Julian Johan, pereli asal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah baru setelah finish di Rally Dakar 2026
19 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota berhasil jadi produsen mobil terbesar 2025 di Indonesia setelah membuat lebih dari 500 ribu kendaraan
19 Januari 2026, 10:11 WIB
SUV baru Mitsubishi diyakini kuat merupakan Pajero generasi terbaru, SUV offroad berkapasitas tujuh penumpang
19 Januari 2026, 09:00 WIB
Yamaha meminta kepada para pemerintah provinsi agar membuat opsen PKB dan BBNKB tidak membebani masyarakat