Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya sebelum meluncurkan model yang dianggap sesuai untuk masyarakat
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Tidak melulu bicara soal kualitas produk yang tentunya terjaga, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya
PT Astra Honda Motor (AHM) sendiri memiliki hitung-hitungan tertentu dalam menyikapi perkembangan kendaraan listrik. Dan saat ini telah memastikan akan meluncurkan 2 model motor listrik pada 2023 yang sejalan dengan roadmap mereka hingga 2030.
Namun demikian, hingga saat ini AHM mengaku masih melakukan study. Menurut Octavianus Dwi Putro, Direktur Marketing AHM pihaknya tidak melulu berbicara soal produk, AHM terus pelajari motor listrik sekaligus ekosistemnya.
"Kita concern pada kualitas safety. Kita benar-benar berhitung. Jadi bukan hanya produknya saja, tapi bagaimana menciptakan ekosistemnya," ujar Octa di saat acara buka puasa AHM bersama media, Selasa (10/4/2023).
Okta menambahkan jika AHM hanya memikirkan produk akan berakhir hanya sampai target penjualan. Tapi ia juga fokus bagaimana menanggulangi masalah-masalah motor listrik yang terjadi setelah digunakan oleh konsumen.
"Kalau hanya produk, hanya jual kemudian selesai. Lalu bagaimana jika konsumen mengeluh mogok di jalan bagaimana? Bingung charge di mana? Keseluruhan ekosistem ini yang juga kita pikirkan bersama-sama, jadi tidak hanya produk," tambah Okta Octa pengganti Thomas Widjaya yang baru saja naik menggantikan Johannes Loman sebagai Executive Vice President Director AHM.
Dalam kesempatan ini juga disebutkan bahwa AHM memberikan respon positif soal langkah pemerintah terhadap kendaraan listrik. Seperti yang sekarang dilakukan adalah menjalankan insentif motor listrik sebesar Rp 7juta dengan beberapa syarat.
AHM sendiri masih belum memberikan bocoran mengenai 2 model motor listrik yang rencananya akan diluncurkan semester 2 2023. Menurut Thomas Widjaya, pihaknya ingin terus memastikan bahwa 2 produknya tersebut cocok digunakan untuk konsumen Indonesia.
Yang cukup menarik Thomas menyakini bahwa pihaknya akan memberikan pilihan dalam penggunaan baterai swap atau tanam. Kedua pilihan baterai tersebut disebut bisa dicharge di rumah.
"Sejak diperkenalkan roadmap di IMOS, kita masih terus pelajari penyesuaian, spesifikasi juga fitur-fitur apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen kita di tanah air. Ini baik dari konturnya, infrastrukturnya dan soal safety," jelas Thomas.
Ia juga menambahkan bahwa AHM ingin memanfaatkan subsidi pemerintah untuk sepedamotor listrik dengan berbagai kententuanya. Salah satu yang dipelajari adalah setiap produk elektriknya nanti bisa mencapai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen dan bisa dipenuhi secara bertahap.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
15 April 2026, 09:00 WIB
11 April 2026, 21:57 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta