Versi Baru Wuling Darion PHEV Terungkap, Incar Pasar Denza D9
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling menilai kalau insentif mobil hybrid dari pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat di tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil hybrid dari menteri Presiden Prabowo Subianto bakal dijalankan pada 1 Januari 2024. Hal ini membuat sejumlah pihak bersuara.
Terutama para pabrikan yang memasarkan lini kendaraan roda empat ramah lingkungan. Satu di antaranya adalah Wuling Motors.
“Kami baru saja mendapatkan informasi ini, kita mengapresiasi positif atas kebijakan untuk mobil hybrid,” kata Brian Gomgom, Public Relation Manager Wuling Motors kepada KatadataOTO, Senin (16/12).
Dia pun berharap dengan diberikan stimulus tersebut bisa jadi pendorong penjualan mobil baru di Tanah Air tahun depan.
Mengingat pada 2024 pasar kendaraan roda empat terpukul cukup dalam karena beberapa hal. Sehingga insentif mobil hybrid diprediksi bakal memberikan dampak positif.
“Tentunya ini bisa menjadi stimulus bagi pasar otomotif dan mendorong daya beli dari konsumen,” Gomgom menambahkan.
Memang di 2025, penjualan mobil baru bakal menemui rintangan cukup besar. Ambil contoh pemerintah mau menerapkan PPN 12 persen.
Kemudian masih ada opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Jadi insentif merupakan angin segar bagi pabrikan maupun masyarakat.
Gomgom pun memastikan kalau Wuling akan ikut serta memanfaatkan insentif mobil hybrid yang diberikan oleh para menteri Presiden Prabowo.
“Saat ini kami sedang menunggu regulasi atau aturan lanjutan untuk dapat turut serta dalam program insentif PPnBM,” tegas dia.
Patut diketahui, insentif mobil hybrid bakal diberikan mulai Januari 2025 dalam bentuk, PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
“Untuk kendaraan roda empat hybrid yaitu PPnBM DTP sebesar tiga persen,” ujar Sri Mulyani, Menteri Keuangan.
Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 141/PMK.010/2021, mobil hybrid dikenakan tarif PPnBM sebesar 15-20 persen.
Dengan ditanggung pemerintah sebesar tiga persen, maka tarif PPnBM kendaraan ramah lingkungan satu ini menjadi 12-17 persen.
Sehingga diharapkan dapat memudahkan serta mendorong masyarakat untuk membeli produk ramah lingkungan di 2025.
Di sisi lain Agus Gumiwang, Menperin (Menteri Perindustrian) meminta kepada produsen buat segera mendaftarkan produk-produk mereka.
“Supaya tahun depan mulai 1 Januari sudah bisa menikmati stimulus yang telah disiapkan oleh pemerintah,” ucap Agus.
Agus mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 840 miliar demi memberikan insentif pada kendaraan roda empat hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 September 2026, 09:00 WIB
18 September 2026, 09:36 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
09 September 2026, 20:14 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal