Penyerahan Wuling Eksion Dimulai, 1.000 Unit Lebih Terpesan
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Wuling menilai kalau insentif mobil hybrid dari pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat di tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif mobil hybrid dari menteri Presiden Prabowo Subianto bakal dijalankan pada 1 Januari 2024. Hal ini membuat sejumlah pihak bersuara.
Terutama para pabrikan yang memasarkan lini kendaraan roda empat ramah lingkungan. Satu di antaranya adalah Wuling Motors.
“Kami baru saja mendapatkan informasi ini, kita mengapresiasi positif atas kebijakan untuk mobil hybrid,” kata Brian Gomgom, Public Relation Manager Wuling Motors kepada KatadataOTO, Senin (16/12).
Dia pun berharap dengan diberikan stimulus tersebut bisa jadi pendorong penjualan mobil baru di Tanah Air tahun depan.
Mengingat pada 2024 pasar kendaraan roda empat terpukul cukup dalam karena beberapa hal. Sehingga insentif mobil hybrid diprediksi bakal memberikan dampak positif.
“Tentunya ini bisa menjadi stimulus bagi pasar otomotif dan mendorong daya beli dari konsumen,” Gomgom menambahkan.
Memang di 2025, penjualan mobil baru bakal menemui rintangan cukup besar. Ambil contoh pemerintah mau menerapkan PPN 12 persen.
Kemudian masih ada opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Jadi insentif merupakan angin segar bagi pabrikan maupun masyarakat.
Gomgom pun memastikan kalau Wuling akan ikut serta memanfaatkan insentif mobil hybrid yang diberikan oleh para menteri Presiden Prabowo.
“Saat ini kami sedang menunggu regulasi atau aturan lanjutan untuk dapat turut serta dalam program insentif PPnBM,” tegas dia.
Patut diketahui, insentif mobil hybrid bakal diberikan mulai Januari 2025 dalam bentuk, PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
“Untuk kendaraan roda empat hybrid yaitu PPnBM DTP sebesar tiga persen,” ujar Sri Mulyani, Menteri Keuangan.
Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 141/PMK.010/2021, mobil hybrid dikenakan tarif PPnBM sebesar 15-20 persen.
Dengan ditanggung pemerintah sebesar tiga persen, maka tarif PPnBM kendaraan ramah lingkungan satu ini menjadi 12-17 persen.
Sehingga diharapkan dapat memudahkan serta mendorong masyarakat untuk membeli produk ramah lingkungan di 2025.
Di sisi lain Agus Gumiwang, Menperin (Menteri Perindustrian) meminta kepada produsen buat segera mendaftarkan produk-produk mereka.
“Supaya tahun depan mulai 1 Januari sudah bisa menikmati stimulus yang telah disiapkan oleh pemerintah,” ucap Agus.
Agus mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 840 miliar demi memberikan insentif pada kendaraan roda empat hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 18:48 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
27 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta