Wuling Eksion PHEV: SUV 7-Seater Serba Bisa Untuk Mobilitas Keluarga

Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota

Wuling Eksion PHEV: SUV 7-Seater Serba Bisa Untuk Mobilitas Keluarga
Denny Basudewa

KatadataOTO – Elektrifikasi kendaraan kerap menghadapkan konsumen pilihan: beralih sepenuhnya ke mobil listrik atau tetap bertahan dengan mesin konvensional.

Wuling Eksion PHEV menawarkan jalan tengah lebih fleksibel, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan SUV 7-seater untuk berbagai karakter perjalanan.

Persoalan kemudian muncul ketika keluarga mulai mempertimbangkan mobil elektrifikasi adalah jarak tempuh. Untuk aktivitas dalam kota, mobil listrik murni sebenarnya sudah sangat masuk akal.

Jarak tempuh harian relatif mudah diprediksi, pengisian daya dapat dilakukan di rumah. Sementara karakter motor listrik (dinamo penggerak) menawarkan akselerasi responsif dan pengendaraan yang senyap.

Wuling Eksion
Photo: KatadataOTO

Persoalannya muncul ketika mobil yang sama harus menjalankan fungsi sebagai kendaraan keluarga. Perjalanan akhir pekan bisa berubah menjadi perjalanan antarkota.

Tujuh kursi yang sehari-hari mungkin tidak terisi orang dapat mendadak penuh. Bagasi pun ikut bekerja lebih keras.

Dalam kondisi seperti ini, fleksibilitas daya jelajah menjadi sama pentingnya dengan efisiensi. Wuling Eksion PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mencoba menjawab kebutuhan tersebut.

Sekaligus membawa pendekatan elektrifikasi ke segmen SUV medium 7-seater. Konsepnya sederhana, tetapi relevan: untuk perjalanan sehari-hari, tenaga listrik dapat menjadi pilihan utama.

Ketika perjalanan semakin jauh, mesin pembakaran internal (ICE) memberikan fleksibilitas tambahan. Dengan demikian, pengguna tidak harus memilih secara mutlak antara listrik atau bensin.

“Didukung teknologi LING Power, Eksion PHEV menawarkan perpaduan antara fleksibilitas dan efisiensi, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman berkendara yang serba bisa tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors dikutip (16/09).

PHEV dan Logika Elektrifikasi yang Lebih Fleksibel

PHEV pada dasarnya menggabungkan dua sistem penggerak dalam satu kendaraan: motor listrik dan mesin pembakaran internal.

Berbeda dari hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal (charge).

Ini memungkinkan kendaraan digunakan dalam kondisi full-electric untuk perjalanan tertentu, sebelum mesin bensin mengambil peran ketika dibutuhkan. Konsep tersebut membuat PHEV berada pada posisi menarik dalam ekosistem elektrifikasi.


Terkini

motor
Polytron Fox 350

Indonesia Masih Hadapi Tantangan Adopsi Motor Listrik

Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil

otosport
Marc Marquez

Klasemen Sementara MotoGP 2026: Marquez Kian Dekat Jadi Juara

Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang

mobil
BYD

Awal Dominasi Merek Mobil Cina, Mulai Dikenal di Eropa

Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa

motor
Yamaha Bikin Gear Ultima Edisi Kicau Mania, Biaya Mulai Rp 5 Jutaan

Yamaha Bikin Gear Edisi Kicau Mania, Biaya Mulai Rp 5 Jutaan

Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi

mobil
iCar

Diler iCar Pertama di Mal Resmi Dibuka, Berkonsep 1S

iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen

news
Harga BBM

Adu Murah Harga BBM November 2026, Ada Shell dan Pertamina

Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel

otosport
MotoGP Malaysia 2026

Hasil MotoGP Malaysia 2026: Marquez Tambah Podium di Negeri Jiran

Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin

mobil
Mobil listrik

Bappenas Ungkap Strategi Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik

Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak