DHL Express Perkuat Armada Logistik dengan 30 Unit Wuling Mitra EV
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Elektrifikasi kendaraan kerap menghadapkan konsumen pilihan: beralih sepenuhnya ke mobil listrik atau tetap bertahan dengan mesin konvensional.
Wuling Eksion PHEV menawarkan jalan tengah lebih fleksibel, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan SUV 7-seater untuk berbagai karakter perjalanan.
Persoalan kemudian muncul ketika keluarga mulai mempertimbangkan mobil elektrifikasi adalah jarak tempuh. Untuk aktivitas dalam kota, mobil listrik murni sebenarnya sudah sangat masuk akal.
Jarak tempuh harian relatif mudah diprediksi, pengisian daya dapat dilakukan di rumah. Sementara karakter motor listrik (dinamo penggerak) menawarkan akselerasi responsif dan pengendaraan yang senyap.
Persoalannya muncul ketika mobil yang sama harus menjalankan fungsi sebagai kendaraan keluarga. Perjalanan akhir pekan bisa berubah menjadi perjalanan antarkota.
Tujuh kursi yang sehari-hari mungkin tidak terisi orang dapat mendadak penuh. Bagasi pun ikut bekerja lebih keras.
Dalam kondisi seperti ini, fleksibilitas daya jelajah menjadi sama pentingnya dengan efisiensi. Wuling Eksion PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mencoba menjawab kebutuhan tersebut.
Sekaligus membawa pendekatan elektrifikasi ke segmen SUV medium 7-seater. Konsepnya sederhana, tetapi relevan: untuk perjalanan sehari-hari, tenaga listrik dapat menjadi pilihan utama.
Ketika perjalanan semakin jauh, mesin pembakaran internal (ICE) memberikan fleksibilitas tambahan. Dengan demikian, pengguna tidak harus memilih secara mutlak antara listrik atau bensin.
“Didukung teknologi LING Power, Eksion PHEV menawarkan perpaduan antara fleksibilitas dan efisiensi, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman berkendara yang serba bisa tanpa perlu khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors dikutip (16/09).
PHEV pada dasarnya menggabungkan dua sistem penggerak dalam satu kendaraan: motor listrik dan mesin pembakaran internal.
Berbeda dari hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal (charge).
Ini memungkinkan kendaraan digunakan dalam kondisi full-electric untuk perjalanan tertentu, sebelum mesin bensin mengambil peran ketika dibutuhkan. Konsep tersebut membuat PHEV berada pada posisi menarik dalam ekosistem elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 September 2026, 09:00 WIB
09 September 2026, 20:14 WIB
Terkini
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak