Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Menperin meminta kepada Toyota, Daihatsu serta Suzuki untuk menjaga industri kendaraan roda empat di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia belum menunjukan kinerja positif. Hingga semester satu 2025 masih jauh dari harapan.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah penjualan secara ritel sejak Januari sampai Juni 2025 hanya 390.467 unit saja.
Bila diperhatikan, angka di atas merosot sampai 9,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan untuk distribusi dari pabrik ke diler (wholesales), menyusut 8,6 persen dari sebelumnya 410.020 unit menjadi 374.740 unit di semester satu 2025.
Jika kondisi ini terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin industri kendaraan roda empat bakal menemui situasi yang sangat buruk.
Paling parah adalah ancaman kebangkrutan hingga ujungnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), seperti pada industri-industri lain di Tanah Air.
Melihat hal itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian (Menperin) mencoba mencari cara untuk mencegah hal buruk terjadi.
Ia mengaku kalau tiga pabrikan mobil asal Jepang sudah memberikan komitmen agar tidak melakukan PHK dan menaikan harga jual kendaraan.
Masing-masing adalah Toyota, Daihatsu sampai Suzuki yang telah berjanji kepada pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Ini penting demi menjaga daya beli masyarakat dan lapangan kerja di sektor otomotif,” ungkap Agus Gumiwang di laman resmi Kemenperin, Minggu (13/07).
Lebih jauh Menperin mengaku prihatin atas potensi gejolak di sektor otomotif nasional, ditambah jika sampai ada lonjakan banderol kendaraan maupun pengurangan tenaga kerja.
Apalagi kehadiran pabrikan otomotif dinilai sangat penting. Sebab menjadi salah satu penopang industri di dalam negeri.
Agus pun menuturkan bahwa permintaannya disambut positif oleh para petinggi Toyota, Suzuki juga Daihatsu.
Manufaktur asal Negeri Matahari Terbit itu diklaim memahami kekhawatiran pemerintah dan menyatakan komitmennya untuk menjaga harga produk mereka agar tetap stabil.
Selain itu baik Suzuki, Daihatsu sampai Toyota juga ingin mempertahankan tenaga kerja di tengah berbagai tantangan global.
“Komitmen mereka kami apresiasi. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung stabilitas industri otomotif di Indonesia,” tegas Menperin.
Di sisi lain pemerintah juga berusaha agar pasar otomotif dalam negeri tetap atraktif juga kompetitif sepanjang 2025.
Selain Presiden Prabowo bersama para menteri berupaya menempuh berbagai cara demi menggairah penjualan mobil baru di Tanah Air.
Satu di antaranya dengan deregulasi dan menghadirkan insentif fiskal untuk mendorong iklim investasi di sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil