Pendaftaran Daihatsu National SMK Skill Contest ke-9 Dibuka
13 Juni 2026, 07:38 WIB
Menperin meminta kepada Toyota, Daihatsu serta Suzuki untuk menjaga industri kendaraan roda empat di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia belum menunjukan kinerja positif. Hingga semester satu 2025 masih jauh dari harapan.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah penjualan secara ritel sejak Januari sampai Juni 2025 hanya 390.467 unit saja.
Bila diperhatikan, angka di atas merosot sampai 9,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan untuk distribusi dari pabrik ke diler (wholesales), menyusut 8,6 persen dari sebelumnya 410.020 unit menjadi 374.740 unit di semester satu 2025.
Jika kondisi ini terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin industri kendaraan roda empat bakal menemui situasi yang sangat buruk.
Paling parah adalah ancaman kebangkrutan hingga ujungnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), seperti pada industri-industri lain di Tanah Air.
Melihat hal itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian (Menperin) mencoba mencari cara untuk mencegah hal buruk terjadi.
Ia mengaku kalau tiga pabrikan mobil asal Jepang sudah memberikan komitmen agar tidak melakukan PHK dan menaikan harga jual kendaraan.
Masing-masing adalah Toyota, Daihatsu sampai Suzuki yang telah berjanji kepada pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Ini penting demi menjaga daya beli masyarakat dan lapangan kerja di sektor otomotif,” ungkap Agus Gumiwang di laman resmi Kemenperin, Minggu (13/07).
Lebih jauh Menperin mengaku prihatin atas potensi gejolak di sektor otomotif nasional, ditambah jika sampai ada lonjakan banderol kendaraan maupun pengurangan tenaga kerja.
Apalagi kehadiran pabrikan otomotif dinilai sangat penting. Sebab menjadi salah satu penopang industri di dalam negeri.
Agus pun menuturkan bahwa permintaannya disambut positif oleh para petinggi Toyota, Suzuki juga Daihatsu.
Manufaktur asal Negeri Matahari Terbit itu diklaim memahami kekhawatiran pemerintah dan menyatakan komitmennya untuk menjaga harga produk mereka agar tetap stabil.
Selain itu baik Suzuki, Daihatsu sampai Toyota juga ingin mempertahankan tenaga kerja di tengah berbagai tantangan global.
“Komitmen mereka kami apresiasi. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung stabilitas industri otomotif di Indonesia,” tegas Menperin.
Di sisi lain pemerintah juga berusaha agar pasar otomotif dalam negeri tetap atraktif juga kompetitif sepanjang 2025.
Selain Presiden Prabowo bersama para menteri berupaya menempuh berbagai cara demi menggairah penjualan mobil baru di Tanah Air.
Satu di antaranya dengan deregulasi dan menghadirkan insentif fiskal untuk mendorong iklim investasi di sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juni 2026, 07:38 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
08 Juni 2026, 16:36 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Terkini
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD
17 Juni 2026, 09:00 WIB
E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer
17 Juni 2026, 07:00 WIB
GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat