BYD Bocorkan Estimasi Harga Denza B5 di Indonesia
12 Maret 2026, 08:43 WIB
Indonesia terlambat, Toyota pilih tambah investasi ke Thailand untuk kembangkan produksi mobil hybrid
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota pilih tambah investasi ke Thailand untuk mengembangkan produksi mobil hybrid ketimbang Indonesia. Padahal pemerintah telah memberi insentif sebesar 3 persen buat mobil tersebut mulai tahun depan.
Tak tanggung-tanggung, jumlah dana yang disalurkan bakal mencapai 55 miliar Bath atau setara Rp 25,9 triliun. Investasi tersebut akan digunakan untuk menambah produksi kendaraan hybrid di negeri Gajah Putih.
Keputusan itu merupakan kelanjutan dari pertemuan Akio Toyoda, Chairman Toyota dengan Paetongtarn Shinawatra, Perdana Menteri Thailand beberapa waktu lalu. Terbukanya lapangan kerja, transfer teknologi dan pengembangan SDM pun diklaim bakal terbuka di sana.
Dilansir dari Paultan, Perdana Menteri Thailand juga menegaskan kesiapan pemerintah dalam menyelaraskan kebijakannya dengan kebutuhan industri otomotif.
Mereka berkomitmen menyeimbangkan kepentingan produsen serta konsumen agar bisa saling menguntungkan di masa depan.
Hal ini sebenarnya cukup disayangkan karena Indonesia pun siap memberi insentif untuk kendaraan hybrid mulai tahun depan. Pemerintah bakal memberi potongan berupa PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Dengan pemberian insentif mobil hybrid dan listrik adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air diharapkan bisa lebih cepat. Sehingga membantu target pemerintah dalam upaya menurunkan emisi karbon.
Selain itu pemerintah pun berharap pabrikan otomotif dunia akan melakukan investasi untuk memproduksi kendaraan hybrid di Tanah Air. Telebih pasar di Indonesia cukup besar.
Namun Toyota Astra Motor selaku APM di Indonesia mengungkap bahwa jumlah tersebut seharusnya masih bisa lebih besar. Sehingga kesenjangan antara hybrid dan mobil listrik berkurang.
“Dibilang cukup atau tidak, saya rasa memang pasti ada potensi agar lebih besar,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran TAM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski begitu Anton menjelaskan bahwa Toyota mengaku tetap bersyukur karena pemerintah masih mau mengucurkan insentif mobil hybrid.
“Sekarang sebenarnya pasar kendaraan hybrid sudah tinggi. Namun ini diharapan bakal memberikan motivasi lebih kepada para konsumen,” lanjut Anton.
Hal senada turut dilontarkan oleh Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia). Dia menilai insentif mobil hybrid dari pemerintah masih bisa lebih besar.
“Tentu kita berharap lebih besar lagi, ini kan konsumen yang diberikan insentif supaya mereka beralih dari konvensional jadi elektrifikasi. Nanti lihat saja dampaknya seperti apa dan bagaimana pasar merespon,” tegasnya.
Kendati demikian Bob menghargai bantuan dari pemerintah. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap industri otomotif di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Maret 2026, 08:43 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Terkini
14 Maret 2026, 10:25 WIB
Dyandra Promosindo merilis sejumlah data pencapaian terbaru ajang IIMS 2026 yang bisa menjadi sinyal positif
13 Maret 2026, 22:42 WIB
BYD buka enam posko mudik yang tersebar di sejumlah lokasi selama libur Lebaran 2026 yang segera berlangsung
13 Maret 2026, 21:00 WIB
Program Astra Siaga Lebaran mencakup pos yang tersebar di sejumlah titik jalur mudik utama tahun ini
13 Maret 2026, 19:00 WIB
Mengacu pada data Gaikindo, angka produksi Hyundai Ioniq 5 jeblok dan hanya tembus 13 unit per Januari 2026
13 Maret 2026, 17:00 WIB
Yadea Indonesia bakal meluncurkan produk barunya di Indonesia yang memiliki teknologi terkini dan efisien
13 Maret 2026, 16:10 WIB
Sebelum membeli, simak perbedaan eksterior, interior dan spesifikasi Wuling Darion EV serta Plug-in Hybrid
13 Maret 2026, 15:00 WIB
Hanya ada 200 unit Kawasaki KLE500 yang bisa dibeli oleh para konsumen di Indonesia pada batch pertama
13 Maret 2026, 13:30 WIB
Suzuki Bengkel Siaga siap layani kebutuhan para pelanggan yang ingin melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026