Toyota Kembangkan Mobil Listrik di Thailand Bukan Indonesia

Toyota kembangkan mobil listrik di Thailand dan bukan di Indonesia karena melihat adanya potensi menarik

Toyota Kembangkan Mobil Listrik di Thailand Bukan Indonesia
Adi Hidayat

TRENOTO – Toyota kembangkan mobil listrik di Thailand ketimbang Indonesia. Hal ini cukup menarik sebab Negeri gajah putih berencana untuk mengurangi jumlah insentif yang mereka berikan untuk electric vehicle mulai tahun depan.

Namun situasi tersebut tidak menggoyahkan sejumlah pabrikan otomotif untuk tetap berinvestasi.

“Toyota mengatakan bahwa mereka melihat potensi industri otomotif Thailand khususnya untuk segmen pick up dan kendaraan hemat bahan bakar,” ungkap Srettha Thavisin, Perdana Menteri Thailand (09/11).

Toyota Hilux BEV diperkenalkan di Thailand
Photo : Carscoops

Dilansir dari USnews, pengumuman datang bersamaan dengan adanya rencana Toyota untuk meluncurkan pick up EV pertama mereka di Thailand. Langkah ini dilakukan untuk mendorong penjualan kendaraan elektrifikasi yang belakangan semakin tertekan oleh pabrikan China.

Selama beberapa dekade, negara dengan industri otomotif terbesar ke-10 di dunia ini didominasi oleh pabrikan Jepang. Toyota dan Honda menjadi tulang punggung ekspor dari negara tersebut.

Bahkan pada 2023, Thailand berencana mengubah sepertiga produksi kendaraan tahunan menjadi listrik. Tentu hasil itu tidak hanya akan dibuat untuk kebutuhan pasar domestik melainkan juga pasar ekspor.

Sementara Indonesia memiliki situasi berbeda karena pemerintah berencana menambah kemudahan investor masuk ke Tanah Air. Salah satunya adalah dengan memberikan insentif berupa penghapusan pajak dan bea masuk mobil listrik CBU.

Namun untuk mendapatkan kemudahan, pabrikan harus berkomitmen pada negara untuk membangun pabrikan kendaraan listrik. Bila tidak dipatuhi maka negara dapat memberikan sanksi pada perusahaan.

Sayang kemudahan itu belum dilihat Toyota sebagai peluang menarik. Sejauh ini Toyota baru fokus memproduksi mobil hybrid di Indonesia seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Toyota Yaris Cross Hybrid yang sudah diekspor ke berbagai negara.

Toyota Hilux BEV diperkenalkan di Thailand
Photo : Carscoops

Sementara untuk pabrikan yang sudah memproduksi kendaraan listrik Indonesia sejauh ini baru Wuling serta Hyundai. Keduanya pun mendominasi penjualan Battery Electric Vehicle di Tanah Air.

Selain itu beberapa pabrikan asal China pun sudah mulai menunjukkan ketertarikan masuk ke Tanah Air. Sebut saja BYD yang dikabarkan akan mulai masuk tahun depan.


Terkini

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, 11 Agustus 2026

Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat sejak pagi untuk mengurus dokumen berkendara di dua tempat

news
Ganjil Genap Jakarta

Sistem Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 11 Agustus 2026

Ganjil Genap Jakarta dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga 10.00 WIB, lalu berlanjut kembali pada jam 4 sore

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Selasa 11 Agustus 2026

Beroperasi di lima tempat terbatas, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan SIM dengan mudah

otosport
Klasemen Sementara MotoGP 2026

Klasemen Sementara MotoGP 2026: Bezzecchi Berhasil Salip Ogura

Marco Bezzecchi kini sukses menempatkan diri di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 209 poin

mobil
DFSK

DFSK Menjamin Keamanan dan Daya Tahan Baterai PHEV

DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya

news
Garda Oto

Integritas Garda Oto Bikin Betah Pelanggan Selama Puluhan Tahun

Garda Oto terus melakukan inovasi dalam hal pelayanan yang berimbas pada loyalnya para pelanggan mereka

komunitas
Von Dutch

Motul dan Von Dutch Kembali Kolaborasi Hadirkan Produk istimewa

Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas

news
UD Trucks

UD Trucks Bakal Utus Sopir Terbaik ke Jepang Ikut EMC Global

UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu