Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Harga relatif terjangkau dan ekosistem terjamin jadi alasan Toyota masih akan fokus jual mobil hybrid di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil hybrid masih dinilai sebagai solusi tepat untuk mengurangi emisi gas karbon. Harganya relatif lebih murah dibandingkan EV (Electric Vehicle) dan ekosistemnya lebih mendukung.
Pabrikan Jepang di Indonesia saat ini masih lebih banyak menjual mobil hybrid ke konsumen. Toyota misalnya hanya punya satu EV yakni bZ4X, sekarang berstatus spot order.
Merek lain seperti Honda memboyong e:N1 tetapi dengan skema penyewaan, menyasar konsumen fleet. Biaya per bulannya adalah Rp 22 jutaan.
Menurut pihak Toyota ada beberapa pertimbangan yang dipikirkan sebelum menghadirkan kendaraan listrik khususnya di pasar Tanah Air.
“Kalau bicara tank-to-wheel, saya yakin bahwa EV nol emisi. Tetapi jika well-to-wheel, sumber energinya EV itu apa? Di Indonesia, 70 persen masih coal (batu bara),” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Singkatnya, tank-to-wheel berarti perhitungan emisi dari tangki kendaraan ke knalpot. Tentu pada mobil listrik nilainya nol.
Sedangkan well-to-wheel merupakan kalkulasi pengurangan emisi dengan memikirkan dari sumber energi sampai ke knalpot.
Nandi mengungkapkan, sejauh ini proses pengisian daya mobil listrik pun tidak sepenuhnya menggunakan energi hijau.
“Well-to-wheel, sebenarnya paling efisien menurut kami adalah hybrid. Tetapi segala potensi, cara, multi-pathway yang kami sampaikan itu selalu kami upayakan,” tegas Nandi.
Ditambah lagi, preferensi konsumen juga menentukan kesuksesan mobil listrik di Indonesia.
“Akhirnya konsumen yang menentukan. Di Jakarta mungkin karena ada ganjil genap sehingga orang banyak memakai EV,” ucap Nandi.
Nampaknya Toyota belum tertarik masuk meramaikan pasar mobil listrik murah. Saat ini banyak diisi oleh pabrikan Cina.
Setelah sukses dengan mobil listrik, pabrikan Cina seperti Chery memberanikan diri memboyong model dengan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Teknologi tersebut sebelumnya sempat diboyong ke Indonesia oleh pabrikan Jepang, tidak hanya Toyota tetapi juga Mitsubishi.
Tetapi harga yang tembus Rp 1 miliar dinilai jadi penghalang buat konsumen. Chery berniat mempopulerkan kembali PHEV dan menawarkannya dengan banderol kompetitif di bawah Rp 1 miliar.
“Balik lagi, semua customer yang menentukan mau pilih mana,” kata Nandi.
Sisi positifnya, konsumen bakal kehadiran semakin banyak opsi buat beralih ke kendaraan rendah emisi, termasuk hybrid konvensional maupun PHEV.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit