Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Harga relatif terjangkau dan ekosistem terjamin jadi alasan Toyota masih akan fokus jual mobil hybrid di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil hybrid masih dinilai sebagai solusi tepat untuk mengurangi emisi gas karbon. Harganya relatif lebih murah dibandingkan EV (Electric Vehicle) dan ekosistemnya lebih mendukung.
Pabrikan Jepang di Indonesia saat ini masih lebih banyak menjual mobil hybrid ke konsumen. Toyota misalnya hanya punya satu EV yakni bZ4X, sekarang berstatus spot order.
Merek lain seperti Honda memboyong e:N1 tetapi dengan skema penyewaan, menyasar konsumen fleet. Biaya per bulannya adalah Rp 22 jutaan.
Menurut pihak Toyota ada beberapa pertimbangan yang dipikirkan sebelum menghadirkan kendaraan listrik khususnya di pasar Tanah Air.
“Kalau bicara tank-to-wheel, saya yakin bahwa EV nol emisi. Tetapi jika well-to-wheel, sumber energinya EV itu apa? Di Indonesia, 70 persen masih coal (batu bara),” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Singkatnya, tank-to-wheel berarti perhitungan emisi dari tangki kendaraan ke knalpot. Tentu pada mobil listrik nilainya nol.
Sedangkan well-to-wheel merupakan kalkulasi pengurangan emisi dengan memikirkan dari sumber energi sampai ke knalpot.
Nandi mengungkapkan, sejauh ini proses pengisian daya mobil listrik pun tidak sepenuhnya menggunakan energi hijau.
“Well-to-wheel, sebenarnya paling efisien menurut kami adalah hybrid. Tetapi segala potensi, cara, multi-pathway yang kami sampaikan itu selalu kami upayakan,” tegas Nandi.
Ditambah lagi, preferensi konsumen juga menentukan kesuksesan mobil listrik di Indonesia.
“Akhirnya konsumen yang menentukan. Di Jakarta mungkin karena ada ganjil genap sehingga orang banyak memakai EV,” ucap Nandi.
Nampaknya Toyota belum tertarik masuk meramaikan pasar mobil listrik murah. Saat ini banyak diisi oleh pabrikan Cina.
Setelah sukses dengan mobil listrik, pabrikan Cina seperti Chery memberanikan diri memboyong model dengan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Teknologi tersebut sebelumnya sempat diboyong ke Indonesia oleh pabrikan Jepang, tidak hanya Toyota tetapi juga Mitsubishi.
Tetapi harga yang tembus Rp 1 miliar dinilai jadi penghalang buat konsumen. Chery berniat mempopulerkan kembali PHEV dan menawarkannya dengan banderol kompetitif di bawah Rp 1 miliar.
“Balik lagi, semua customer yang menentukan mau pilih mana,” kata Nandi.
Sisi positifnya, konsumen bakal kehadiran semakin banyak opsi buat beralih ke kendaraan rendah emisi, termasuk hybrid konvensional maupun PHEV.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini