Penjualan Mobil April 2026 Alami Kenaikan 13,7 Persen
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Harga relatif terjangkau dan ekosistem terjamin jadi alasan Toyota masih akan fokus jual mobil hybrid di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil hybrid masih dinilai sebagai solusi tepat untuk mengurangi emisi gas karbon. Harganya relatif lebih murah dibandingkan EV (Electric Vehicle) dan ekosistemnya lebih mendukung.
Pabrikan Jepang di Indonesia saat ini masih lebih banyak menjual mobil hybrid ke konsumen. Toyota misalnya hanya punya satu EV yakni bZ4X, sekarang berstatus spot order.
Merek lain seperti Honda memboyong e:N1 tetapi dengan skema penyewaan, menyasar konsumen fleet. Biaya per bulannya adalah Rp 22 jutaan.
Menurut pihak Toyota ada beberapa pertimbangan yang dipikirkan sebelum menghadirkan kendaraan listrik khususnya di pasar Tanah Air.
“Kalau bicara tank-to-wheel, saya yakin bahwa EV nol emisi. Tetapi jika well-to-wheel, sumber energinya EV itu apa? Di Indonesia, 70 persen masih coal (batu bara),” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (14/05).
Singkatnya, tank-to-wheel berarti perhitungan emisi dari tangki kendaraan ke knalpot. Tentu pada mobil listrik nilainya nol.
Sedangkan well-to-wheel merupakan kalkulasi pengurangan emisi dengan memikirkan dari sumber energi sampai ke knalpot.
Nandi mengungkapkan, sejauh ini proses pengisian daya mobil listrik pun tidak sepenuhnya menggunakan energi hijau.
“Well-to-wheel, sebenarnya paling efisien menurut kami adalah hybrid. Tetapi segala potensi, cara, multi-pathway yang kami sampaikan itu selalu kami upayakan,” tegas Nandi.
Ditambah lagi, preferensi konsumen juga menentukan kesuksesan mobil listrik di Indonesia.
“Akhirnya konsumen yang menentukan. Di Jakarta mungkin karena ada ganjil genap sehingga orang banyak memakai EV,” ucap Nandi.
Nampaknya Toyota belum tertarik masuk meramaikan pasar mobil listrik murah. Saat ini banyak diisi oleh pabrikan Cina.
Setelah sukses dengan mobil listrik, pabrikan Cina seperti Chery memberanikan diri memboyong model dengan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Teknologi tersebut sebelumnya sempat diboyong ke Indonesia oleh pabrikan Jepang, tidak hanya Toyota tetapi juga Mitsubishi.
Tetapi harga yang tembus Rp 1 miliar dinilai jadi penghalang buat konsumen. Chery berniat mempopulerkan kembali PHEV dan menawarkannya dengan banderol kompetitif di bawah Rp 1 miliar.
“Balik lagi, semua customer yang menentukan mau pilih mana,” kata Nandi.
Sisi positifnya, konsumen bakal kehadiran semakin banyak opsi buat beralih ke kendaraan rendah emisi, termasuk hybrid konvensional maupun PHEV.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 17:00 WIB
17 Mei 2026, 14:54 WIB
17 Mei 2026, 11:17 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta