Alasan Ekspor Mobil dari Indonesia Sulit Tembus Negara Maju
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Toyota Indonesia ekspor 2.5 juta unit kendaraan sejak 1987 dan menjadi penyumbang terbesar bagi Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Toyota Indonesia ekspor 2.5 juta unit kendaraan T-brand sejak 1987 ke hampir 100 negara di dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari tingginya permintaan pasar global terhadap produk buatan dalam negeri.
Berdasarkan data Gaikindo, Toyota Indonesia mencatatkan pencapaian ekspor sebesar 213.901 unit. Jumlah ini naik 2.5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena hanya mencatatkan angka sebesar 208.775 unit.
Sementara itu kinerja ekspor mobil CBU periode Januari-September 2023 mencapai 379.498 unit. Dengan demikian Toyota Indonesia sudah menguasai sedikitnya 56 persen dari total pengiriman kendaraan buatan Tanah Air.
Dalan siaran pers disampaikan jumlah tersebut tidak lepas dari tingginya permintaan mobil hybrid yang disokong oleh Kijang Innova Hybrid dan Yaris Cross Hybrid.
“Kendaraan berteknologi ICE hingga elektrifikasi memperoleh penerimaan baik dari konsumennya. Bahkan varian elektrifikasi Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross mencatatkan peningkatan permintaan di beberapa negara tujuan ekspor di kawasan ASEAN, GCC, Central South America hingga Oceania,” ungkap Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (18/10).
Keberhasilan itu tidak bisa dicapai dengan mudah karena Toyota Indonesia awalnya merupakan importir. Kemudian seiring berjalannya waktu, status tersebut berubah sejak aktivitas ekspor perdana Kijang generasi ketiga ke Brunei Darussalam dan beberapa negara Asia Pasifik lain.
Kinerja ekspor kendaraan T-brand pun terus berkembang dengan menambah beberapa lini model hingga di tahun 2017. Tak hanya melakukan mobil CBU, Toyota Indonesia juga mengirim kendaraan dalam bentuk terurai atau CKD, mesin, komponen hingga pendukung produksi (dies and jigs).
Kemudian sejak 2019, jenis varian ekspor pun bertambah lagi karena beberapa kendaraan konversi seperti cash carrier, well-cab dan patrol car juga dikirim ke mancanegara.
Prestasi baru kemudian kembali ditorehkan di 2022 karena Toyota Indonesia menjadi yang pertama membuka keran ekspor kendaraan ke Australia. Catatan ini pun juga penanda pencapaian 2 juta unit pengiriman kendaraan menuju pasar global.
“Peran industri otomotif nasional sebagai industri padat karya menjadi begitu penting. Selain itu, pencapaian ekspor industri otomotif nasional merupakan potensi besar bangsa yang dapat terus berkembang dan meningkat kontribusinya bagi neraca dagang Pemerintah,” ungkap Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Februari 2026, 09:00 WIB
13 Februari 2026, 12:00 WIB
10 Februari 2026, 08:00 WIB
06 Februari 2026, 20:59 WIB
06 Februari 2026, 09:21 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 13:00 WIB
IIMS 2027 masih digelar di JIExpo Kemayoran, tetapi rencananya memanfaatkan lahan tambahan seluas 20.000 m2
17 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tertarik dengan Denza B5 karena mobil tersebut memiliki desain yang tangguh
17 Februari 2026, 12:00 WIB
MPV bertenaga listrik Denza D9 hadir di Fortune Indonesia Summit 2026, incar konsumen pelaku bisnis di RI
17 Februari 2026, 11:00 WIB
Kegiatan ekspor mobil CBU Daihatsu sepanjang 2025 dikatakan mengalami peningkatan sebesar belasan persen
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menilai ekspor mobil dari Indonesia terus berkembang meskipun masih menemui beberapa tantangan
17 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur