Toyota Fortuner Bakal Dapat Penyegaran, Tampil Makin Futuristik
26 Februari 2026, 17:00 WIB
Ekspor otomotif Indonesia mengalami pertumbuhan periode Januari - November 2021, Toyota mengapalkan 166 ribu unit
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekspor mobil tahun ini mencapai 29.5 persen. Jumlahnya sendiri disebutkan hingga 188 ribu unit.
Hingga November 2021, manufaktur asal Jepang ini telah mengapalkan mobil di bawah bendera merek Toyota sekitar 166 ribu unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor Toyota sudah pulih ke level 89 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi.
“Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Tren positif ini tidak dapat kami capai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui beberapa stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional,” kata Bob Azam, Direktur Eksternal Affairs PT TMMIN melalui siaran resminya (23/12/2021).
Ekspor Toyota Indonesia saat ini dikatakan sudah mencapai lebih dari 80 negara tujuan. Aktivitasnya tersebut turut menjembatani pemasok lokal untuk masuk ke pasar global melalui pengembangan pemasok, termasuk IKM untuk meningkatkan daya saingnya.
Adapun ekspor otomotif merupakan melalui produk berteknologi tinggi memiliki nilai tambah.
Guna menutup catatan positif tahun ini, Kementrian Perdagangan menyelenggarakan pelepasan ekspor akhir 2021. Acara ini akan diselenggarakan di pabrik TMMIN Karawang I dan II.
Disebutkan bahwa Toyota mengapalkanmodel SUV seperti Fortuner, Rush dan Raize sebanyak 76 ribu unit periode Januari – November 2021. Lalu MPV dengan periode yang sama mencapai 33 ribu unit.
Unitnya sendiri antara lain Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace dan Veloz. Sementara sedan, hatchback dan LCGC seperti Vios, Yaris dan Agya dikapalkan sebanyak 57 ribu unit hingga November 2021.
“Industri otomotif berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia,” jelas Bob kemudian.
Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang positif.
Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik sepanjang Jan-Nov 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih sebesar 81 persen dibandingkan periode sebelumnya di masa pandemi 2019.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Februari 2026, 17:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
08 Januari 2026, 11:00 WIB
05 November 2025, 12:00 WIB
16 Oktober 2025, 16:00 WIB
Terkini
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System
03 April 2026, 15:39 WIB
Kondisi tol Trans Jawa yang baik diklaim telah menjadi salah satu faktor lancarnya arus mudik Lebaran 2026
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi