Modifikasi Toyota Fortuner Jadi 4-Seater, Biaya Setara LCGC Baru
18 Februari 2025, 11:30 WIB
Ekspor otomotif Indonesia mengalami pertumbuhan periode Januari - November 2021, Toyota mengapalkan 166 ribu unit
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekspor mobil tahun ini mencapai 29.5 persen. Jumlahnya sendiri disebutkan hingga 188 ribu unit.
Hingga November 2021, manufaktur asal Jepang ini telah mengapalkan mobil di bawah bendera merek Toyota sekitar 166 ribu unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor Toyota sudah pulih ke level 89 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi.
“Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Tren positif ini tidak dapat kami capai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui beberapa stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional,” kata Bob Azam, Direktur Eksternal Affairs PT TMMIN melalui siaran resminya (23/12/2021).
Ekspor Toyota Indonesia saat ini dikatakan sudah mencapai lebih dari 80 negara tujuan. Aktivitasnya tersebut turut menjembatani pemasok lokal untuk masuk ke pasar global melalui pengembangan pemasok, termasuk IKM untuk meningkatkan daya saingnya.
Adapun ekspor otomotif merupakan melalui produk berteknologi tinggi memiliki nilai tambah.
Guna menutup catatan positif tahun ini, Kementrian Perdagangan menyelenggarakan pelepasan ekspor akhir 2021. Acara ini akan diselenggarakan di pabrik TMMIN Karawang I dan II.
Disebutkan bahwa Toyota mengapalkanmodel SUV seperti Fortuner, Rush dan Raize sebanyak 76 ribu unit periode Januari – November 2021. Lalu MPV dengan periode yang sama mencapai 33 ribu unit.
Unitnya sendiri antara lain Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace dan Veloz. Sementara sedan, hatchback dan LCGC seperti Vios, Yaris dan Agya dikapalkan sebanyak 57 ribu unit hingga November 2021.
“Industri otomotif berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia,” jelas Bob kemudian.
Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang positif.
Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik sepanjang Jan-Nov 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih sebesar 81 persen dibandingkan periode sebelumnya di masa pandemi 2019.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Februari 2025, 11:30 WIB
09 Januari 2025, 21:00 WIB
12 Desember 2024, 10:00 WIB
11 Desember 2024, 12:00 WIB
18 Oktober 2024, 22:30 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik