Kena OTT, Garasi Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Ada Dua Mobil
05 November 2025, 12:00 WIB
Ekspor otomotif Indonesia mengalami pertumbuhan periode Januari - November 2021, Toyota mengapalkan 166 ribu unit
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekspor mobil tahun ini mencapai 29.5 persen. Jumlahnya sendiri disebutkan hingga 188 ribu unit.
Hingga November 2021, manufaktur asal Jepang ini telah mengapalkan mobil di bawah bendera merek Toyota sekitar 166 ribu unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor Toyota sudah pulih ke level 89 persen dibandingkan situasi sebelum pandemi.
“Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Tren positif ini tidak dapat kami capai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui beberapa stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional,” kata Bob Azam, Direktur Eksternal Affairs PT TMMIN melalui siaran resminya (23/12/2021).
Ekspor Toyota Indonesia saat ini dikatakan sudah mencapai lebih dari 80 negara tujuan. Aktivitasnya tersebut turut menjembatani pemasok lokal untuk masuk ke pasar global melalui pengembangan pemasok, termasuk IKM untuk meningkatkan daya saingnya.
Adapun ekspor otomotif merupakan melalui produk berteknologi tinggi memiliki nilai tambah.
Guna menutup catatan positif tahun ini, Kementrian Perdagangan menyelenggarakan pelepasan ekspor akhir 2021. Acara ini akan diselenggarakan di pabrik TMMIN Karawang I dan II.
Disebutkan bahwa Toyota mengapalkanmodel SUV seperti Fortuner, Rush dan Raize sebanyak 76 ribu unit periode Januari – November 2021. Lalu MPV dengan periode yang sama mencapai 33 ribu unit.
Unitnya sendiri antara lain Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace dan Veloz. Sementara sedan, hatchback dan LCGC seperti Vios, Yaris dan Agya dikapalkan sebanyak 57 ribu unit hingga November 2021.
“Industri otomotif berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia,” jelas Bob kemudian.
Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang positif.
Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik sepanjang Jan-Nov 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih sebesar 81 persen dibandingkan periode sebelumnya di masa pandemi 2019.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 November 2025, 12:00 WIB
16 Oktober 2025, 16:00 WIB
25 September 2025, 12:00 WIB
18 Februari 2025, 11:30 WIB
09 Januari 2025, 21:00 WIB
Terkini
07 Desember 2025, 13:00 WIB
Vinfast menilai kesuksesan tujuh orang tersebut mampu menginspirasi banyak masyarakat yang ada di Tanah Air
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Pihak Kalista siap membantu Transjakarta mencapai target 10.000 unit armada elektrifikasi per 2030 mendatang
07 Desember 2025, 09:00 WIB
Aplikasi Digiroom Auto2000 mengalami pembaruan dengan fokus pada enam jenis fitur yang memudahkan pelanggan
07 Desember 2025, 07:00 WIB
Chery Sales Indonesia menjadi official mobility partner para atlet NPC yang akan berkompetisi di Dubai
06 Desember 2025, 21:00 WIB
Aplikasi Digiroom milik Auto2000 diklaim mendapat respon positif dari para pelanggan setianya di Tanah Air
06 Desember 2025, 19:00 WIB
Perang harga mobil Cina semakin sengit di 2025, BMW menegaskan tak berminat ikut persaingan tersebut
06 Desember 2025, 17:00 WIB
Mobil pribadi diperkirakan masih menjadi kendaraan favorit masyarakat saat merayakan libur Nataru 2026
06 Desember 2025, 15:00 WIB
Daihatsu catatkan hasil positif penjualan sepanjang November 2025, Gran Max Series jadi kontributor utama