Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Toyota akan bangun pabrik baterai listrik di Indonesia yang bekerjasama dengan CATL untuk pasar Tanah Air
Oleh Maryadie
TRENOTO – Toyota berencana membangun pabrik baterai listrik di Indonesia. Pembangunan industri ini untuk mendukung ekosistem mobil listrik di tanah air.
“Ya tentu saja kami akan membangun industri baterai di Indonesia. Selama ini Toyota sudah bekerja sama dengan CATL (Contemporary Amperex Technology Co Limited). Tentu saja kami akan mengajaknya,” kata Yoshiki Konishi President and Executive Chief Engineer Toyota Daihatsu Engineering and Manufacturing Co Ltd (TDEM) saat berbincang dengan wartawan di Tokyo, Jepang, Selasa, 24 Oktober 2023.
Konishi mengungkapkan hal itu sesaat setelah acara Diskusi Media Toyota Asia, di Keoi Plaza Hotel, Shinjuku, Tokyo. Acara diskusi digelar jelang Japan Mobility Show (JMS) yang dihelat mulai, Rabu 25 Oktober 2023.
Dia juga menjelaskan Toyota dan CATL telah berpartner sejak beberapa tahun lalu untuk membangun industri baterai.
“Kita tidak bisa sendirian untuk membangun ekosistem ini. Tentunya kita akan mengajak yang selama ini telah berpartner dengan kami,” ujarnya.
Konishi mengamini, pembangunan industri baterai listrik tidak hanya melayani kebutuhan untuk Toyota saja. Toyota dan CATL akan bekerjasama dengan industri mobil listrik lainnya.
“Ya tentu saja,” ketika ditanya apakah akan berpartner tidak hanya dengan CTAL.
“Kita berbicara tentang ekosistem. Semua mesti terlibat,” kata dia.
Toyota punya komitmen yang kuat untuk mengurangi emisi karbon. Konishi mengungkapkan selama melakukan perbincangan dengan pemerintah, Toyota selalu mengatakan apa yang bisa mereka bantu untuk Indonesia.
"Dukungan apa yang dibutuhkan dari kami, tentunya kami akan siap,” tegasnya.
Dukungan untuk pengurangan karbon telah dilakukan Toyota sejak lama. Sebab Toyota telah banyak meluncurkan produk mulai dari HEV, BEV dan PHEV.
"Tujuan kita semua memang ke arah sana, tentu dalam berbagai cara." ungkapnya.
Di acara yang sama, CEO Toyota Asia, Masahiko Maeda dalam paparannya mengatakan, JMS 2023 digelar, setelah 4 tahun tidak digelar karena Covid-19. Dia menyebutkan, sebelum JMS 2023 acara ini bernama Tokyo Motor Show (TMS). Perubahan nama ini sekaligus juga perubahan bagaimana Toyota melihat masa depan industri otomotif. Dari Cars ke Mobility dan dari Tokyo ke Jepang.
“Ini kesempatan Jepang untuk melakukan transformasi ke arah mobility,” ungkapnya.
Maeda mengatakan, di JMS 2023 industri otomotif yang ikut jauh lebih banyak dari tahun 2019, ketika masih bernama TMS.
“Kali ini diikuti oleh 400 industri otomotif termasuk juga start up,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa ke depannya Toyota akan lebih mengembangkan industrinya ke arah elektrifikasi dan kecerdasan.
“Tentunya semua itu bertujuan untuk menuju carbon neutrality, dengan meningkatkan kualitas secara global,” pungkas Maeda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
29 Desember 2025, 10:00 WIB
28 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025