Presiden Prabowo Rayu Toyota dan Mitsubishi Tambah Investasi
02 April 2026, 11:00 WIB
Toyota akan jual sebagian saham mereka di Denso untuk dijadikan modal pengembangan mobil listrik di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota akan jual sebagian saham Denso guna menjadi modal pengembangan kendaraan listrik. Langkah pabrikan asal Jepang tersebut menunjukkan bahwa membuat mobil berteknologi tinggi membutuhkan biaya sangat besar.
Dilansir dari AP News Toyota dapat menghasilkan dana sekitar 290 miliar Yen atau setara Rp30.3 triliun. Rencananya mereka akan menjual lebih dari 124 juta saham.
Meski terdengar besar tetapi kebijakan ini hanya menurunkan kepemilikan dari 24.2 persen menjadi 20 persen. Toyota masih merupakan pemegang saham terbesar di Denso.
“Toyota tidak ingin hanya mempertahankan aset. Kami ingin membuat aset hidup yang bisa mendukung pertumbuhan perusahaan,” tegas Masahiro Yamamoto, CEO Office (General Manager) and Chief Officer Accounting Group.
Yamamoto memang tidak memberikan tanggal pasti penjualannya tetapi diyakini bakal terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya dana tersebut juga digunakan untuk mengembangkan teknologi lain seperti Smart-Driving.
Langkah yang diambil terbilang menarik karena bahkan sejumlah pejabat Toyota mengakui mereka tertinggal dalam peralihan industri. Oleh karena itu perlu tindakan agresif untuk mengejar ketertinggalan.
Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia Toyota telah menunjukkan tekadnya. Mereka berencana untuk memproduksi sedikitnya 600.000 mobil listrik pada 2025 dan memiliki sedikitnta 10 model di 2026.
Selain itu Toyota juga menegaskan sudah melakukan pengembangan baterai mobil listrik baru Solid-State Battery yang diklaim cukup untuk menyimpan daya lebih besar. Bahkan dalam kondisi penuh mampu membuat mobil berjalan hingga 1.000 km.
Walau memiliki kapasitas besar, Toyota mengklaim bahwa pengisian daya lebih cepat. Pasalnya target mereka adalah membuat baterai terisi penuh hanya dalam waktu 10 menit.
Hal ini tentu menjadi sebuah terobosan karena lamanya waktu pengisian daya merupakan tantangan bagi perkembangan mobil listrik. Sehingga tawaran Toyota tersebut akan semakin menarik.
Karena komponen tersebut dibuat bersama Idemitsu, maka bukan tidak mungkin baterai akan dijual ke pabrikan lain. Sehingga posisi Toyota di dunia kendaraan elektrifikasi bisa menjadi lebih baik ketimbang sekarang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 15:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Terkini
04 April 2026, 09:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
04 April 2026, 07:38 WIB
Warna baru Honda Stylo 160 yakni Burgundy tampil mewah, ada sejumlah pembaruan pada bagian desain bodi
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System
03 April 2026, 15:39 WIB
Kondisi tol Trans Jawa yang baik diklaim telah menjadi salah satu faktor lancarnya arus mudik Lebaran 2026
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh