Biang Kerok Penjualan Mobil Listrik Tesla Keok dari BYD di 2025
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Menimpa Model 3, Tesla recall ratusan ribu mobil di China karena masalah pada inverter motor belakang
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Kembali melakukan recall, perusahaan mobil listrik Tesla menyebut adanya cacat inverter motor belakang pada Model 3. Berlangsung di China, secara total Tesla recall 127.785 unit kendaraan.
Seperti dilansir Autoevolution, Sabtu (9/4/2022), penarikan ini menimbulkan spekulasi terkait kerusakan yang terjadi. Pertama, adanya kesalahan serupa pada Model Y dan Tesla Model 3 yang dijual di Amerika Serikat juga akan di recall.
Meski demikian, belum ada informasi resmi dari pabrikan terkait hal ini. Dari 127.785 unit kendaraan, 34.207 unit diketahui merupakan produk impor dari Fremont dan 93.578 dibuat di Shanghai.
Dalam penjelasan resminya, perusahaan kendaraan ramah lingkungan ini menyebut, mobil yang masuk dalam daftar recall merupakan produksi 11 Januari 2019 hingga 25 Januari 2022.
Fakta adanya masalah pada produksi kedua negara menunjukkan, Model 3 mengalami cacat desain dan bukan hanya terkait proses manufaktur.
Melihat halaman NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), masalah yang sama juga terjadi di Amerika Serikat, hanya saja belum ada pengumuman resmi dari pabrikan.
Ini menunjukkan bila Tesla memperingatkan pasar China terlebih dahulu sebelum menghubungi pihak berwenang di negara asalanya.
Selain karena waktu pengumuman, pabrikan mungkin lebih memprioritaskan China karena menjadi salah satu pasar terbesarnya secara global.
Sebelumnya Model Y juga mengalami banyak kasus kegagalan motor belakang. Seperti diketahui kedua model tersebut berbagi platform dan komponen utama tak terkecuali motor listrik.
Karenanya, jika mobil di segmen sedan menunjukkan cacat produksi, buka tidak mungkin mobil SUV yang dijual juga mengalami hal serupa.
Melihat laporan Tesla kepada SAMR (State Administration for Market Regulation), masalah yang terjadi berkaitan dengan komponen semikonduktor daya dari inverter motor belakang.
Meski tak diungkapkan secara rinci, pabrikan menyebut, inverter belakang bisa saja gagal dan menyebabkan komponen tidak dapat mengontrol arus sehingga merusak motor.
Dalam deskripsi cacat, Tesla menyatakan bahwa mobil bisa saja mogok secara tiba-tiba. Jika itu terjadi saat kendaraan sedang bergerak, tentu cukup menyulitkan pengendara.
Uraian seperti itu sangat mirip dengan masalah pada Model Y. beberapa pengendara mendengar bunyi gedebuk sebelum mobil listrik berhenti, diikuti dengan pesan kesalahan.
Dalam kasus ini, Tesla mengatakan akan melakukan pembaruan OTA (over-the-air), sehingga perangkat lunak kontrol motor bisa ditangani dengan baik. Penggantian ini juga dilakukan secara gratis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 18:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
26 September 2025, 17:00 WIB
31 Agustus 2025, 17:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 hadir sebagai bukti komitmen mereka terhadap strategi global dalam menjual mobil listrik modern
20 Januari 2026, 20:00 WIB
Desain SUV terbaru GAC Aion N60 dirancang oleh mantan desainer BMW, punya tampilan tenang dan elegan
20 Januari 2026, 19:00 WIB
Royal Alloy JPS 245 hadir untuk memenuhi kebutuhan para pencinta motor klasik yang ingin melakukan touring
20 Januari 2026, 17:41 WIB
Marc Marquez dikabarkan akan mengabdikan dirinya bersama Ducati selama dua tahun atau sampai MotoGP 2028
20 Januari 2026, 17:21 WIB
Modifikasi simpel namun sporti berupa striping stiker, dirancang untuk BYD Atto 1 oleh Portals Sticker
20 Januari 2026, 14:31 WIB
Ducati MX Team Indonesia akan dibekali motor pabrikan Desmo450 MX, siap debut di ajang motorcross Thailand
20 Januari 2026, 13:00 WIB
Penyegaraan pada Yamaha Lexi LX 155 diharapkan bisa menggairahkan pasar motor matic Indonesia pada 2026
20 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas jadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki diler resmi untuk memberi layanan pada pelanggan