Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Menimpa Model 3, Tesla recall ratusan ribu mobil di China karena masalah pada inverter motor belakang
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Kembali melakukan recall, perusahaan mobil listrik Tesla menyebut adanya cacat inverter motor belakang pada Model 3. Berlangsung di China, secara total Tesla recall 127.785 unit kendaraan.
Seperti dilansir Autoevolution, Sabtu (9/4/2022), penarikan ini menimbulkan spekulasi terkait kerusakan yang terjadi. Pertama, adanya kesalahan serupa pada Model Y dan Tesla Model 3 yang dijual di Amerika Serikat juga akan di recall.
Meski demikian, belum ada informasi resmi dari pabrikan terkait hal ini. Dari 127.785 unit kendaraan, 34.207 unit diketahui merupakan produk impor dari Fremont dan 93.578 dibuat di Shanghai.
Dalam penjelasan resminya, perusahaan kendaraan ramah lingkungan ini menyebut, mobil yang masuk dalam daftar recall merupakan produksi 11 Januari 2019 hingga 25 Januari 2022.
Fakta adanya masalah pada produksi kedua negara menunjukkan, Model 3 mengalami cacat desain dan bukan hanya terkait proses manufaktur.
Melihat halaman NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), masalah yang sama juga terjadi di Amerika Serikat, hanya saja belum ada pengumuman resmi dari pabrikan.
Ini menunjukkan bila Tesla memperingatkan pasar China terlebih dahulu sebelum menghubungi pihak berwenang di negara asalanya.
Selain karena waktu pengumuman, pabrikan mungkin lebih memprioritaskan China karena menjadi salah satu pasar terbesarnya secara global.
Sebelumnya Model Y juga mengalami banyak kasus kegagalan motor belakang. Seperti diketahui kedua model tersebut berbagi platform dan komponen utama tak terkecuali motor listrik.
Karenanya, jika mobil di segmen sedan menunjukkan cacat produksi, buka tidak mungkin mobil SUV yang dijual juga mengalami hal serupa.
Melihat laporan Tesla kepada SAMR (State Administration for Market Regulation), masalah yang terjadi berkaitan dengan komponen semikonduktor daya dari inverter motor belakang.
Meski tak diungkapkan secara rinci, pabrikan menyebut, inverter belakang bisa saja gagal dan menyebabkan komponen tidak dapat mengontrol arus sehingga merusak motor.
Dalam deskripsi cacat, Tesla menyatakan bahwa mobil bisa saja mogok secara tiba-tiba. Jika itu terjadi saat kendaraan sedang bergerak, tentu cukup menyulitkan pengendara.
Uraian seperti itu sangat mirip dengan masalah pada Model Y. beberapa pengendara mendengar bunyi gedebuk sebelum mobil listrik berhenti, diikuti dengan pesan kesalahan.
Dalam kasus ini, Tesla mengatakan akan melakukan pembaruan OTA (over-the-air), sehingga perangkat lunak kontrol motor bisa ditangani dengan baik. Penggantian ini juga dilakukan secara gratis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
06 April 2026, 18:00 WIB
22 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Mazda untuk pertama kalinya hadir meramaikan GIIAS Makassar 2026, bawa produk andalannya yakni SUV CX-5
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
Pertamina Lubricants mengkalim memiliki fasilitas produksi terbesar di Asia Tenggara yang memasok 17 negara
29 Oktober 2026, 09:00 WIB
Buat pencinta skutik, new Honda Genio mendapatkan beberapa opsi kelir anyar yang bikin tampilannya beda
29 Oktober 2026, 07:00 WIB
Di bawah naungan PT Permata Otomotif Indonesia (POI), Peugeot Motorcycle kembali hadir di pasar Indonesia
28 Oktober 2026, 23:44 WIB
Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan