BYD Jadi Raja Mobil Listrik Global, Tundukkan Tesla
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
Menimpa Model 3, Tesla recall ratusan ribu mobil di China karena masalah pada inverter motor belakang
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Kembali melakukan recall, perusahaan mobil listrik Tesla menyebut adanya cacat inverter motor belakang pada Model 3. Berlangsung di China, secara total Tesla recall 127.785 unit kendaraan.
Seperti dilansir Autoevolution, Sabtu (9/4/2022), penarikan ini menimbulkan spekulasi terkait kerusakan yang terjadi. Pertama, adanya kesalahan serupa pada Model Y dan Tesla Model 3 yang dijual di Amerika Serikat juga akan di recall.
Meski demikian, belum ada informasi resmi dari pabrikan terkait hal ini. Dari 127.785 unit kendaraan, 34.207 unit diketahui merupakan produk impor dari Fremont dan 93.578 dibuat di Shanghai.
Dalam penjelasan resminya, perusahaan kendaraan ramah lingkungan ini menyebut, mobil yang masuk dalam daftar recall merupakan produksi 11 Januari 2019 hingga 25 Januari 2022.
Fakta adanya masalah pada produksi kedua negara menunjukkan, Model 3 mengalami cacat desain dan bukan hanya terkait proses manufaktur.
Melihat halaman NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), masalah yang sama juga terjadi di Amerika Serikat, hanya saja belum ada pengumuman resmi dari pabrikan.
Ini menunjukkan bila Tesla memperingatkan pasar China terlebih dahulu sebelum menghubungi pihak berwenang di negara asalanya.
Selain karena waktu pengumuman, pabrikan mungkin lebih memprioritaskan China karena menjadi salah satu pasar terbesarnya secara global.
Sebelumnya Model Y juga mengalami banyak kasus kegagalan motor belakang. Seperti diketahui kedua model tersebut berbagi platform dan komponen utama tak terkecuali motor listrik.
Karenanya, jika mobil di segmen sedan menunjukkan cacat produksi, buka tidak mungkin mobil SUV yang dijual juga mengalami hal serupa.
Melihat laporan Tesla kepada SAMR (State Administration for Market Regulation), masalah yang terjadi berkaitan dengan komponen semikonduktor daya dari inverter motor belakang.
Meski tak diungkapkan secara rinci, pabrikan menyebut, inverter belakang bisa saja gagal dan menyebabkan komponen tidak dapat mengontrol arus sehingga merusak motor.
Dalam deskripsi cacat, Tesla menyatakan bahwa mobil bisa saja mogok secara tiba-tiba. Jika itu terjadi saat kendaraan sedang bergerak, tentu cukup menyulitkan pengendara.
Uraian seperti itu sangat mirip dengan masalah pada Model Y. beberapa pengendara mendengar bunyi gedebuk sebelum mobil listrik berhenti, diikuti dengan pesan kesalahan.
Dalam kasus ini, Tesla mengatakan akan melakukan pembaruan OTA (over-the-air), sehingga perangkat lunak kontrol motor bisa ditangani dengan baik. Penggantian ini juga dilakukan secara gratis.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
26 September 2025, 17:00 WIB
31 Agustus 2025, 17:00 WIB
06 Juli 2025, 15:40 WIB
08 Juni 2025, 14:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV