Target Astra Financial di GIIAS 2022 Sebesar Rp2 Triliun

Target Astra Financial di GIIAS 2022 sebesar Rp2 triliun untuk seluruh seri baik di Jakarta maupun Surabaya

Target Astra Financial di GIIAS 2022 Sebesar Rp2 Triliun
Adi Hidayat

TRENOTO – Astra Financial menargetkan meraih transaksi sebesar Rp2 triliun dalam ajang penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 untuk seluruh seri. Target Astra Financial tersebut meningkat dibandingkan capaian pada seluruh seri GIIAS 2021 yang hanya mencapai Rp1.035 triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Tan Chian Hok, Project Director Astra Financial GIIAS 2022. Menurutnya capaian pada 2021 tidak bisa dijadikan sebagai patokan karena ketika itu penyelenggaraan masih belum 100 persen.

“Pasar otomotif sudah meningkat lebih dari 50 persen, maka target juga naik 2 kali lipat menjadi Rp2 triliun. Jakarta sebagai pasar terbesar kami harapkan bisa setidaknya meraih 1.5 triliun,” ungkapnya.

Photo : Trenoto

Dari jumlah tersebut, pembiayaan mobil seperti ACC dan TAF diperkirakan akan menjadi penyumbang utama. Sementara porsi terbesar berikutnya adalah Asuransi Astra yang diharapkan bisa menarik minat pelanggan.

Perlu diketahui bahwa pada seluruh penyelenggaraan 2021, Astra Financial berhasil mendapatkan Rp1.035 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari GIIAS Jakarta Rp830 miliar dan GIIAS Surabaya Rp205 miliar

Dalam GIIAS 2022 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Astra Financial akan hadir dengan 9 dari 14 unit bisnisnya. Mulai dari FIFGroup, ACC, TAF, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, Maucash, Moxa dan Seva.

Pasar Otomotif Nasional Semakin Membaik

Photo : Seven Event

Perkembangan pasar otomotif Nasional mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari wholesales mobil secara naional di sepanjang Januari-Juni 2022 yang mencapai 475.321 unit.

Jumlah tersebut naik 20,8 persen bila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Ketika itu angka wholesales mobil hanya mencapai 393.466 unit sehingga Pemerintah pun memberikan beragam stimulus agar industri dapat kembali bergerak.

Kenaikan penjualan tersebut tentunya diharapkan bisa terus berlanjut di semester kedua 2022 ini. Meski demikian tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi di masa depan.

“Tantangannya pun cukup banyak di semester kedua karena adanya kenaikan harga BBM dan kelangkaan cip semikonduktor. Andai kelangkaan cip semikonduktor ini selesai, maka produksi akan bisa lebih baik lagi,” tutup Tan Chian Hok.


Terkini

mobil
Jaecoo J5 EV Genuine Body Kit

Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen

Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan

modifikasi
IMX 2026

IMX 2026 Jadi Gairah Baru Dunia Modifikasi, Ada Banyak Kejutan

IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 30 September 2026 Masih Lanjut

Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak

news
SIM Keliling Bandung

Jangan Salah Lokasi SIM Keliling Bandung di Akhir September 2026

Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Beroperasi Hari Ini, Rabu 30 September 2026

Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya

modifikasi
Spacer Mobil

Plus Minus Pakai Spacer untuk Mobil, Ketahui Risikonya

Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya

mobil
Mitsubishi Pajero

Mitsubishi Pajero Debut ASEAN di Oktober, Thailand Negara Pertama

Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya

mobil
Mobil Listrik

TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci

Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang