ACC dan TAF Raih 5.602 SPK, Target Astra Financial Terlampaui
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Target Astra Financial di GIIAS 2022 sebesar Rp2 triliun untuk seluruh seri baik di Jakarta maupun Surabaya
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Astra Financial menargetkan meraih transaksi sebesar Rp2 triliun dalam ajang penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 untuk seluruh seri. Target Astra Financial tersebut meningkat dibandingkan capaian pada seluruh seri GIIAS 2021 yang hanya mencapai Rp1.035 triliun.
Hal ini diungkapkan oleh Tan Chian Hok, Project Director Astra Financial GIIAS 2022. Menurutnya capaian pada 2021 tidak bisa dijadikan sebagai patokan karena ketika itu penyelenggaraan masih belum 100 persen.
“Pasar otomotif sudah meningkat lebih dari 50 persen, maka target juga naik 2 kali lipat menjadi Rp2 triliun. Jakarta sebagai pasar terbesar kami harapkan bisa setidaknya meraih 1.5 triliun,” ungkapnya.
Dari jumlah tersebut, pembiayaan mobil seperti ACC dan TAF diperkirakan akan menjadi penyumbang utama. Sementara porsi terbesar berikutnya adalah Asuransi Astra yang diharapkan bisa menarik minat pelanggan.
Perlu diketahui bahwa pada seluruh penyelenggaraan 2021, Astra Financial berhasil mendapatkan Rp1.035 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari GIIAS Jakarta Rp830 miliar dan GIIAS Surabaya Rp205 miliar
Dalam GIIAS 2022 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Astra Financial akan hadir dengan 9 dari 14 unit bisnisnya. Mulai dari FIFGroup, ACC, TAF, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, Maucash, Moxa dan Seva.
Perkembangan pasar otomotif Nasional mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari wholesales mobil secara naional di sepanjang Januari-Juni 2022 yang mencapai 475.321 unit.
Jumlah tersebut naik 20,8 persen bila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Ketika itu angka wholesales mobil hanya mencapai 393.466 unit sehingga Pemerintah pun memberikan beragam stimulus agar industri dapat kembali bergerak.
Kenaikan penjualan tersebut tentunya diharapkan bisa terus berlanjut di semester kedua 2022 ini. Meski demikian tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi di masa depan.
“Tantangannya pun cukup banyak di semester kedua karena adanya kenaikan harga BBM dan kelangkaan cip semikonduktor. Andai kelangkaan cip semikonduktor ini selesai, maka produksi akan bisa lebih baik lagi,” tutup Tan Chian Hok.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
09 Agustus 2026, 16:33 WIB
05 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika