GIIAS Makassar 2026 Siap Digelar, Empat Merek Hadir Perdana
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Manufaktur asal Jepang, Mazda mengaku kondisi ekonomi Tanah Air mempengaruhi penjualan di segmen premium
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di segmen premium, menurut Mazda cukup terdampak di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu.
Imbas hal tersebut, pihak Mazda Indonesia bahkan melakukan revisi target penjualan tahunan di angka 3.000-an unit.
Perwakilan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengungkapkan revisi itu juga mengikuti target penjualan tahunan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Jadi memang buying power-nya menurun ya,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT EMI saat ditemui di Jakarta, Senin (06/10).
Ricky mengungkapkan ada perbedaan antara segmen premium dan luxury yang lebih mewah.
Menurut dia, konsumen di segmen premium juga cenderung mulai berhati-hati melakukan pembelian kendaraan roda empat belakangan ini, terkhusus jelang akhir 2025.
“Semua kena, untuk premium ya, bukan luxury. Kalau (segmen) luxury mungkin dia lanjut (angka penjualan tetap baik),” kata Ricky.
Oleh karena itu Mazda terus konsisten menerapkan program penjualan dan menawarkan kemudahan perawatan mobil guna menggaet lebih banyak konsumen.
Salah satunya adalah melalui My Mazda Service. Di tiga tahun pertama kepemilikan mobil, para pemilik mobil Mazda tak perlu mengeluarkan biaya.
Menjadi tantangan tersendiri sebab masih banyak anggapan bahwa biaya perawatan mobil Mazda terbilang mahal.
“Ini tantangan untuk para diler buat menjelaskan ke konsumen bahwa Total Ownership Cost (TOC) Mazda mahal, sebenarnya tidak,” tegas Ricky.
Dia menegaskan biaya perawatan mobil Mazda secara kumulatif masih tetap bersaing dengan merek-merek lain.
Mengingat ada gratis biaya servis, gratis suku cadang selama tiga tahun atau lima tahun khusus model-model tertentu.
“Kemarin waktu di GIIAS kalau teman-teman memantau, itu malah kita kasih program yang five years, andalan kita. Sangat dinantikan oleh konsumen,” ucap Ricky.
Sebagai informasi tahun ini Mazda menawarkan beberapa model anyar buat konsumen. Salah satunya adalah lini elektrifikasi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) CX-80.
Kehadiran PHEV masih dianggap lebih cocok sebagai transisi sebelum penerapan kendaraan listrik murni.
Ada dua tipe tersedia, dengan kisaran harga mulai dari Rp 1,2 miliar. Angka itu berstatus on the road Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
Terkini
23 Oktober 2026, 09:00 WIB
Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia