Jetour T2 i-DM Segera Masuk Indonesia, Menambah Opsi Mobil PHEV
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Manufaktur asal Jepang, Mazda mengaku kondisi ekonomi Tanah Air mempengaruhi penjualan di segmen premium
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di segmen premium, menurut Mazda cukup terdampak di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu.
Imbas hal tersebut, pihak Mazda Indonesia bahkan melakukan revisi target penjualan tahunan di angka 3.000-an unit.
Perwakilan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengungkapkan revisi itu juga mengikuti target penjualan tahunan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Jadi memang buying power-nya menurun ya,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT EMI saat ditemui di Jakarta, Senin (06/10).
Ricky mengungkapkan ada perbedaan antara segmen premium dan luxury yang lebih mewah.
Menurut dia, konsumen di segmen premium juga cenderung mulai berhati-hati melakukan pembelian kendaraan roda empat belakangan ini, terkhusus jelang akhir 2025.
“Semua kena, untuk premium ya, bukan luxury. Kalau (segmen) luxury mungkin dia lanjut (angka penjualan tetap baik),” kata Ricky.
Oleh karena itu Mazda terus konsisten menerapkan program penjualan dan menawarkan kemudahan perawatan mobil guna menggaet lebih banyak konsumen.
Salah satunya adalah melalui My Mazda Service. Di tiga tahun pertama kepemilikan mobil, para pemilik mobil Mazda tak perlu mengeluarkan biaya.
Menjadi tantangan tersendiri sebab masih banyak anggapan bahwa biaya perawatan mobil Mazda terbilang mahal.
“Ini tantangan untuk para diler buat menjelaskan ke konsumen bahwa Total Ownership Cost (TOC) Mazda mahal, sebenarnya tidak,” tegas Ricky.
Dia menegaskan biaya perawatan mobil Mazda secara kumulatif masih tetap bersaing dengan merek-merek lain.
Mengingat ada gratis biaya servis, gratis suku cadang selama tiga tahun atau lima tahun khusus model-model tertentu.
“Kemarin waktu di GIIAS kalau teman-teman memantau, itu malah kita kasih program yang five years, andalan kita. Sangat dinantikan oleh konsumen,” ucap Ricky.
Sebagai informasi tahun ini Mazda menawarkan beberapa model anyar buat konsumen. Salah satunya adalah lini elektrifikasi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) CX-80.
Kehadiran PHEV masih dianggap lebih cocok sebagai transisi sebelum penerapan kendaraan listrik murni.
Ada dua tipe tersedia, dengan kisaran harga mulai dari Rp 1,2 miliar. Angka itu berstatus on the road Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 19:00 WIB
04 Juni 2026, 09:00 WIB
03 Juni 2026, 14:03 WIB
02 Juni 2026, 07:00 WIB
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Terkini
14 Juni 2026, 20:00 WIB
BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik
14 Juni 2026, 18:27 WIB
Menurut Kawasaki, proses perancangan dan pengembangan Brusky 125 sepenuhnya dilakukan oleh Modenas Malaysia
13 Juni 2026, 21:35 WIB
Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026
13 Juni 2026, 18:28 WIB
Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan
13 Juni 2026, 07:38 WIB
Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya
12 Juni 2026, 22:24 WIB
MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia