Wuling Almaz Darion Makin Dekat ke Indonesia, Desainnya Terdaftar
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Manufaktur asal Jepang, Mazda mengaku kondisi ekonomi Tanah Air mempengaruhi penjualan di segmen premium
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di segmen premium, menurut Mazda cukup terdampak di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu.
Imbas hal tersebut, pihak Mazda Indonesia bahkan melakukan revisi target penjualan tahunan di angka 3.000-an unit.
Perwakilan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengungkapkan revisi itu juga mengikuti target penjualan tahunan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Jadi memang buying power-nya menurun ya,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT EMI saat ditemui di Jakarta, Senin (06/10).
Ricky mengungkapkan ada perbedaan antara segmen premium dan luxury yang lebih mewah.
Menurut dia, konsumen di segmen premium juga cenderung mulai berhati-hati melakukan pembelian kendaraan roda empat belakangan ini, terkhusus jelang akhir 2025.
“Semua kena, untuk premium ya, bukan luxury. Kalau (segmen) luxury mungkin dia lanjut (angka penjualan tetap baik),” kata Ricky.
Oleh karena itu Mazda terus konsisten menerapkan program penjualan dan menawarkan kemudahan perawatan mobil guna menggaet lebih banyak konsumen.
Salah satunya adalah melalui My Mazda Service. Di tiga tahun pertama kepemilikan mobil, para pemilik mobil Mazda tak perlu mengeluarkan biaya.
Menjadi tantangan tersendiri sebab masih banyak anggapan bahwa biaya perawatan mobil Mazda terbilang mahal.
“Ini tantangan untuk para diler buat menjelaskan ke konsumen bahwa Total Ownership Cost (TOC) Mazda mahal, sebenarnya tidak,” tegas Ricky.
Dia menegaskan biaya perawatan mobil Mazda secara kumulatif masih tetap bersaing dengan merek-merek lain.
Mengingat ada gratis biaya servis, gratis suku cadang selama tiga tahun atau lima tahun khusus model-model tertentu.
“Kemarin waktu di GIIAS kalau teman-teman memantau, itu malah kita kasih program yang five years, andalan kita. Sangat dinantikan oleh konsumen,” ucap Ricky.
Sebagai informasi tahun ini Mazda menawarkan beberapa model anyar buat konsumen. Salah satunya adalah lini elektrifikasi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) CX-80.
Kehadiran PHEV masih dianggap lebih cocok sebagai transisi sebelum penerapan kendaraan listrik murni.
Ada dua tipe tersedia, dengan kisaran harga mulai dari Rp 1,2 miliar. Angka itu berstatus on the road Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 17:06 WIB
23 Desember 2025, 14:00 WIB
22 Desember 2025, 14:04 WIB
19 Desember 2025, 20:00 WIB
19 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026