Peluncuran Jetour T2 PHEV Tak Akan Terganggu Insiden di Jagorawi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Manufaktur asal Jepang, Mazda mengaku kondisi ekonomi Tanah Air mempengaruhi penjualan di segmen premium
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di segmen premium, menurut Mazda cukup terdampak di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu.
Imbas hal tersebut, pihak Mazda Indonesia bahkan melakukan revisi target penjualan tahunan di angka 3.000-an unit.
Perwakilan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengungkapkan revisi itu juga mengikuti target penjualan tahunan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Jadi memang buying power-nya menurun ya,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT EMI saat ditemui di Jakarta, Senin (06/10).
Ricky mengungkapkan ada perbedaan antara segmen premium dan luxury yang lebih mewah.
Menurut dia, konsumen di segmen premium juga cenderung mulai berhati-hati melakukan pembelian kendaraan roda empat belakangan ini, terkhusus jelang akhir 2025.
“Semua kena, untuk premium ya, bukan luxury. Kalau (segmen) luxury mungkin dia lanjut (angka penjualan tetap baik),” kata Ricky.
Oleh karena itu Mazda terus konsisten menerapkan program penjualan dan menawarkan kemudahan perawatan mobil guna menggaet lebih banyak konsumen.
Salah satunya adalah melalui My Mazda Service. Di tiga tahun pertama kepemilikan mobil, para pemilik mobil Mazda tak perlu mengeluarkan biaya.
Menjadi tantangan tersendiri sebab masih banyak anggapan bahwa biaya perawatan mobil Mazda terbilang mahal.
“Ini tantangan untuk para diler buat menjelaskan ke konsumen bahwa Total Ownership Cost (TOC) Mazda mahal, sebenarnya tidak,” tegas Ricky.
Dia menegaskan biaya perawatan mobil Mazda secara kumulatif masih tetap bersaing dengan merek-merek lain.
Mengingat ada gratis biaya servis, gratis suku cadang selama tiga tahun atau lima tahun khusus model-model tertentu.
“Kemarin waktu di GIIAS kalau teman-teman memantau, itu malah kita kasih program yang five years, andalan kita. Sangat dinantikan oleh konsumen,” ucap Ricky.
Sebagai informasi tahun ini Mazda menawarkan beberapa model anyar buat konsumen. Salah satunya adalah lini elektrifikasi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) CX-80.
Kehadiran PHEV masih dianggap lebih cocok sebagai transisi sebelum penerapan kendaraan listrik murni.
Ada dua tipe tersedia, dengan kisaran harga mulai dari Rp 1,2 miliar. Angka itu berstatus on the road Jakarta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 07:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 16:43 WIB
10 Februari 2026, 20:00 WIB
10 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang
27 Februari 2026, 08:00 WIB
AHM bersedia memenuhi permintaan atau kebutuhan motor baru jika ada permintaan dari Agrinas Pangan Nusantara
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil CBU di Indonesia pada 2025 mengoptimalkan kemampuan produksi di RI yakni 2,59 juta unit per tahun
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir pekan, masyarakat tetap bisa mengakses fasilitas SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
27 Februari 2026, 06:00 WIB
Lokasinya lebih terbatas di akhir pekan, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini 27 Februari