Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Makin laris di luar negeri setelah mengalami peningkatan ekspor kendaraan hingga 30 persen dibanding tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Suzuki XL7 makin laris setelah berhasil mendapat respon positif dari masyarakat internasional. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah ekspor LSUV di Januari-April dalam bentuk CBU (Completely Built Up) yang meningkat cukup signifikan.
Tak tanggung-tanggung, peningkatan mencapai 30 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian Suzuki XL7 berhasil menjadi model paling banyak diekspor, mengalahkan Ertiga dan Carry Pick Up.
“Vietnam, Filipina, Meksiko, Thailand, dan Taiwan menjadi 5 negara dengan permintaan tertinggi terhadap XL7. Sepanjang tahun 2022, Suzuki melakukan ekspor ke 51 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Oseania, hingga Afrika, baik melalui pelabuhan Patimban maupun Tanjung Priok,” terang Wijananto Jati Pradono, Production Planning Control Assistant to Dept. Head PT SIM.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Indonesia telah mengekspor 131.941 unit mobil produksi lokal selama periode Januari hingga April 2022 lalu. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 28.6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
Dalam kategori CBU, Suzuki mencatatkan peningkatan ekspor 17 persen. Dari angka tersebut, XL7 mendominasi peningkatan sebesar 30 persen dan berkontribusi hingga 16.4 persen dari total ekspor mobil Suzuki.
Posisi kedua adalah APV dengan peningkatan 26 persen, diikuti oleh Ertiga dan Carry Pick Up yang masing-masing mencatatkan angka peningkatan 14 persen jika dibanding periode Januari-April 2021.
Sedangkan untuk CKD atau Completely Knocked Down, Suzuki berhasil mencatatkan peningkatan ekspor hingga 22 persen dengan kontribusi Karimun Wagon R sebesar 23.6 persen. Sehingga total ekpsor Suzuki periode Januari-April 2022, baik CBU atau CKD, berhasil meningkat hingga 20 persen.
Peningkatan tersebut tentunya diharapkan bisa terus meningkat di masa mendatang seiring semakin membaiknya kondisi pandemi Covid-19. Tentunya bukan tidak mungkin permintaan dari luar negeri akan terus bertambah.
“Kami harap dengan meningkatnya kinerja ekspor Suzuki Indonesia yang mayoritas produknya merupakan buatan Indonesia dapat memberikan kontribusi positif dan berdampak baik terhadap perekonomian serta industri otomotif Tanah Air,” tutup Wijananto.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
08 Agustus 2026, 23:50 WIB
07 Agustus 2026, 14:00 WIB
07 Agustus 2026, 13:00 WIB
06 Agustus 2026, 19:01 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati