10 Merek Mobil Terlaris Mei 2026, Honda Masih Merintih
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales masih percaya diri target yang telah ditetapkan Gaikindo pada 2025 bisa tetap tercapai
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Berbagai tantangan menghadang industri otomotif Indonesia. Hal itu membuat penjualan mobil baru lesu di tiga bulan awal 2025.
Mengolah data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Januari sampai Maret 2025 penjualan ritel atau dari diler ke konsumen hanya 210.483 unit saja.
Jumlah tersebut terkoreksi 8,9 persen bila dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Sebab di 2024 bisa menyentuh angka Rp 230.778 unit.
Melihat data di atas, banyak yang berpendapat kalau target Gaikindo pada tahun ini akan sulit tercapai. Namun Suzuki Indomobil Sales (SIS) memiliki sudut pandang berbeda.
“Kalau kami yakin target Gaikindo masih bisa achieve,” buka Dony Saputra, Deputy Managing Director 4W SIS ketika ditemui di Karawang, Selasa (22/04).
Dony bahkan percaya diri kalau penjualan mobil baru di 2025 bakal lebih baik lagi dari capaian di 2024.
Mengingat masih ada waktu cukup panjang untuk membuat pasar kembali bergairah sampai akhir tahun nanti.
“Jadi sisa sembilan bulan ini bagaimana upaya kami di masing-masing merek untuk mencapai target yang sudah diwacanakan bersama,” lanjut Dony.
Menurut Dony seluruh pihak harus menumbuhkan rasa percaya diri untuk menghadapi kondisi pasar yang terjadi sekarang ini.
Dengan begitu target yang telah ditentukan sebelumnya oleh Gaikindo di 2025, bisa tercapai pada akhir tahun nanti.
“Kita melihatnya, masih optimistis di 2025 kondisi better dibandingkan dengan 2024,” Dony menegaskan.
Di sisi lain Dony menargetkan market share Suzuki sepanjang 2025 tetap di angka 10 persen dari penjualan kendaraan roda empat nasional.
Sekadar mengingatkan Gaikindo telah memasang target penjualan mobil baru di 2025 mencapai 900 ribu unit.
Namun sejumlah rintangan menghadang pasar kendaraan roda empat. Seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat beberapa waktu terakhir.
Bahkan di awal April 2025, sempat tembus ke Rp 17 ribu per dolar Amerika Serikat. Kemudian pada Rabu (23/04) kemarin masih berada di Rp 16.871,5 per dolar Amerika Serikat.
Jika kondisi ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, tentu akan mengancam keberlangsungan industri otomotif Tanah Air. Dapat membuat harga mobil baru terkerek.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 15:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
26 Mei 2026, 20:30 WIB
23 Mei 2026, 09:57 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Terkini
11 Juni 2026, 11:50 WIB
Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional
11 Juni 2026, 09:30 WIB
IDRS hadir sebagai salah satu inisiator keselamatan deretan produk kendaraan roda dua di dalam negeri
11 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan untuk memecah kebuntuan arus lalu lintas di jalanan Ibu Kota
11 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurus dokumen berkendara pada hari ini
11 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlambat, SIM keliling Jakarta tidak melayani prosedur perpanjangan SIM yang kedaluwarsa
10 Juni 2026, 17:00 WIB
Yamaha Classy Modifest 2026 perdana di Surabaya sukses diikuti oleh puluhan modifikator di Jawa Timur
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Honda menghadapi tantangan, terdepak dari lima besar merek mobil terlaris Mei 2026 secara wholesales
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Sejumlah SPBU swasta melakukan penyesuaian harga BBM RON 92 serta 95, kebijakan ini berlaku mulai Rabu (10/06)