Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9
15 Februari 2026, 19:00 WIB
New BYD Seal 2025 dilengkapi sistem suspensi DiSus-C yang bisa beradaptasi dengan kondisi permukaan jalan, begini kinerjanya
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Baru sekitar 1 tahun meluncur di Indonesia dan cukup menyita perhatian, BYD langsung mengupdate New BYD Seal 2025. Pusat perhatian ubahan terletak dari sistem suspensi pintar hasil pengembangan mereka DiSus-C.
Untuk diketahui, DiSus adalah sistem kontrol bodi cerdas dan disebut salah satu yang tercanggih saat ini. Sistem ini dirancang buat mengatur pergerakan mobil ke beragam kondisi baik lateral, longitudinal maupun vertikal.
Tujuannya tentu adalah peningkatan stabilistas dan kenyamanan dalam beragam kondisi pengendaraan. DiSus sendiri terbagi dalam 3 komponen utama dengan masing-masing kemampuan dalam berbagai aspek dinamika kendaraan.
Pertama DiSus-C (Intelligent Damping Body Control System), bekerja untuk meningkatkan kenyamanan kendaraan. Sistem ini mengandalkan katup solenoid peredam pada sistem suspensi. Dapat merespon kondisi jalan secara dinamis.
Kedua DiSus-A (Intelligent Air Body Control System), bekerja seperti suspensi udara yang dapat menyesuaikan tinggi kendaraan hingga 150 mm. Sistem ini memastikan kendaraan beradaptasi dengan berbagai kondisi dan kecepatan.
Ketiga DiSus-P (Intelligent Hydraulic Body Control System), merupakan sistem tercanggih dengan mengontrol elemen hidrolik suspensi. Bekerja responsif beradaptasi saat melakukan manuver. Dalam kondisi akselerasi tajam atau menikung, spontan meningkatkan kekakuan jauh lebih baik sehingga dipercaya dapat meningkatkan pengendalian dan stabilitas.
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji sistem DiSus-C yang diinstal pada New BYD Seal 2025 varian Performance. Secara umum berkat kemampuan mendeteksi jalan secara cepat, mobil ini jadi bisa melakukan penyesuaian kerja suspensi real time.
Potensi bantingan berlebihan saat melewati permukaan kurang rata bisa diredam optimal. Hasilnya kenyamanan penumpang bisa terus terjaga, demikian juga gejala negatif pengedaraan seperti bounching berlebih hingga bodi roll bisa tereduksi dengan baik, ini tentu memberikan keuntungan lebih dari sisi kontrol kendaraan dan stabilitas.
Selain itu pada saat pengereman mendadak pada kecepatan cukup tinggi, brake dive juga terkontrol dengan baik. Artinya meski dalam kondisi di mana bagian depan mobil tertekan ke bawah secara signifikan saat rem diinjak, mobil tetap bisa dikendalikan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 21:34 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan