GIIAS Bandung 2026 Digelar Pekan Ini, Siap Beri Banyak Kejutan
08 September 2026, 07:00 WIB
New BYD Seal 2025 dilengkapi sistem suspensi DiSus-C yang bisa beradaptasi dengan kondisi permukaan jalan, begini kinerjanya
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Baru sekitar 1 tahun meluncur di Indonesia dan cukup menyita perhatian, BYD langsung mengupdate New BYD Seal 2025. Pusat perhatian ubahan terletak dari sistem suspensi pintar hasil pengembangan mereka DiSus-C.
Untuk diketahui, DiSus adalah sistem kontrol bodi cerdas dan disebut salah satu yang tercanggih saat ini. Sistem ini dirancang buat mengatur pergerakan mobil ke beragam kondisi baik lateral, longitudinal maupun vertikal.
Tujuannya tentu adalah peningkatan stabilistas dan kenyamanan dalam beragam kondisi pengendaraan. DiSus sendiri terbagi dalam 3 komponen utama dengan masing-masing kemampuan dalam berbagai aspek dinamika kendaraan.
Pertama DiSus-C (Intelligent Damping Body Control System), bekerja untuk meningkatkan kenyamanan kendaraan. Sistem ini mengandalkan katup solenoid peredam pada sistem suspensi. Dapat merespon kondisi jalan secara dinamis.
Kedua DiSus-A (Intelligent Air Body Control System), bekerja seperti suspensi udara yang dapat menyesuaikan tinggi kendaraan hingga 150 mm. Sistem ini memastikan kendaraan beradaptasi dengan berbagai kondisi dan kecepatan.
Ketiga DiSus-P (Intelligent Hydraulic Body Control System), merupakan sistem tercanggih dengan mengontrol elemen hidrolik suspensi. Bekerja responsif beradaptasi saat melakukan manuver. Dalam kondisi akselerasi tajam atau menikung, spontan meningkatkan kekakuan jauh lebih baik sehingga dipercaya dapat meningkatkan pengendalian dan stabilitas.
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji sistem DiSus-C yang diinstal pada New BYD Seal 2025 varian Performance. Secara umum berkat kemampuan mendeteksi jalan secara cepat, mobil ini jadi bisa melakukan penyesuaian kerja suspensi real time.
Potensi bantingan berlebihan saat melewati permukaan kurang rata bisa diredam optimal. Hasilnya kenyamanan penumpang bisa terus terjaga, demikian juga gejala negatif pengedaraan seperti bounching berlebih hingga bodi roll bisa tereduksi dengan baik, ini tentu memberikan keuntungan lebih dari sisi kontrol kendaraan dan stabilitas.
Selain itu pada saat pengereman mendadak pada kecepatan cukup tinggi, brake dive juga terkontrol dengan baik. Artinya meski dalam kondisi di mana bagian depan mobil tertekan ke bawah secara signifikan saat rem diinjak, mobil tetap bisa dikendalikan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 September 2026, 07:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang