Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
New BYD Seal 2025 dilengkapi sistem suspensi DiSus-C yang bisa beradaptasi dengan kondisi permukaan jalan, begini kinerjanya
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Baru sekitar 1 tahun meluncur di Indonesia dan cukup menyita perhatian, BYD langsung mengupdate New BYD Seal 2025. Pusat perhatian ubahan terletak dari sistem suspensi pintar hasil pengembangan mereka DiSus-C.
Untuk diketahui, DiSus adalah sistem kontrol bodi cerdas dan disebut salah satu yang tercanggih saat ini. Sistem ini dirancang buat mengatur pergerakan mobil ke beragam kondisi baik lateral, longitudinal maupun vertikal.
Tujuannya tentu adalah peningkatan stabilistas dan kenyamanan dalam beragam kondisi pengendaraan. DiSus sendiri terbagi dalam 3 komponen utama dengan masing-masing kemampuan dalam berbagai aspek dinamika kendaraan.
Pertama DiSus-C (Intelligent Damping Body Control System), bekerja untuk meningkatkan kenyamanan kendaraan. Sistem ini mengandalkan katup solenoid peredam pada sistem suspensi. Dapat merespon kondisi jalan secara dinamis.
Kedua DiSus-A (Intelligent Air Body Control System), bekerja seperti suspensi udara yang dapat menyesuaikan tinggi kendaraan hingga 150 mm. Sistem ini memastikan kendaraan beradaptasi dengan berbagai kondisi dan kecepatan.
Ketiga DiSus-P (Intelligent Hydraulic Body Control System), merupakan sistem tercanggih dengan mengontrol elemen hidrolik suspensi. Bekerja responsif beradaptasi saat melakukan manuver. Dalam kondisi akselerasi tajam atau menikung, spontan meningkatkan kekakuan jauh lebih baik sehingga dipercaya dapat meningkatkan pengendalian dan stabilitas.
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji sistem DiSus-C yang diinstal pada New BYD Seal 2025 varian Performance. Secara umum berkat kemampuan mendeteksi jalan secara cepat, mobil ini jadi bisa melakukan penyesuaian kerja suspensi real time.
Potensi bantingan berlebihan saat melewati permukaan kurang rata bisa diredam optimal. Hasilnya kenyamanan penumpang bisa terus terjaga, demikian juga gejala negatif pengedaraan seperti bounching berlebih hingga bodi roll bisa tereduksi dengan baik, ini tentu memberikan keuntungan lebih dari sisi kontrol kendaraan dan stabilitas.
Selain itu pada saat pengereman mendadak pada kecepatan cukup tinggi, brake dive juga terkontrol dengan baik. Artinya meski dalam kondisi di mana bagian depan mobil tertekan ke bawah secara signifikan saat rem diinjak, mobil tetap bisa dikendalikan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan