Spesifikasi Fuso Canter T91A yang Dibawa dari Jepang

Ini spesifikasi Fuso Canter T91A dibawa langsung dari Jepang untuk diperlihatkan pada masyarakat Indonesia

Spesifikasi Fuso Canter T91A yang Dibawa dari Jepang
Adi Hidayat

TRENOTO – Tidak bisa dipungkiri bahwa perjalanan Fuso Canter sudah sangat panjang karena sudah dibuat sejak 1963. Kendaraan tersebut kemudian sudah diproduksi sebanyak 4.5 juta unit dan dijual di 70 negara.

Namun di Indonesia, jejak Canter baru dimulai pada 1970 dan menjadi kendaraan niaga pertama. Sejarah panjangnya pun membuat Mitsubishi Fuso menampilkan Canter T91A yang didatangkan langsung dari Jepang untuk dilihat langsung oleh masyarakat.

Fuso Canter T91A adalah generasi kedua yang diproduksi pada 1968-1975 dan memiliki panjangnya mencapai 4.690 mm, lebar 1.695 mm serta tinggi 1.990 mm. Mesinnya menggunakan KE42 OHV 4-silinder segaris berkapasitas 1.995 cc.

Fuso Canter T91A
Photo : TrenOto

Jantung pacu tersebut sanggup menghasilkan tenaga sebesar 88 hp diputaran 4.800 rpm serta torsi 156 Nm di 3.000 rpm. Spesifikasinya cukup untuk memenuhi kebutuhan bisnis masyarakat di masa itu.

Memiliki Banyak Penggemar

Sejarah panjang Canter pun membuatnya memiliki banyak penggemar, termasuk di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya anggota Canter Mania Indonesia Community yang anggotanya kebanyakan pengemudi.

“Anggota kami ada 13.000 orang di seluruh Indonesia. Bahkan komunitas kami sudah sampai ke tingkat kabupaten,” ungkap Jaka Kristiawan, Ketua Umum Canter Mania Indonesia Community pada TrenOto (20/08).

Ia pun mengaku bahwa selama ini Fuso sudah sering membantu komunitas dalam berbagai hal, termasuk menggelar acara di berbagai daerah. Berkat dukungan pabrikan maka semua bisa berjalan dengan baik sampai sekarang.

“Salah satunya adalah dengan undangan ke GIIAS 2023 yang rutin dilakukan setiap tahun. Sementara untuk di daerah lain biasanya juga didukung dalam beragam cara sehingga kegiatan bisa berlangsung lancar,” tambahnya.

Fuso Canter T91A
Photo : TrenOto

Sementara itu Toto Sudaryanto, General Manager Business Communication PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors mengatakan bahwa pihaknya memang ingin mendekatkan diri pada pelanggannya. Dirinya menilai bahwa komunitas merupakan penyambung lidah KTB untuk para pebisnis.

“Komunitas ini kebanyakan adalah pengemudi dan sering mempromosikan Canter kepada perusahaan tempatnya bekerja. Jadi mereka sangat penting bagi kami,” pungkasnya.


Terkini

komunitas
Fuso

Fuso Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Pencinta Canter di GIIAS

Mitusbishi Fuso mengundang anggota komunitas Canter Mania Indonesia Community untuk berkunjung ke GIIAS 2026

mobil
Jetour T2 i-DM bawa inovasi baru di segmen SUV adventure

Jetour T2 i-DM Resmi Hadir Dengan Tawaran Inovatif di GIIAS 2026

Tawarkan teknologi Intelligent Dual Mode, Jetour T2 Berikan Sensasi berkendara EV maupun mesin ICE bersamaan

news
Accelera Omikron RT resmi diluncurkan di GIIAS 2026

Accelera Omikron RT Melantai di GIIAS 2026 Sasar OffRoader Urban

Inovasi yang ditawarkan oleh Accelera Omikron Rugged Tyre tidak hanya cocok untuk harian tetapi juga offrod

news
Quad Lock Resmi Hadir di Indonesia lewat Deride

Quad Lock Resmi Hadirkan Phone Holder Tahan Banting di GIIAS 2026

Quad Lock Indonesia resmi meluncur diGIIAS dengan menghadirkan ragam produk phone holder untuk berbagai kendaraan

mobil
Lepas L8

Lepas Serahkan Unit L8 dan Rilis Ekosistem Layanan Premium

Lepas akhirnya resmi menyerahkan unit L8 PHEV ke para konsumennya, manfaatkan perhelatan otomotif GIIAS 2026

mobil
Wincos

Wincos Hadirkan Tiga Produk Baru di GIIAS 2026

Perkuat kehadirannya di RI, Wincos hadirkan tiga produk baru dan lanjutkan kolaborasi dengan Garasi Drift dan HRI

mobil
Suzuki

Suzuki Tawarkan Promo Suku Cadang dan Aksesori di GIIAS 2026

Ajang pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi waktu yang tepat untuk para pemilik mobil-mobil bermerek Suzuki

news
Tekiro

Tekiro Kantongi Rekor Dunia Guinness Kompetisi Mekanik Otomotif

Tekiro memamerkan pencapaian terbarunya dengan berhasil memecahkan rekor dunia dalam hal kompetisi mekanik