Cek Daftar Harga Honda Super-One, Nekat Tantang BYD Atto 1
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
ICMS menilai masyarakat mulai menerima berbagai jenis kendaraan elektrifikasi, dari mobil listrik sampai hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di tengah transisi menuju era elektrifikasi, ada beberapa opsi powertrain kendaraan yang mulai meramaikan pasar Indonesia.
Pabrikan Tiongkok menghadirkan berbagai pilihan model mobil listrik dengan harga terjangkau, membuat tren Electric Vehicle (EV) tumbuh positif.
Mundur ke belakang pada periode Januari-Desember 2025, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan penjualan mobil listrik tembus 103.931 unit (wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler).
Imbasnya, kontribusi mobil listrik terhadap penjualan mobil di dalam negeri berhasil menyentuh angka 12 persen.
Tren positif itu tampak masih berlanjut di 2026. Kendaraan elektrifikasi mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat.
“Data semester I tahun 2026 menunjukkan penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pangsa pasarnya meningkat dari 23 persen menjadi 38 persen,” kata Munawar Chalil, Ketua Umum Indonesia Center for Mobilities Studies (ICMS) di sela GIIAS 2026, belum lama ini.
Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah pabrikan justru bergeser ke kendaraan hybrid. Baik itu model Plug-in Hybrid atau PHEV maupun Range Extender Electric Vehicle (REEV).
Hal tersebut menunjukkan bahwa mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi yang sesuai karena tidak sepenuhnya mengandalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Di sisi lain, pengamat menilai bahwa perpaduan antara berbagai teknologi elektrifikasi mulai dari mobil hybrid sampai mobil listrik murni, menjadi solusi tepat untuk pasar Indonesia.
Berkat adanya opsi powertrain, transisi menuju era kendaraan yang lebih hijau bakal lebih mudah terlaksana.
“Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi (BEV, HEV dan PHEV) menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi,” kata Josua Pardede, Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas dalam kesempatan sama.
Setelah mobil listrik dan hybrid, beberapa pabrikan Cina memutuskan untuk memboyong kendaraan berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) ke Indonesia.
Sederhananya, REEV merupakan teknologi yang memiliki cara kerja mirip PHEV. Namun pada REEV, motor elektrik menjadi satu-satunya komponen yang dapat menggerakkan roda.
Mesin bensin sepenuhnya hanya menjadi generator baterai saja, menawarkan sensasi berkendara serupa dengan mobil listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
02 Agustus 2026, 16:47 WIB
02 Agustus 2026, 16:44 WIB
Terkini
07 Agustus 2026, 19:00 WIB
E-Clutch pada Honda NX500 memungkinkan pengendara tidak perlu menekan tuas kopling saat memindahkan gigi
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
Astra Honda Safety Riding Instructors Competition diharapkan bisa menularkan cara berkendara yang aman
07 Agustus 2026, 15:00 WIB
Kerja sama antara Repsol dengan OLXmobbi di GIIAS 2026 diharapkan jadi sarana edukasi konsumen dalam merawat kendaraannya
07 Agustus 2026, 14:00 WIB
Hadir di segmen SUV 7 penumpang, Suzuki XL7 New Alpha Hybrid Berikan Sensasi Asyik Lewat Teknologi SHVS
07 Agustus 2026, 13:00 WIB
Hadir di ajang GIIAS 2026 Suzuki tampilkan deretan kendaraan hybrid andalannya mulai dari XL7 hingga Fronx
07 Agustus 2026, 12:05 WIB
Kia Indonesia menyediakan unit tes di area test drive GIIAS 2026 yang bisa dicoba para pengunjung sepanjang pameran
07 Agustus 2026, 11:06 WIB
Changan Deepal S05 BEV dan REEV hadir di pasar otomotif Indonesia dengan menawarkan sejumlah keunggulan
07 Agustus 2026, 10:45 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid Tawarkan Pengalaman Kendarai EV, Tanpa Pikirkan Charging Berkat Teknologi e-Smart Hybrid.