Transisi Elektrifikasi Jadi Sorotan IEE Series 2026
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penggunaan kendaraan elektrifikasi di sektor industri seperti pertambangan bisa dibilang masih minim.
Sejumlah merek kendaraan niaga memang mulai menghadirkan opsi, kebanyakan merupakan mobil bertenaga listrik.
Hanya saja, kondisi di lapangan saat ini ternyata cukup menarik. Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) mengungkapkan bahwa hybrid mulai banyak digunakan.
“Untuk EV yang alat kecil sudah mulai, tetapi yang besar menggunakan hybrid. Bahkan dump truck kapasitas 100 ton itu sudah ada (berteknologi hybrid),” kata Bambang Tjahjono, Direktur Eksekutif ASPINDO di Jakarta, belum lama ini.
Ia mengungkapkan, ada beberapa hal yang jadi pertimbangan para pelaku industri sebelum akhirnya beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Salah satunya adalah tekanan harga bahan bakar yang masih belum menentu dan cenderung meroket.
“Kontribusi bahan bakar itu cost-nya sekitar 35 persen sampai 40 persen dari total biaya,” tegas Bambang.
Untuk diketahui, para pelaku industri yang dimaksud di sektor jasa pertambangan mencakup bidang batu bara, mineral, nickel sampai emas.
Bambang mengungkapkan, para kontraktor pengguna alat berat setiap tahunnya tertarik dengan rangkaian pameran kendaraan berat. Seperti Indonesia Energy & Engineering atau IEE Series 2026.
Rata-rata pelaku usaha memerlukan kendaraan berat seperti truk yang memiliki kapasitas maksimum sampai 100 ton guna menunjang kebutuhan di lapangan.
“Di pameran ini, setiap tahunnya kontraktor pengguna alat berat akan sangat tertarik dengan (kendaraan) yang dipamerkan,” kata Bambang.
Dengan tren saat ini, Bambang menilai nantinya akan ada lebih banyak kendaraan berat dengan teknologi elektrifikasi hadir di pameran, terkhusus hybrid.
“Hybrid itu campuran, kombinasi menggunakan biosolar seperti biasa plus baterai jadi bisa otomatis switch ya. Itu di pameran sudah banyak dilakukan,” kata Bambang.
Pergeseran minat pelaku usaha menggunakan kendaraan elektrifikasi terjadi karena adanya tekanan harga bahan bakar.
Oleh karena itu kehadiran lini elektrifikasi di pameran kendaraan berat, menurut Bambang bakal semakin umum di masa mendatang.
“Itu akan makin cepat (adopsi elektrifikasi) kalau pemerintah mendukung,” tegas Bambang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
02 Agustus 2026, 16:47 WIB
Terkini
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini
24 Agustus 2026, 06:12 WIB
SIM keliling Bandung tetap beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat di Kota Kembang dari dua lokasi
24 Agustus 2026, 06:11 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasi dan syaratnya
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery J6T CSH memiliki tampilan yang sama dengan versi listrik namun mempunyai jarak tempuh lebih jauh
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor bisa memberikan fasilitas body and paint bagi konsumen dengan jaringan
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan