EV Menjamur, Nyawa Industri Komponen Masih 20 Tahun Lagi
21 September 2026, 11:16 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penggunaan kendaraan elektrifikasi di sektor industri seperti pertambangan bisa dibilang masih minim.
Sejumlah merek kendaraan niaga memang mulai menghadirkan opsi, kebanyakan merupakan mobil bertenaga listrik.
Hanya saja, kondisi di lapangan saat ini ternyata cukup menarik. Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) mengungkapkan bahwa hybrid mulai banyak digunakan.
“Untuk EV yang alat kecil sudah mulai, tetapi yang besar menggunakan hybrid. Bahkan dump truck kapasitas 100 ton itu sudah ada (berteknologi hybrid),” kata Bambang Tjahjono, Direktur Eksekutif ASPINDO di Jakarta, belum lama ini.
Ia mengungkapkan, ada beberapa hal yang jadi pertimbangan para pelaku industri sebelum akhirnya beralih ke kendaraan elektrifikasi.
Salah satunya adalah tekanan harga bahan bakar yang masih belum menentu dan cenderung meroket.
“Kontribusi bahan bakar itu cost-nya sekitar 35 persen sampai 40 persen dari total biaya,” tegas Bambang.
Untuk diketahui, para pelaku industri yang dimaksud di sektor jasa pertambangan mencakup bidang batu bara, mineral, nickel sampai emas.
Bambang mengungkapkan, para kontraktor pengguna alat berat setiap tahunnya tertarik dengan rangkaian pameran kendaraan berat. Seperti Indonesia Energy & Engineering atau IEE Series 2026.
Rata-rata pelaku usaha memerlukan kendaraan berat seperti truk yang memiliki kapasitas maksimum sampai 100 ton guna menunjang kebutuhan di lapangan.
“Di pameran ini, setiap tahunnya kontraktor pengguna alat berat akan sangat tertarik dengan (kendaraan) yang dipamerkan,” kata Bambang.
Dengan tren saat ini, Bambang menilai nantinya akan ada lebih banyak kendaraan berat dengan teknologi elektrifikasi hadir di pameran, terkhusus hybrid.
“Hybrid itu campuran, kombinasi menggunakan biosolar seperti biasa plus baterai jadi bisa otomatis switch ya. Itu di pameran sudah banyak dilakukan,” kata Bambang.
Pergeseran minat pelaku usaha menggunakan kendaraan elektrifikasi terjadi karena adanya tekanan harga bahan bakar.
Oleh karena itu kehadiran lini elektrifikasi di pameran kendaraan berat, menurut Bambang bakal semakin umum di masa mendatang.
“Itu akan makin cepat (adopsi elektrifikasi) kalau pemerintah mendukung,” tegas Bambang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 September 2026, 11:16 WIB
04 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial