Jetour T2 Facelift Debut, Mulai Hilangkan Nuansa Offroad
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Plug-in Hybrid atau PHEV sebenarnya bukanlah teknologi yang baru di dunia otomotif. Namun belakangan banyak merek asal Tiongkok termasuk DFSK memperkenalkan kendaraan PHEV dengan harga kompetitif.
Jika dulu harga PHEV bisa tembus Rp 1 miliar, kini konsumen bisa membeli mobil berteknologi tersebut dengan banderol mulai dari Rp 200 jutaan.
Tetapi ada beberapa hal yang disebut masih menjadi perhatian banyak calon konsumen, salah satunya tingkat keselamatan dan keamanan baterai.
Mengingat baterai pada mobil hybrid jenis PHEV memiliki ukuran yang jauh lebih besar ketimbang hybrid konvensional ataupun mild hybrid.
Menanggapi hal tersebut, pihak DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk memberikan edukasi lebih lanjut terkait PHEV dan tingkat keamanannya.
“Setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif sebelum digunakan oleh konsumen,” kata Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile di ICE BSD, belum lama ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sistem Battery Management System (BMS) pada DFSK E5 Plus dirancang untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Ini dilakukan dengan mengoptimalkan proses pengisian, penggunaan sampai perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional.
“Sehingga konsumen dapat memiliki rasa aman dan percaya diri dalam setiap perjalanan,” kata Ichsan.
Ia turut menjelaskan secara sederhana cara kerja BMS. Sistem ini memiliki banyak tugas, salah satunya adalah menjaga suhu baterai tetap di kisaran 25 derajat sampai 40 derajat celcius.
“Walaupun negara kita tropis, bisa sampai itu di luar 37 derajat celcius (temperatur harian),” kata Ichsan.
Di sisi lain, perwakilan EVSafe Indonesia mengungkapkan bahwa PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan transisi kendaraan listrik di Indonesia.
Keberhasilan transisi tersebut juga ditentukan dari edukasi demi membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat sehingga teknologi PHEV bisa digunakan secara maksimal.
“Pabrikan Cina saat ini semakin ketat (prosedur pembuatan baterai). Mereka lagi ciptakan supaya api tidak keluar (apabila terjadi benturan atau gangguan di baterai,” kata Abdul Rahman Elly, Founder EVSafe Indonesia dalam kesempatan sama.
Ia menegaskan konsumen tidak perlu khawatir terhadap hal tersebut. Animo konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan pun terlihat mengalami pertumbuhan, dengan jaringan diler dan sparepart semakin lengkap guna mengakomodir kebutuhan pelanggan.
Sehingga hal-hal tidak diinginkan seperti kebakaran atau kendala baterai, bisa dihindari dengan lebih baik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
02 Agustus 2026, 08:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol