Hadir Paripurna, DFSK E5 Plus Siap Tantang SUV PHEV Tanah Air
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Plug-in Hybrid atau PHEV sebenarnya bukanlah teknologi yang baru di dunia otomotif. Namun belakangan banyak merek asal Tiongkok termasuk DFSK memperkenalkan kendaraan PHEV dengan harga kompetitif.
Jika dulu harga PHEV bisa tembus Rp 1 miliar, kini konsumen bisa membeli mobil berteknologi tersebut dengan banderol mulai dari Rp 200 jutaan.
Tetapi ada beberapa hal yang disebut masih menjadi perhatian banyak calon konsumen, salah satunya tingkat keselamatan dan keamanan baterai.
Mengingat baterai pada mobil hybrid jenis PHEV memiliki ukuran yang jauh lebih besar ketimbang hybrid konvensional ataupun mild hybrid.
Menanggapi hal tersebut, pihak DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk memberikan edukasi lebih lanjut terkait PHEV dan tingkat keamanannya.
“Setiap baterai DFSK E5 Plus telah melalui pengujian keselamatan dan ketahanan yang komprehensif sebelum digunakan oleh konsumen,” kata Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile di ICE BSD, belum lama ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sistem Battery Management System (BMS) pada DFSK E5 Plus dirancang untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Ini dilakukan dengan mengoptimalkan proses pengisian, penggunaan sampai perlindungan terhadap berbagai kondisi operasional.
“Sehingga konsumen dapat memiliki rasa aman dan percaya diri dalam setiap perjalanan,” kata Ichsan.
Ia turut menjelaskan secara sederhana cara kerja BMS. Sistem ini memiliki banyak tugas, salah satunya adalah menjaga suhu baterai tetap di kisaran 25 derajat sampai 40 derajat celcius.
“Walaupun negara kita tropis, bisa sampai itu di luar 37 derajat celcius (temperatur harian),” kata Ichsan.
Di sisi lain, perwakilan EVSafe Indonesia mengungkapkan bahwa PHEV memiliki peran strategis sebagai jembatan transisi kendaraan listrik di Indonesia.
Keberhasilan transisi tersebut juga ditentukan dari edukasi demi membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat sehingga teknologi PHEV bisa digunakan secara maksimal.
“Pabrikan Cina saat ini semakin ketat (prosedur pembuatan baterai). Mereka lagi ciptakan supaya api tidak keluar (apabila terjadi benturan atau gangguan di baterai,” kata Abdul Rahman Elly, Founder EVSafe Indonesia dalam kesempatan sama.
Ia menegaskan konsumen tidak perlu khawatir terhadap hal tersebut. Animo konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan pun terlihat mengalami pertumbuhan, dengan jaringan diler dan sparepart semakin lengkap guna mengakomodir kebutuhan pelanggan.
Sehingga hal-hal tidak diinginkan seperti kebakaran atau kendala baterai, bisa dihindari dengan lebih baik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
02 Agustus 2026, 08:00 WIB
30 Juli 2026, 11:00 WIB
24 Juli 2026, 23:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
Garda Oto terus melakukan inovasi dalam hal pelayanan yang berimbas pada loyalnya para pelanggan mereka
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026